
BYD mulai mengarahkan sorotan ke sedan andalan barunya saat ekspansi ke pasar premium semakin cepat. Pabrikan kendaraan energi baru asal China itu merilis foto kamuflase resmi untuk sedan flagship pertama di lini Dynasty, model yang disebut-sebut mungkin akan memakai nama Dahan.
Langkah ini penting karena sedan tersebut hadir sebagai D-class flagship pertama di keluarga Dynasty. Kehadirannya juga akan melengkapi SUV Datang yang segera masuk ke jajaran premium dan berpotensi membantu memperkuat margin keuntungan perusahaan.
Lu Tian, general manager divisi penjualan lini Dynasty BYD, membagikan gambar model baru itu pada hari Senin. Sebelumnya, ia mulai meminta masukan nama resmi dari komunitas pengguna pada pekan lalu.
Nama Dahan menguat di komunitas
Dari proses penyaringan beberapa tahap, enam kandidat nama masuk ke putaran akhir. Di antara semuanya, opsi “Dahan” atau “Great Han” saat ini disebut memimpin dengan jarak yang jauh.
Walau nama final belum diumumkan, respons komunitas memberi gambaran awal tentang posisi model ini di pasar. BYD tampaknya ingin membangun ekspektasi sejak dini untuk sedan yang ditempatkan di puncak lini Dynasty tersebut.
Han selama ini menjadi sedan flagship di jajaran Dynasty. Model baru yang lebih besar ini belum diungkap detail teknisnya, tetapi arahnya sudah jelas: masuk ke segmen premium bersama SUV anyar Datang.
Pasangan baru untuk segmen premium
Datang akan menjadi D-class flagship SUV pertama di lini Dynasty dan dijadwalkan meluncur resmi di Xi’an, Shaanxi, pada pertengahan Juni. Model ini sudah lebih dulu membuka pra-pesan pada akhir April.
Harga pra-pesan Datang dimulai dari 250.000 yuan atau sekitar $36.970, dan naik hingga 320.000 yuan untuk konfigurasi tertinggi. Angka itu menempatkannya tegas di kelas premium dan memberi sinyal target pasar yang lebih tinggi dibanding model volume besar BYD.
Respons pasar terhadap Datang juga sangat kuat. Dalam 24 jam pertama pra-pesan, jumlah pesanan menembus 30.000 unit, lalu melewati 100.000 unit dalam dua pekan pertama.
Teknologi andalan jadi kartu utama
Datang dibekali baterai Blade generasi kedua, arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt, dan teknologi flash charging level megawatt. Versi listrik murninya juga mencatat jarak tempuh maksimum 950 kilometer, yang disebut sebagai rekor.
Kombinasi teknologi itu menunjukkan arah strategi BYD dalam mengisi pasar atas. Sedan Dahan diperkirakan akan membawa peran serupa, meski spesifikasi resminya masih belum dibuka.
Dorongan premium datang saat bisnis mulai pulih
Peluncuran model flagship baru ini muncul ketika penjualan BYD mulai menunjukkan tanda pemulihan. Pada Mei, perusahaan mencatat kenaikan tipis volume wholesale secara tahunan dan mengakhiri penurunan penjualan yang berlangsung delapan bulan.
BYD menjual 383.453 NEV secara wholesale pada Mei, naik 0,26% dari tahun sebelumnya. Pencapaian terbesar datang dari pasar luar negeri, dengan penjualan overseas mencapai rekor 160.644 unit, melonjak 80,40% secara tahunan.
Di saat yang sama, hambatan kapasitas akibat transisi dari baterai Blade generasi pertama ke generasi kedua mulai mereda. Saat peningkatan lini produksi rampung bertahap pada Mei, penjualan bulanan BYD diperkirakan akan tumbuh lebih stabil.
Margin dan laba jadi perhatian utama
Kehadiran Datang dan Dahan juga dinilai penting bagi kondisi keuangan BYD. Perusahaan sebelumnya mengalami penurunan tajam laba bersih kuartal pertama akibat perang harga yang sengit dan biaya rantai pasok yang melonjak.
Karena itu, model premium baru tidak hanya berfungsi sebagai produk citra. BYD juga tampak sedang mengejar kombinasi volume, nilai jual lebih tinggi, dan profitabilitas yang lebih sehat lewat lini flagship ini.
Dengan Datang yang segera meluncur dan sedan Dahan yang mulai dipamerkan secara terselubung, BYD memperlihatkan bahwa dorongan ke segmen premium kini menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhannya. Arah itu bisa menjadi salah satu penentu apakah pemulihan penjualan perusahaan akan diikuti perbaikan margin dalam beberapa bulan mendatang.
Source: cnevpost.com








