
Rupiah yang terus melemah mulai memberi sinyal tekanan baru bagi pasar otomotif nasional. Di tengah pergerakan dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh Rp 18 ribuan pada Kamis (04/06), harga mobil baru dinilai berpotensi ikut merangkak naik.
Di lapangan, pelaku usaha sudah mulai menghitung ulang strategi penetapan harga. Anton Jimmi Suwandy, Chief Executive Auto2000 di Pantai Indah Kapuk (PIK), mengatakan harga jual disesuaikan lagi dengan kondisi pasar dan situasi yang berkembang.
Tekanan dari nilai tukar dan biaya produksi
Auto2000 melihat pelemahan rupiah bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga mobil. Perusahaan juga mencermati situasi geopolitik serta kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan.
Gabungan faktor itu membuat biaya di sisi industri tidak lagi bergerak stabil. Saat dolar menguat, beban pelaku usaha otomotif biasanya ikut meningkat dan akhirnya dapat tercermin pada banderol mobil baru.
Anton menegaskan bahwa pelemahan rupiah pada akhirnya akan berdampak ke harga kendaraan. Ia menyebut sejarah pasar menunjukkan bahwa ketika dolar naik, harga mobil juga cenderung ikut naik.
Harga mobil masih ditahan, tapi belum tentu lama
Meski tekanan biaya terus membesar, Auto2000 belum menaikkan harga untuk sejumlah model. Anton menyebut Toyota Avanza, Agya, dan produk lain masih dipertahankan harganya untuk saat ini.
Kondisi itu membuat konsumen masih punya ruang untuk membeli mobil sebelum penyesuaian harga terjadi. Karena itu, Anton mengimbau masyarakat memanfaatkan harga mobil baru yang belum mengalami kenaikan maksimal.
Namun, ia juga mengakui belum bisa memperkirakan berapa lama banderol kendaraan masih bisa ditahan. Menurut dia, kondisi nilai tukar rupiah yang terus bergerak akan menentukan seberapa cepat penyesuaian harga harus dilakukan.
Komponen dan servis juga masih stabil
Di luar harga mobil baru, Auto2000 juga masih menahan harga komponen kendaraan. Anton menyebut harga oli sampai sekarang belum naik, meski ia tidak menutup kemungkinan situasi bisa berubah jika tekanan dolar berlanjut.
Biaya servis rutin pun masih dipertahankan. Pemilik Toyota Avanza, Rush, hingga Agya yang berencana melakukan perawatan di bengkel Auto2000 disebut belum menghadapi kenaikan tarif jasa.
Anton meminta pelanggan tidak menunda pembelian mobil maupun servis jika memang sudah dibutuhkan. Ia menilai kondisi pasar saat ini sulit dikendalikan dan dapat berubah cepat mengikuti pergerakan nilai tukar.
Risiko meluas ke industri otomotif
Pelemahan rupiah yang berlangsung lama dipandang dapat menekan lebih banyak sektor, termasuk otomotif. Karena itu, pemerintah dinilai perlu bergerak cepat agar gejolak kurs tidak berkepanjangan.
Jika tekanan itu terus terjadi, dampaknya tidak hanya terasa pada harga mobil baru. Rantai biaya di sektor otomotif, mulai dari komponen hingga layanan purna jual, juga berpotensi ikut terpengaruh.
Source: otomotif.katadata.co.id








