Harga Solar Naik Tak Goyahkan Pencinta Diesel, Sumatera dan Jawa Timur Masih Setia

Peminat mobil diesel di Indonesia belum surut, meski harga bahan bakar diesel nonsubsidi sempat naik dalam beberapa bulan terakhir. Auto2000 melihat basis penggemar diesel masih sangat kuat, terutama di Sumatera dan Jawa Timur.

Kondisi itu membuat pergeseran ke teknologi lain tidak terjadi merata di semua daerah. Di wilayah dengan kultur diesel yang sudah terbentuk lama, konsumen dinilai tidak mudah berpindah ke mobil non-diesel.

Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan karakter pasar diesel memang berbeda di setiap wilayah. Jakarta dan Jawa Barat disebut lebih fleksibel, sementara Jawa Timur dan Sumatera masih menjadi kantong utama pengguna diesel.

Menurut Anton, konsumen di Jakarta dan Jawa Barat tidak terlalu fanatik terhadap diesel. Karena itu, mereka relatif lebih mudah beralih ke teknologi lain seperti hybrid ketika kondisi pasar berubah.

Sebaliknya, pengguna di daerah dengan basis diesel kuat menunjukkan loyalitas yang lebih tinggi. Anton menilai kebiasaan memakai kendaraan diesel selama bertahun-tahun membentuk preferensi yang tidak bisa berubah secara instan.

Ia menjelaskan, banyak konsumen di wilayah tersebut sudah lama hidup dengan berbagai produk diesel. Karena itu, keputusan mengganti kendaraan non-diesel membutuhkan waktu lebih panjang.

Di tengah loyalitas itu, kenaikan harga BBM tetap memberi tekanan pada pasar. Dampaknya tidak hanya terasa pada mobil baru, tetapi juga pada harga kendaraan bekas diesel yang mengalami koreksi.

Anton menyebut penurunan penjualan memang terjadi, tetapi pola utamanya adalah penundaan pembelian. Menurut dia, jumlah konsumen yang benar-benar membatalkan transaksi tidak terlalu besar.

Artinya, minat terhadap diesel belum hilang. Sebagian pembeli hanya memilih menunggu sambil memantau perkembangan harga bahan bakar sebelum mengambil keputusan.

Basis kuat di Jawa Timur dan Sumatera

Kuatnya pasar diesel terlihat dari kontribusi Toyota Kijang Innova Diesel di sejumlah daerah. Anton memberi gambaran bahwa dari empat atau lima mobil yang terjual, satu unit merupakan Innova Diesel.

Angka itu menunjukkan porsi diesel masih signifikan di tengah maraknya model hybrid dan tren elektrifikasi. Innova Diesel tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian konsumen yang mengutamakan karakter mesin diesel.

Di Jawa Timur, loyalitas tersebut disebut sangat menonjol. Anton menilai kecintaan terhadap model diesel tetap tinggi walaupun pasar kini menawarkan lebih banyak alternatif.

Pola serupa juga terlihat di Sumatera. Wilayah Medan disebut sebagai salah satu pasar yang masih sangat menyukai kendaraan diesel.

Menurut Anton, pasar di Sumatera juga cukup besar untuk diesel. Karena itu, perubahan harga bahan bakar langsung memunculkan guncangan terhadap keputusan pembelian, meski tidak otomatis menghapus minat konsumen.

Model yang paling terdampak dalam jaringan Auto2000 adalah lini yang selama ini menjadi andalan, seperti Toyota Kijang Innova Diesel dan Toyota Fortuner Diesel. Dua model ini selama bertahun-tahun identik dengan konsumen yang menginginkan mesin diesel untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Harga BBM jadi faktor penahan

Kenaikan harga diesel nonsubsidi menjadi faktor utama yang membuat konsumen menahan diri. Dalam situasi seperti itu, pembeli cenderung lebih berhati-hati sebelum membeli kendaraan diesel modern.

Auto2000 menilai pasar masih menunggu arah harga BBM. Selama harga bahan bakar belum stabil, sebagian konsumen memilih menunda transaksi daripada langsung berpindah ke model lain.

Meski begitu, tanda-tanda perbaikan mulai terlihat setelah harga BBM diesel nonsubsidi turun lagi. Per 1 Juni 2026, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga Dexlite dan Pertamina Dex.

Untuk wilayah Jabodetabek, harga Dexlite turun dari Rp 26.000 per liter menjadi Rp 23.000 per liter. Sementara Pertamina Dex turun dari Rp 27.900 per liter menjadi Rp 24.800 per liter.

Penurunan ini dinilai bisa membantu memulihkan minat beli yang sempat tertahan. Konsumen yang sebelumnya memilih menunggu berpotensi kembali melanjutkan rencana pembelian mobil diesel.

Anton mengatakan Auto2000 masih memantau tren pada bulan ini dan bulan depan. Menurut dia, bila harga Pertamina Dex terus menurun, konsumen diesel berpeluang kembali masuk pasar.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa masalah utama saat ini bukan berkurangnya kecintaan terhadap diesel. Hambatan terbesar justru ada pada sensitivitas konsumen terhadap ongkos operasional setelah harga bahan bakar naik.

Di sisi lain, karakter pasar yang berbeda antardaerah membuat respons penjualan juga tidak seragam. Daerah yang lebih terbuka pada hybrid bisa bergerak lebih cepat, sedangkan basis diesel kuat cenderung bertahan sambil menunggu biaya penggunaan kembali lebih masuk akal.

Kondisi ini menegaskan satu hal penting bagi pasar otomotif nasional. Mobil diesel masih memiliki penggemar loyal, dan Sumatera serta Jawa Timur tetap menjadi wilayah yang paling kuat menjaga permintaan tersebut.

Source: otomotif.kompas.com
Exit mobile version