PT Toyota-Astra Motor kembali menguji ketangguhan Veloz Hybrid EV lewat ekspedisi lintas Sulawesi selama sekitar 40 hari nonstop. Perjalanan bertajuk Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0: Jelajah Sulawesi itu dirancang untuk menunjukkan kemampuan MPV hybrid 7-seater tersebut menghadapi beragam kondisi jalan di Indonesia.
Rute ekspedisi dimulai dari Kendari, Sulawesi Tenggara, dan berakhir di Manado, Sulawesi Utara. Toyota menggandeng media nasional dan media lokal Sulawesi agar perjalanan ini bisa dipantau langsung dari lapangan.
Sulawesi dipilih karena medan yang beragam
Toyota menilai Sulawesi mewakili karakter jalan yang lengkap, mulai dari pegunungan hingga jalur pesisir antarkota. Kombinasi itu dianggap cocok untuk menguji kualitas, daya tahan, dan keandalan atau QDR dari Veloz Hybrid EV.
Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Jap Ernando Demily, mengatakan ekspedisi ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sudah lebih dulu digelar. Ia menyebut keberhasilan perjalanan tahun lalu menjadi dasar untuk melanjutkan ekspedisi ke Sulawesi.
“Sulawesi dipilih karena mampu merepresentasikan karakter jalan yang beragam, lengkap dengan panorama indah serta medan yang menantang,” kata Jap Ernando dalam keterangannya, dikutip Selasa, 9 Juni 2026.
Lintasan panjang melintasi banyak kota
Selama perjalanan, tim dijadwalkan melewati Kendari, Morowali, Palopo, Makassar, Tana Toraja, Palu, Luwuk, Ou, Tolitoli, Gorontalo, hingga Manado. Selain fokus pada perjalanan lintas wilayah, tim juga akan singgah di berbagai destinasi wisata alam dan kuliner.
Langkah itu dipakai untuk mengenalkan keragaman budaya dan kehidupan masyarakat di wilayah yang dilintasi. Dengan begitu, ekspedisi ini tidak hanya menjadi uji jalan, tetapi juga sarana memperlihatkan wajah Sulawesi yang beragam.
Model hybrid yang diproduksi di Indonesia
Veloz Hybrid EV pertama kali diperkenalkan secara world premiere di GJAW 2025 sekitar enam bulan lalu. Model yang diproduksi di Indonesia ini menjadi bagian dari strategi Toyota memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi lokal ke segmen yang lebih luas.
Teknologi Hybrid EV generasi terbaru pada model ini ditawarkan mulai dari Rp303 juta untuk tipe V melalui program Hybrid EV Untuk Semua. Harga tertinggi tercatat Rp389 juta untuk tipe Q TSS Modellista OTR Jakarta.
Permintaan sudah menembus 12.000 unit
Respons pasar terhadap Veloz Hybrid EV terbilang kuat. Dalam periode sekitar enam bulan hingga akhir Mei 2026, jumlah permintaan model ini disebut sudah melampaui 12.000 unit.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, mengatakan ekspedisi lintas Sulawesi juga ditujukan untuk memperlihatkan kemampuan teknologi hybrid Toyota menghadapi kondisi geografis Indonesia yang beragam. Ia menilai perjalanan ini bisa menjawab keraguan sebagian orang soal adaptasi teknologi hybrid di medan yang menantang.
“Melalui pengujian langsung oleh rekan media nasional, kami berharap hasil perjalanan ini dapat tersampaikan secara organik dan sejalan dengan pengalaman nyata para pelanggan,” ujar Bansar. Ia menambahkan, ekosistem Hybrid Toyota diharapkan mampu mendukung mobilitas pelanggan hingga pelosok wilayah tanpa perlu mengubah kebiasaan sehari-hari.
Sebelumnya, Toyota juga telah menyelenggarakan Veloz Hybrid EV Lintas Nusa pada periode 2 Desember 2025 hingga 17 Januari 2026. Program lanjutan ini kembali menegaskan bahwa aspek QDR tetap menjadi fokus utama Toyota dalam menawarkan solusi mobilitas di Indonesia.
