
BYD Indonesia memberi klarifikasi setelah video singkat yang menampilkan kepulan asap tebal di area proyek pabriknya di Subang beredar di media sosial. Perusahaan menegaskan insiden itu terjadi di salah satu bangunan yang masih dalam tahap konstruksi, bukan di fasilitas yang sudah beroperasi.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perusahaan mengetahui adanya insiden di area proyek BYD Subang. Ia menyebut peristiwa itu berupa kebakaran kecil di bagian atap bangunan yang memunculkan asap.
Menurut Luther, situasi berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Video yang beredar awalnya dibagikan akun Instagram @ckpinfo dan memunculkan narasi bahwa asap itu diduga berasal dari puntung rokok. Unggahan itu sempat menarik perhatian karena memperlihatkan asap tebal di lokasi yang disinyalir sebagai area pabrik BYD.
BYD menyatakan penyebab insiden masih dalam proses investigasi. Karena proses tersebut belum selesai, perusahaan belum bisa memberikan keterangan tambahan mengenai sumber api maupun detail teknis lain yang memicu kebakaran kecil itu.
Di tengah penanganan insiden, BYD juga menginstruksikan kontraktor untuk memperkuat penerapan protokol dan standar keselamatan di seluruh area proyek. Langkah itu diambil agar pengawasan di lokasi konstruksi berjalan lebih ketat selama investigasi berlangsung.
Keterangan perusahaan sejalan dengan informasi yang beredar di media sosial bahwa peristiwa itu sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pekerja. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Insiden ini menyoroti aktivitas pembangunan pabrik BYD di Subang yang masih berjalan dalam tahap konstruksi. Karena lokasi yang terdampak belum menjadi bangunan operasional penuh, perusahaan menempatkan aspek keselamatan kerja dan investigasi sebagai fokus utama penanganan.
BYD menegaskan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut pada tahap ini. Pernyataan tersebut menunjukkan perusahaan masih menunggu hasil pemeriksaan internal sebelum membuka detail penyebab kebakaran kecil yang sempat memicu perhatian publik itu.
Source: voi.id








