Bengkel Motor Listrik Ternyata Bukan Pusing di Mesin, Body Part yang Sering Bikin Perbaikan Tertahan

Bertambahnya populasi motor listrik di Indonesia ikut mendorong kemampuan bengkel umum dalam menangani kendaraan berbasis baterai. Namun, kendala terbesar yang dihadapi bengkel independen justru bukan pada sistem kelistrikan atau motor penggerak.

Masalah yang paling sering memperlambat perbaikan ada pada body part. Saat komponen bodi sulit didapat, proses servis yang seharusnya cepat bisa tertunda hanya karena menunggu suku cadang.

Bengkel umum yang fokus pada kendaraan listrik kini semakin banyak bermunculan. Mereka tidak hanya menjadi pelengkap bengkel resmi, tetapi juga mulai menangani beragam kerusakan pada motor listrik.

Jenis pekerjaan yang ditangani bengkel umum mencakup sistem kelistrikan, kontroler, baterai, hingga motor penggerak. Dengan kemampuan itu, bengkel independen dinilai makin penting seiring bertambahnya jumlah motor listrik di jalan.

Pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, Abdulah, menilai kemampuan bengkel umum saat ini sudah cukup baik. Menurut dia, sekitar 60-70 persen perbaikan motor listrik sudah bisa ditangani.

Angka itu menunjukkan bahwa hambatan utama bukan semata kemampuan teknisi. Sebagian besar komponen teknis pada motor listrik, menurut dia, masih bisa diperbaiki atau diganti.

Bukan Komponen Inti yang Paling Sulit

Abdulah mengatakan kendala paling sulit justru ada pada komponen bodi. Untuk urusan teknis lain, bengkel umumnya masih bisa mencari jalan keluar selama komponen utama tersedia.

Komponen utama yang dimaksud meliputi baterai, kontroler, motor penggerak, dan sistem kelistrikan. Selama bagian-bagian itu masih ada, sebagian besar kerusakan masih bisa ditangani.

Bila suku cadang teknis tidak tersedia di dalam negeri, bengkel masih memiliki opsi memesan dari China. Negara itu disebut menjadi salah satu pusat produksi komponen kendaraan listrik.

Kondisi ini membuat persoalan teknis relatif lebih fleksibel untuk diatasi. Sebaliknya, body part tidak selalu memiliki jalur pasokan yang sama mudahnya dengan komponen kelistrikan.

Untuk beberapa merek, suku cadang bodi tidak dijual secara terpisah. Ada juga komponen yang sebenarnya tersedia, tetapi membutuhkan waktu tunggu cukup lama untuk didatangkan.

Akibatnya, waktu pengerjaan menjadi lebih panjang dari yang seharusnya. Masalah kecil pada bodi bisa berujung pada antrean servis yang lebih lama dibanding kerusakan teknis tertentu.

Bengkel Mengandalkan Kreativitas

Di tengah keterbatasan body part, bengkel umum mengandalkan kreativitas teknisi lokal. Abdulah menilai kemampuan modifikasi menjadi salah satu keunggulan bengkel independen dalam menangani motor listrik.

Salah satu solusi yang digunakan adalah membuat ulang komponen bodi yang rusak. Material alternatif seperti fiberglass dipakai untuk menggantikan part yang sulit diperoleh.

Cara ini membuat perbaikan tetap bisa dilanjutkan. Namun prosesnya menjadi lebih rumit karena harus menunggu pembuatan komponen baru, bukan sekadar mengganti part lama dengan yang baru.

Artinya, masalah body part bukan berarti tak bisa diselesaikan. Hanya saja, pekerjaan yang mestinya sederhana berubah menjadi lebih sulit dan memakan waktu.

Situasi ini juga menunjukkan karakter layanan bengkel motor listrik umum di lapangan. Mereka tidak selalu bergantung pada ketersediaan part pabrikan, tetapi sering harus mengandalkan improvisasi.

Peran Bengkel Umum Kian Besar

Meningkatnya kemampuan bengkel independen memberi alternatif bagi konsumen motor listrik. Perbaikan tidak lagi hanya bergantung pada jaringan resmi.

Keberadaan bengkel umum juga membantu memperluas ekosistem layanan purna jual. Hal itu penting karena pasar kendaraan listrik masih terus berkembang dan membutuhkan jaringan servis yang lebih luas.

Dalam praktiknya, bengkel umum sudah bisa menangani banyak persoalan yang sebelumnya dianggap hanya bisa dilakukan bengkel resmi. Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa ekosistem servis motor listrik mulai tumbuh.

Di sisi lain, persoalan body part menunjukkan masih ada celah dalam rantai pasok suku cadang. Selama komponen bodi belum mudah diperoleh, waktu perbaikan di bengkel umum berpotensi tetap tidak secepat yang diharapkan.

Karena itu, tantangan bengkel motor listrik saat ini tidak melulu soal kemampuan teknis. Ketersediaan komponen bodi justru menjadi faktor yang paling menentukan cepat atau lambatnya motor listrik kembali digunakan.

Source: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button