SUV Eropa Ini Cuma Rp 200 Jutaan, Tapi Dijual Khusus di India

Renault Duster terbaru menarik perhatian karena menawarkan paket SUV kompak yang terasa lebih mahal dari banderolnya. Mobil ini dijual di India dengan harga Rp 200 jutaan, padahal membawa fitur yang biasanya muncul di mobil di atas Rp 300 jutaan.

Yang membuatnya mencolok, Duster kini tidak lagi memakai identitas Dacia seperti sebelumnya. Model terbarunya hadir sebagai produk Renault dengan emblem Duster di grille, desain fascia yang diubah, dan tampilan yang dibuat lebih sporty serta gagah.

Desain baru, platform baru

Penyegaran Duster juga datang lewat penggunaan platform RGMP. Basis ini membuat SUV lima penumpang itu diposisikan sebagai mobil kompak yang tangguh di berbagai medan.

Di bagian kabin, Renault memberi sentuhan modern yang cukup lengkap. Ada headunit touchscreen 10,1 inci dengan dukungan Apple CarPlay dan Android Auto, lalu panel instrumen TFT 7 inci.

Setir tiga palang juga dibekali tombol pengatur berbagai fitur mobil. Kombinasi ini membuat Duster terasa lebih siap bersaing di segmen SUV kompak yang menuntut tampilan dan teknologi dalam satu paket.

Fitur yang terasa lebih mahal dari harganya

Renault tidak menahan diri saat membekali Duster terbaru. Mobil ini mendapatkan audio Arkamys 6 speaker, kamera parkir belakang, cruise control, paddle shifter, spion elektrik, keyless entry, serta USB Type-C untuk jok baris depan dan belakang.

Banyak dari fitur itu umumnya ditemukan pada mobil dengan harga lebih dari Rp 300 jutaan. Namun pada Duster terbaru, perlengkapan tersebut sudah hadir sejak awal untuk memperkuat nilai jualnya di pasar India.

Keselamatan juga jadi modal utama

Di sisi keselamatan, Duster membawa perlengkapan yang tergolong lengkap untuk kelas harganya. Fitur yang disematkan meliputi rem ABS-EBD, 6 airbag, electronic stability control, rem parkir elektrik, hill start assist, traction control, ISOFIX, dan tire pressure monitoring system.

Ada juga fitur auto hold, tetapi hanya tersedia pada varian DCT. Meski begitu, kehadiran hill start assist dan enam airbag tetap memberi nilai tambah yang penting bagi calon pembeli.

Untuk urusan mesin, Renault menyediakan dua pilihan. Ada mesin 1.000 cc turbo dengan transmisi manual 6-percepatan, serta mesin 1.300 cc turbo dengan transmisi dual clutch atau DCT.

Harga yang tetap berada di level terjangkau

Varian dengan transmisi DCT dibanderol lebih mahal daripada versi manual. Namun banderolnya tetap berada di kisaran Rp 270 jutaan, sehingga Duster masih tergolong murah untuk ukuran SUV Eropa dengan fitur selengkap itu.

Kondisi ini membuat Duster terlihat menonjol di antara para rivalnya di India. Beberapa lawan sekelasnya antara lain Suzuki Grand Vitara, Hyundai Creta, Kia Seltos, Honda Elevate, dan Toyota Urban Cruiser Hyryder.

Belum ada peluang ke Indonesia

Sayangnya, Duster terbaru hanya dijual di India untuk saat ini. Peluang untuk masuk ke Indonesia pun masih kecil, apalagi Renault sudah jarang terlihat di pasar roda empat dalam beberapa waktu terakhir.

Jika pun akhirnya masuk, Duster tetap harus menghadapi persaingan yang lebih berat. Pasar SUV kompak di Indonesia juga sudah dipenuhi banyak model, termasuk si kembar Rocky-Raize yang masih dominan hingga sekarang.

Renault sendiri terakhir merilis mobil baru di Indonesia dengan membawa salah satu mobil listrik mungilnya. Setelah itu, belum ada model anyar lain yang menyusul, sehingga kehadiran Duster terbaru masih sebatas menarik perhatian dari kejauhan.

Source: ridertua.com
Exit mobile version