Lucid Gravity kini mendapat dorongan besar lewat pembaruan perangkat lunak over-the-air yang membawa kemampuan hands-free driving yang lebih maju. Update bernama Lucid UX 3.6 ini juga menambah alat navigasi, peningkatan manajemen energi, dan sejumlah penyempurnaan kecil yang membuat SUV listrik mewah itu terasa lebih matang untuk penggunaan harian.
Langkah ini hadir pada momen penting bagi Lucid, yang masih berusaha memperkuat posisinya di pasar SUV listrik premium yang makin ramai. Dengan pembaruan ini, Gravity makin dekat ke jajaran kendaraan listrik yang menawarkan teknologi bantuan berkendara paling canggih di kelasnya.
Hands-free di jalan bebas hambatan
Fokus terbesar dari Lucid UX 3.6 ada pada perluasan DreamDrive 2 Pro. Pada model Gravity yang dibekali sistem itu, Lucid kini menambahkan fitur hands-free driving di jalan bebas hambatan yang kompatibel, selama pengemudi tetap waspada di balik kemudi.
Sistem ini dapat membantu kemudi, akselerasi, pengereman, dan perpindahan jalur di jalan yang telah didukung. Fitur baru yang masuk mencakup Hands-Free Drive Assist, Hands-Free Lane Change Assist, Automatic Lane Changes, pilihan Driving Styles, dan visualisasi DreamDrive yang lebih baik.
Lucid juga memungkinkan pengemudi mengaktifkan lampu sein untuk memicu perpindahan jalur otomatis. Selain itu, sistem dapat berpindah jalur sendiri untuk menyalip kendaraan yang lebih lambat di depan.
Pilihan Driving Styles memberi pengemudi dua karakter berkendara di jalan tol. Satu mode dirancang lebih konservatif, sedangkan mode lain lebih aktif saat melakukan perpindahan jalur dan menyalip.
Visualisasi dan pengalaman berkendara lebih jelas
Pembaruan ini turut memperbarui tampilan visual bantuan berkendara. Sistem kini bisa menampilkan hingga lima lajur lalu lintas di sekitar mobil dan membedakan kendaraan di dekatnya dengan lebih jelas, termasuk bus, pickup, dan SUV.
Tujuannya sederhana, yaitu memberi pengemudi gambaran yang lebih akurat tentang apa yang dilihat mobil saat fitur bantuan aktif. Dalam praktiknya, ini membantu mengurangi kebingungan saat sistem bekerja di jalan bebas hambatan yang padat.
Meski begitu, Lucid menegaskan sistem ini belum setara dengan Full Self-Driving (Supervised) milik Tesla. Fitur hands-free Gravity saat ini hanya berfungsi di jalan bebas hambatan yang kompatibel dan jalan akses terbatas.
Pendekatan Lucid lebih mirip sistem dari Mercedes-Benz, GM Super Cruise, dan Ford BlueCruise. Sistem-sistem itu juga berfokus pada kenyamanan berkendara di jalan tol, bukan pada otonomi penuh di lingkungan perkotaan.
Navigasi dan pengisian daya ikut ditingkatkan
Di luar bantuan berkendara, Lucid UX 3.6 membawa banyak pembaruan kecil yang menyentuh navigasi, pengisian daya, dan kenyamanan pemakaian sehari-hari. Lucid Navigation kini terintegrasi langsung dengan Google Maps Places API untuk pencarian yang lebih kaya dan informasi bisnis yang lebih akurat.
Pengemudi juga mendapat data ketersediaan stasiun pengisian yang lebih baik, akurasi rute yang meningkat, serta perhitungan jarak berkendara yang lebih presisi. Tampilan manajemen energi juga diperbarui agar informasi soal battery preconditioning dan kesiapan pengisian lebih mudah dibaca.
Ada pula indikator battery readiness baru yang menunjukkan kapan baterai berada dalam kondisi optimal untuk DC fast charging. Energy Saver Mode juga disempurnakan agar pengemudi bisa menyesuaikan kontrol iklim tanpa mengorbankan efisiensi sebanyak sebelumnya.
Penyempurnaan kecil yang terasa di penggunaan harian
Pembaruan ini tidak hanya menyentuh fitur besar. Lucid juga meningkatkan respons saat mobil menyala, perilaku penguncian dan pembukaan kunci otomatis, fungsi mirror tilt saat mundur, serta kualitas video drive recorder.
Lucid mengatakan tampilan dan sistem berkendara kini aktif lebih mulus saat pengemudi masuk ke mobil. Peningkatan ini memang tidak mencolok, tetapi penting untuk memberi kesan premium yang konsisten.
Di sisi produk, Gravity sudah lama mendapat pujian karena refinemen, kualitas berkendara, dan angka jarak tempuh yang sangat kuat. Tambahan fitur highway assistance membuat SUV ini makin cocok untuk perjalanan jauh, terutama bagi pembeli yang mencari EV mewah dengan fokus efisiensi dan kenyamanan.
Lucid masih harus membuktikan sisi bisnis
Pujian untuk teknologi Gravity tidak otomatis menghapus tekanan finansial yang dihadapi Lucid. Perusahaan itu masih berada di bawah tekanan berat setelah melaporkan rugi bersih $1 miliar pada kuartal pertama 2026.
Kondisi ini menempatkan Lucid dalam posisi yang sulit. Di satu sisi, perusahaan terus mendapat apresiasi untuk rekayasa, teknologi kendaraan, dan desain produknya, termasuk kemenangan Gravity sebagai 2026 World Luxury Car of the Year.
Di sisi lain, tantangan utamanya tetap sama, yaitu meningkatkan produksi, menekan biaya, dan bergerak menuju profitabilitas. Dengan harga awal hampir $80.000, Gravity juga masih jauh dari jangkauan banyak pembeli arus utama.
Lucid sudah menyatakan bahwa model yang lebih kecil dan lebih terjangkau sedang dikembangkan. Untuk saat ini, UX 3.6 menunjukkan bahwa perusahaan masih mengandalkan pembaruan software sebagai cara cepat untuk menjaga produk tetap relevan dan kompetitif di tengah persaingan SUV listrik premium yang makin ketat.
