1,3 Juta Jeep Ditarik, Pemilik Diminta Parkir Di Luar Karena Risiko Terbakar

Stellantis menarik kembali lebih dari 1,3 juta unit Jeep di seluruh dunia setelah menemukan potensi gangguan pada komponen yang dapat memicu api. Pemilik diminta memarkir kendaraan di luar ruangan dan menjauhkannya dari bangunan atau kendaraan lain sampai pemeriksaan dan perbaikan selesai.

Masalah ini berkaitan dengan koneksi listrik pada kabel pompa power steering yang terhubung dengan sistem hidraulik. Saat terjadi panas berlebih akibat korsleting listrik, atau ketika fluida bertekanan tinggi bocor lalu menyentuh komponen yang sangat panas, percikan api bisa muncul dan menjalar ke bagian mobil lain.

Stellantis menyebut kerusakan komponen tersebut sangat langka. Meski begitu, perusahaan tetap memilih menarik unit Jeep Wrangler dan Gladiator model 2021 hingga 2025 untuk pemeriksaan menyeluruh.

Dalam pengajuan ke Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional atau NHTSA pada Selasa (9/6), Stellantis menyebut penarikan ini mencakup hampir 1,08 juta kendaraan di Amerika Serikat. Selain itu, ada 106.000 unit di Kanada, 23.000 unit di Meksiko, dan sekitar 125.000 unit di pasar lain di seluruh dunia.

Perusahaan menyiapkan pemeriksaan dan kemungkinan perbaikan atau penggantian rangkaian kabel atau pompa power steering hidrolik elektrik. Stellantis memperkirakan perbaikan penarikan ini paling lambat selesai pada Juli 2026.

Masalah ini juga sudah dikaitkan dengan insiden nyata di lapangan. Sedikitnya 72 kebakaran diduga berhubungan dengan kerusakan tersebut, dan satu orang dilaporkan terluka.

NHTSA sebelumnya membuka penyelidikan pada September 2024 terhadap hampir 800 ribu Jeep Wrangler dan Gladiator model 2021-2023 karena kekhawatiran kebakaran mesin. Lembaga itu menyatakan kabel pompa power steering hidrolik bisa terlalu panas dan memunculkan api, bahkan saat kendaraan diparkir dengan kunci kontak dalam posisi off.

Stellantis dalam dokumennya menyebut bahwa perusahaan juga pernah menyelidiki kebakaran pada beberapa unit Wrangler dan Gladiator pada 2023 dan awal 2024. Penyelidikan itu sempat ditutup karena tingkat kebakaran dinilai rendah.

Namun pada Agustus 2024, investigasi dibuka kembali setelah jumlah insiden meningkat dan sumbernya mengarah ke sambungan listrik pada komponen yang sama. Langkah recall terbaru ini menjadi upaya lanjutan untuk menekan risiko yang masih muncul di sejumlah pasar besar dunia.

Stellantis sendiri merupakan induk merek Fiat, Chrysler, dan Peugeot. Sampai saat ini, tidak ada keterangan recall untuk merek-merek lain di bawah grup tersebut.

Source: www.cnnindonesia.com
Exit mobile version