
Xpeng tampaknya tidak lagi puas hanya bermain di jalan raya dan udara. Produsen kendaraan listrik asal Guangzhou itu kini dilaporkan telah masuk ke industri yacht, langkah yang memperluas ambisinya membangun ekosistem mobilitas darat, laut, dan udara.
Proyek yacht internal itu dikembangkan dengan nama sandi “Flying Fish” dan masih berada di tahap riset awal. Menurut laporan Leiphone, Xpeng membentuk tim R&D hampir 100 orang pada awal tahun ini untuk menggarap proyek tersebut.
Fokus awal pada teknologi sasis
Laporan itu menyebut yacht Xpeng akan menempatkan teknologi algoritma sasis canggih sebagai inti daya saingnya. Proyek ini juga dipimpin oleh Qian Zhanwei, yang menjabat sebagai kepala arsitektur kendaraan.
Target pasar yang dibidik bukan konsumen umum, melainkan keluarga dengan kekayaan tinggi. Dengan arah itu, Xpeng tampaknya sedang mencoba membawa pendekatan premium yang selama ini identik dengan mobil listrik pintarnya ke pasar laut.
Hingga kini, Xpeng belum memberikan tanggapan publik resmi atas laporan tersebut. Namun, kemunculan proyek ini menambah daftar ekspansi perusahaan yang kian agresif di luar bisnis otomotif konvensional.
Dari mobil listrik ke mobilitas lintas moda
Langkah ke industri yacht ini sejalan dengan visi Xpeng yang lebih luas di bidang mobilitas. Perusahaan itu selama ini dikenal lewat kendaraan listrik pintar, dan juga telah bergerak ke pengembangan mobil terbang.
Dalam konteks itu, yacht Flying Fish dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas masa depan yang mencakup darat, laut, dan udara. Ambisi tersebut memperlihatkan bahwa Xpeng ingin memperlebar batas bisnisnya, bukan sekadar menambah lini produk baru.
Pendiri dan CEO Xpeng, He Xiaopeng, juga memiliki hubungan personal dengan dunia yacht. Ia diketahui membeli yacht mewah setelah mencapai kebebasan finansial pada 2014, yang memberi latar menarik di balik ekspansi perusahaan ke sektor ini.
Tren baru di kalangan perusahaan teknologi dan otomotif
Xpeng bukan satu-satunya nama besar yang melirik bisnis yacht. Sebelumnya, sejumlah merek mobil mewah global seperti Mercedes-AMG, Lamborghini, dan Porsche juga telah meluncurkan yacht kelas atas.
Laporan Leiphone menyebut para pelaku otomotif punya keunggulan inti dalam teknologi, desain, branding, dan rantai pasok saat masuk ke industri yacht. Kapabilitas seperti performa, interior mewah, dan kecerdasan listrik juga disebut bisa dibawa dari otomotif ke sektor laut.
Di China, minat ke bisnis yacht juga mulai terlihat di kalangan perusahaan teknologi. Pendiri JD.com, Richard Liu, mengumumkan investasi 5 miliar yuan untuk membangun merek yacht independen Sea Expandary pada Februari.
Sea Expandary akan fokus pada produk yacht pintar berbasis energi baru. Perusahaan itu juga telah menandatangani kerja sama strategis dengan pemerintah lokal di Shenzhen dan Zhuhai pada awal tahun ini.
Pasar China masih berkembang, industri lokal belum dominan
Dorongan ke sektor ini muncul saat pasar yacht China sedang tumbuh cepat. Data Kementerian Transportasi menunjukkan bahwa yacht yang baru terdaftar di China dalam tiga tahun terakhir mencakup sekitar 54,7 persen dari total yacht.
Meski begitu, industri manufaktur yacht China masih tertinggal di panggung global. Pangsa pasarnya disebut masih kurang dari 4 persen, sehingga struktur industrinya dinilai masih berada pada tahap awal perkembangan.
Kondisi tersebut membuat proyek Xpeng menarik perhatian lebih besar. Jika berkembang, yacht Flying Fish bisa menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjajal ruang bisnis yang belum ramai digarap pemain domestik.
Ekspansi ini juga datang saat unit flying car Xpeng, Aridge, baru saja menyelesaikan putaran pendanaan hampir 200 juta dolar AS pada Maret. Startup itu kini aktif bersiap untuk potensi IPO di Hong Kong, sementara pabrik produksi massalnya di Guangzhou telah rampung pada tahun lalu.
Source: cnevpost.com








