Xpeng Buang Kata Motor, Sinyal Besar Menjauh Dari EV Dan Masuk Era Physical AI

Xpeng resmi mengubah nama perusahaan dalam bahasa Mandarin sebagai penanda arah bisnis yang makin luas di luar kendaraan listrik. Langkah ini mempertegas pergeseran strategi produsen EV asal China itu ke ranah physical AI, robotika, dan teknologi mobilitas cerdas.

Perubahan ini berlaku untuk nama legal dari “小鹏汽车有限公司” atau Xpeng Motors Co Ltd menjadi “小鹏集团” atau Xpeng Group, efektif mulai 1 April 2026. Nama Inggris “Xpeng Inc” tidak berubah, begitu juga nama singkat saham kelas A dalam bahasa Mandarin di Bursa Hong Kong yang akan menjadi “小鹏集团-W”.

Sinyal bisnis meluas di luar EV

Penghapusan kata “Motors” dari nama Mandarin bukan sekadar kosmetik. Langkah itu memberi pesan bahwa Xpeng ingin dilihat bukan hanya sebagai pembuat mobil listrik, melainkan sebagai kelompok teknologi dengan portofolio yang lebih luas.

Dalam pengumumannya, Xpeng bahkan menyinggung “permulaan perjalanan baru dalam physical AI” melalui judul unggahan WeChat. Istilah ini mengarah pada integrasi kecerdasan buatan ke perangkat fisik seperti mobil otonom, robot humanoid, dan sistem mobilitas baru.

Ketua sekaligus CEO Xpeng, He Xiaopeng, juga menyebut perusahaan sedang berada di titik balik bersejarah untuk aplikasi physical AI. Pernyataan ini memperkuat bahwa perubahan nama mengikuti arah transformasi bisnis, bukan hanya penyesuaian identitas korporasi.

Fokus ekspansi: mobil pintar, robot, dan robotaxi

Xpeng mengatakan akan memperluas pangsa pasar global untuk mobil bertenaga AI dan mengejar lompatan teknologi dari bantuan mengemudi L2+ menuju otonomi L4. Target ini menempatkan persaingan perusahaan bukan lagi semata di pasar EV, tetapi juga di arena mobil otonom tingkat tinggi.

Di sisi lain, Xpeng juga ingin membawa model bahasa besar VLA generasi kedua ke pasar luar negeri. Perusahaan menempatkan teknologi ini sebagai bagian penting dari sistem AI untuk kendaraan dan produk masa depan lain.

Berikut sejumlah arah bisnis yang sudah diumumkan Xpeng:

  1. Pengembangan mobil AI untuk pasar global.
  2. Kenaikan kemampuan dari L2+ menuju L4 autonomous driving.
  3. Produksi massal humanoid robot Iron generasi baru.
  4. Ekspansi teknologi VLA ke luar negeri.
  5. Penguatan bisnis robotaxi dan flying car.

Investasi riset dan kapasitas produksi meningkat

Untuk mendukung ekspansi itu, Xpeng berencana menaikkan investasi riset dan pengembangan physical AI menjadi 7 miliar yuan tahun ini. Angka ini menunjukkan perusahaan siap menanggung biaya besar demi mempertahankan posisi di sektor teknologi berkecepatan tinggi.

Xpeng juga mengembangkan chip buatannya sendiri. Pengiriman kumulatif chip Turing AI sudah melampaui 200.000 unit, sementara target pengiriman untuk tahun ini berada di sekitar 1 juta unit.

Di bidang robotika, Xpeng menargetkan produksi massal robot humanoid Iron generasi baru pada akhir 2026. Perusahaan juga membidik kapasitas produksi bulanan hingga ribuan unit pada akhir tahun tersebut, menandakan ambisi komersial yang tidak lagi sebatas riset laboratorium.

Robotaxi dan flying car ikut masuk radar

Selain mobil dan robot, Xpeng membentuk departemen baru untuk bisnis robotaxi. Langkah ini menunjukkan perusahaan ingin mempercepat komersialisasi teknologi mengemudi otonom yang selama ini menjadi salah satu aset utamanya.

Xpeng juga masuk ke bisnis mobil terbang lewat Aridge, unit teknologi yang mayoritas dimiliki Xpeng dan He Xiaopeng. Aridge menargetkan memulai produksi massal flying car dalam tahun ini, menambah daftar area bisnis yang berada di bawah payung grup.

He Xiaopeng menilai robotaxi dan humanoid robot bisa menjadi pasar bernilai triliunan yuan dalam 5 sampai 10 tahun mendatang. Pandangan itu menjelaskan mengapa Xpeng menyiapkan struktur grup dan identitas baru yang lebih luas dibanding sekadar produsen mobil listrik.

Apa arti perubahan nama ini bagi pasar

Perubahan nama Mandarin biasanya menjadi sinyal penting dalam strategi korporasi di China, terutama untuk perusahaan teknologi yang ingin membangun persepsi sebagai ekosistem bisnis. Dalam kasus Xpeng, nama baru itu menegaskan transisi dari EV maker menjadi pemain physical AI yang menghubungkan mobil, robot, chip, dan mobilitas masa depan.

Bagi investor dan pengamat industri, langkah ini memperlihatkan bahwa persaingan Xpeng kini bergerak ke level yang lebih luas. Perusahaan bukan hanya mengejar penjualan kendaraan, tetapi juga membangun fondasi teknologi untuk kecerdasan fisik yang bisa diterapkan pada kendaraan otonom, robot humanoid, dan platform mobilitas generasi berikutnya.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait

Back to top button