Wuling Eksion Tembus 1.000 Km Tanpa Isi Bensin, Rahasia Ling Power Mulai Terbuka

Teknologi Ling Power menjadi sorotan utama pada Wuling Eksion karena diklaim mampu membawa SUV 7-penumpang ini menempuh lebih dari 1.000 kilometer tanpa perlu mengisi bensin di tengah perjalanan. Angka itu berasal dari kombinasi sistem plug-in hybrid yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin dalam satu paket penggerak.

Kemampuan tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Dalam media drive sejauh 600 kilometer dari Yogyakarta menuju Pangandaran, lalu ke Bandung, dan berakhir di Jakarta, sistem ini diuji di beragam karakter jalan dan lalu lintas.

Yang membuat Ling Power menarik adalah cara kerjanya yang mengatur perpindahan sumber tenaga secara adaptif. Saat kondisi memungkinkan, mobil dapat mengandalkan motor listrik, lalu beralih ke mesin bensin ketika dibutuhkan, dengan transisi yang diklaim tetap halus.

Bagi pengguna, pendekatan ini penting karena mobil tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menjaga respons berkendara. Wuling menempatkan Ling Power sebagai teknologi yang menyeimbangkan performa dan konsumsi energi untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.

Racikan utama sistem Ling Power

Sistem plug-in hybrid pada Wuling Eksion memadukan mesin 1.5L dedicated hybrid engine, motor listrik bertenaga 145 kW, baterai 20,5 kWh, dan Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Kombinasi ini menjadi fondasi utama dari cara kerja Ling Power.

Dalam mode listrik penuh, Wuling Eksion PHEV disebut bisa menempuh jarak hingga 125 kilometer. Saat tenaga listrik dan bensin dipakai bersama, total jarak tempuhnya diklaim melampaui 1.000 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Baterai 20,5 kWh memberi peran penting karena menjadi sumber tenaga utama saat mobil berjalan dalam mode EV. Sementara itu, mesin 1.5L dedicated hybrid engine hadir untuk membantu menjaga jarak tempuh tetap panjang ketika energi baterai tidak lagi cukup untuk seluruh perjalanan.

Motor listrik 145 kW juga menjadi faktor yang mendukung karakter responsif kendaraan. Tenaga instan dari motor listrik biasanya dibutuhkan saat akselerasi awal atau ketika pengemudi memerlukan dorongan cepat di kondisi jalan yang berubah.

Peran DHT dalam efisiensi dan kenyamanan

Di balik sistem ini, Dedicated Hybrid Transmission ikut memegang peran penting. Komponen tersebut membantu menjaga distribusi tenaga tetap halus dan responsif sepanjang perjalanan.

DHT bekerja bersama sistem kendali Ling Power untuk menentukan sumber tenaga yang paling sesuai secara otomatis. Hasil yang dibidik adalah keseimbangan antara performa dan efisiensi dalam berbagai kondisi berkendara.

Pendekatan ini terasa relevan untuk rute panjang yang memiliki karakter berbeda-beda. Jalur pesisir selatan Jawa yang dilalui dalam pengujian menghadirkan kombinasi jalan antar kota, kepadatan lalu lintas, dan perubahan ritme berkendara yang menuntut sistem penggerak bekerja cerdas.

Wuling menyebut pengemudi juga mendapat fleksibilitas melalui berbagai pengaturan yang tersedia. Dengan begitu, karakter mobil dapat disesuaikan dengan jalan yang dilalui agar pengalaman berkendara tetap nyaman dan optimal.

Diuji di rute 600 kilometer

Media drive yang digelar Wuling memberikan gambaran tentang konteks penggunaan teknologi ini di dunia nyata. Etape pertama dimulai dari Yogyakarta menuju Pangandaran dengan jarak sekitar 211 kilometer.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Bandung sejauh kurang lebih 233 kilometer. Etape terakhir menempuh rute Bandung menuju Jakarta dengan jarak sekitar 157 kilometer.

Total perjalanan sekitar 600 kilometer itu menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi kerja sistem plug-in hybrid Wuling Eksion secara langsung. Ragam kondisi jalan sepanjang rute membuat performa, efisiensi, dan karakter berkendara kendaraan dapat diamati dalam situasi yang lebih luas.

Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, menyatakan jalur yang dilewati menghadirkan beragam kondisi berkendara sehingga peserta dapat merasakan langsung cara kerja teknologi plug-in hybrid Wuling Eksion. Menurut dia, pengalaman itu memungkinkan eksplorasi lebih jauh terhadap performa, efisiensi, dan karakter berkendara mobil tersebut.

Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko, juga menekankan bahwa teknologi Ling Power bekerja secara cerdas dalam mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara. Ia menyebut berbagai pengaturan yang tersedia memberi fleksibilitas agar pengemudi dapat menyesuaikan karakter mobil dengan jalan yang dilalui.

Kemampuan menempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam format PHEV membuat Wuling Eksion menonjol di segmen SUV keluarga. Dengan jarak listrik penuh hingga 125 kilometer dan dukungan mesin bensin untuk perjalanan lanjutan, teknologi Ling Power dirancang untuk menjawab kebutuhan efisiensi tanpa mengorbankan kemudahan mobilitas jarak jauh.

Source: otodriver.com
Exit mobile version