33 Komunitas Ramaikan Festival Kendaraan Lawas Di Lembang, Ada Investasi Hingga Vintage Lifestyle

Sebanyak 33 komunitas otomotif klasik dan retro meramaikan The Heritage Classic & Retro Festival Vol. 1 di Puteri Gunung Hotel, Lembang. Ajang perdana ini langsung menempatkan kendaraan lawas bukan hanya sebagai objek pamer, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup, sejarah, dan pariwisata.

Festival ini menarik karena menggabungkan dunia otomotif dengan suasana pegunungan bernuansa heritage. Pengunjung yang hadir tidak hanya datang dari kalangan pecinta kendaraan klasik, tetapi juga keluarga, wisatawan, dan masyarakat umum yang ingin melihat lebih dekat karakter kendaraan lawas yang dirawat secara serius.

Ratusan detail kecil di balik 38 kendaraan yang dipamerkan

Sebanyak 38 unit kendaraan klasik dan retro tampil di festival tersebut. Kendaraan itu datang dari berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, Bandung Raya, Tasikmalaya, Sumedang, Garut, hingga Cirebon.

Pameran menampilkan beragam pendekatan perawatan dan restorasi. Ada kendaraan yang dipulihkan hingga back to factory condition, ada pula unit bergaya retro-custom, sementara sebagian lain tetap dipertahankan dalam kondisi aslinya.

Festival ini juga menonjol karena tidak berhenti pada tampilan fisik kendaraan. Penyelenggara mengangkat nilai sejarah, karakter, dan kisah personal yang melekat pada tiap unit yang dipamerkan.

Ruang temu bagi komunitas, keluarga, dan wisatawan

The Heritage Classic & Retro Festival dirancang sebagai ruang pertemuan yang lebih luas dari sekadar pameran otomotif. Acara ini membuka ruang bagi komunitas, penggemar kendaraan lawas, pelaku kreatif, keluarga, hingga wisatawan untuk berinteraksi dalam suasana yang santai.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Dinner Night pada 5 Juni 2026. Momen ini menjadi ajang silaturahmi antara komunitas, tamu undangan, dan para penggemar kendaraan klasik yang hadir di Lembang.

Selain pameran mobil dan motor klasik, festival ini juga memuat aktivitas komunitas dan konsep vintage lifestyle. Kombinasi itu membuat acara ini diposisikan sebagai event yang menyentuh sisi otomotif sekaligus pengalaman gaya hidup.

Nilai sejarah dan cerita personal jadi daya tarik utama

Event Director The Heritage Classic & Retro Festival Vol. 1, Otto Noordraven, menekankan bahwa kendaraan klasik memiliki nilai yang lebih dalam daripada sekadar usia atau bentuknya. Ia menyebut di dalamnya ada sejarah, ketelitian, kualitas pengerjaan, cerita personal, dan passion dari para pemilik maupun komunitas yang merawatnya.

Otto juga menilai setiap kendaraan klasik menyimpan cerita yang menjadi bagian penting dari daya tariknya. Perawatan, dedikasi pemilik, dan kebanggaan yang menyertai kendaraan itu membuatnya tetap punya tempat khusus di hati para penggemar.

Salah satu pendiri Komunitas Sahabat Klasik Retro Bersama, Ismeth Emier Osman, melihat festival ini sebagai langkah awal untuk memperkuat hubungan antar komunitas otomotif klasik dan retro di Indonesia. Ia menekankan pentingnya membangun persaudaraan, berbagi pengalaman, dan belajar bersama agar ekosistem kendaraan klasik semakin kuat.

Menurut Ismeth, The Heritage juga ditujukan agar menarik bagi kalangan yang lebih luas di luar komunitas otomotif. Lembang dinilai memiliki daya tarik wisata yang kuat, sehingga kegiatan seperti ini berpotensi menjadi magnet baru bagi kawasan tersebut.

Dorongan untuk agenda tahunan

Penyelenggara berharap The Heritage berkembang menjadi agenda tahunan yang konsisten dan memiliki identitas kuat di kalangan pecinta otomotif klasik dan retro. Harapan itu juga dibarengi dengan dorongan agar festival ini menjadi sarana kolaborasi antara komunitas, industri kreatif, dan sektor pariwisata.

Komunitas Sahabat Klasik Retro Bersama sendiri merupakan wadah bagi pemilik, kolektor, penghobi, dan pemerhati kendaraan klasik serta retro. Melalui pameran, gathering, dan kolaborasi acara, komunitas ini berupaya memperkuat budaya otomotif klasik di Indonesia.

Source: voi.id

Berita Terkait

Back to top button