Dikepung Pebalap Spanyol, Veda Malah Finis di Depan dan Jaga Asa Podium Moto3

Veda Ega Pratama menunjukkan bahwa nama besar pebalap Spanyol di Moto3 tidak otomatis membuatnya ciut. Pebalap muda Indonesia itu justru memperlihatkan bahwa ia mampu bertarung langsung di lintasan dan finis di depan beberapa rider tuan rumah saat balapan di Catalunya.

Di tengah dominasi pebalap dari Spanyol, hasil itu menjadi penanda penting bagi perkembangan Veda. Ia tidak hanya hadir sebagai pelengkap persaingan, tetapi mulai menegaskan diri sebagai pebalap yang layak diperhitungkan di level Moto3.

Veda mengaku suasana persaingan semacam itu malah memotivasinya untuk tampil lebih kompetitif. Ia menyebut ada kepuasan tersendiri ketika bisa finis di depan para pebalap Spanyol, terutama saat balapan berlangsung di negeri yang dikenal sangat kuat dalam pembinaan balap motor.

Pada seri Moto3 di Catalunya, Veda finis di posisi ketujuh. Hasil itu menempatkannya di depan Adrian Fernandez yang finis kedelapan, Adrian Cruces di posisi ke-12, dan Joel Esteban di posisi ke-15.

Catatan tersebut penting karena dicapai bukan dalam situasi persaingan yang ringan. Moto3 dikenal sebagai kelas yang sangat ketat, sementara Spanyol selama ini menjadi salah satu pusat kekuatan utama yang melahirkan banyak pebalap muda berbakat.

Mampu Masuk Perebutan Podium

Performa Veda juga tidak berhenti pada satu hasil solid di Catalunya. Sepanjang musim Moto3 2026, pebalap binaan Astra Honda Motor itu sudah tiga kali merebut podium ketiga.

Podium-podium itu diraih di Moto3 Brasil dan Moto3 Prancis. Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa Veda bukan hanya sanggup bertahan di papan tengah, tetapi juga bisa ikut masuk dalam pertarungan barisan depan.

Konsistensi itu ikut tercermin di klasemen sementara. Veda kini menempati posisi keenam dengan raihan 71 poin.

Di atasnya, persaingan menuju puncak klasemen masih dipimpin Maximo Quiles. Pemuncak klasemen sementara itu sudah mengumpulkan 170 poin, sehingga Veda saat ini berjarak 99 poin dari posisi teratas.

Selisih tersebut memang masih cukup lebar. Namun, posisi keenam di tengah kompetisi yang keras sudah menjadi gambaran bahwa Veda sedang membangun musim yang kompetitif.

Latar Belakang yang Membentuk Veda

Perjalanan Veda menuju panggung Moto3 juga tidak datang secara instan. Ia merupakan putra dari mantan pebalap Sudarmono, yang menjadi mentor utamanya sejak usia dini.

Faktor itu memberi fondasi penting dalam pembinaan kariernya. Sejak awal, Veda tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan dunia balap dan mendapat pendampingan langsung dari sosok yang memahami kebutuhan pebalap di lintasan.

Sebelum menembus Moto3, Veda lebih dulu menorehkan prestasi di level junior. Ia menjadi juara Asia Talent Cup 2023, sebuah pencapaian yang memperlihatkan potensinya sejak masih berada pada fase pengembangan.

Setelah itu, kariernya terus bergerak naik. Veda kemudian terpilih sebagai pebalap reguler di Red Bull Rookies Cup, salah satu ajang yang kerap menjadi jalur penting bagi pebalap muda menuju level yang lebih tinggi.

Di kompetisi itu, Veda kembali menunjukkan kualitasnya. Ia berhasil menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025, hasil yang semakin menguatkan reputasinya sebagai salah satu talenta muda yang patut diperhatikan.

Arti Penting di Tengah Dominasi Spanyol

Apa yang ditunjukkan Veda punya makna lebih luas dari sekadar posisi finis. Ketika seorang pebalap Indonesia bisa menembus persaingan di kelas yang didominasi nama-nama dari Spanyol dan Eropa, itu menjadi sinyal bahwa jarak kualitas makin bisa dipersempit.

Veda bahkan sudah mencatatkan diri sebagai pebalap Indonesia pertama yang naik podium di Moto3. Pencapaian itu menegaskan bahwa langkahnya di kejuaraan dunia bukan hanya bersifat simbolis, melainkan disertai hasil nyata.

Usia Veda juga masih sangat muda. Pebalap kelahiran 23 November 2008 itu masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang, sementara hasil-hasil yang ia torehkan sekarang sudah cukup untuk menunjukkan bahwa ia mampu berada dalam ritme persaingan tinggi.

Karena itu, setiap penampilan seperti di Catalunya menjadi lebih dari sekadar hasil balapan biasa. Di tengah kepungan pebalap Spanyol, Veda memberi bukti bahwa ia bisa melawan, bertahan, dan sesekali mengungguli mereka di lintasan yang sama.

Source: oto.detik.com
Exit mobile version