
Di tengah harga bensin yang terasa makin berat, efisiensi bahan bakar kembali jadi pertimbangan utama saat orang memilih mobil baru. Kabar baiknya, teknologi mesin sekarang membuat banyak mobil bisa memberi tenaga besar tanpa mengorbankan konsumsi bensin secara ekstrem.
Di berbagai segmen, ada model yang menonjol sebagai pemimpin hemat bahan bakar. Daftar ini menunjukkan bahwa mobil irit bukan hanya milik city car atau hybrid kecil, tetapi juga hadir di sedan besar, sports car, hingga model plug-in hybrid berperforma tinggi.
Subkompak dan kompak masih punya jagoan hemat
Di kelas subcompact gas car, MINI Cooper 2-Door mencatat 28 mpg city dan 39 mpg highway. Mobil mungil ini memakai mesin 2.0 liter turbocharged dengan 161 hp, namun bobot ringan dan ukuran kecil membuatnya tetap efisien.
Untuk compact gas car, Honda Civic menjadi pilihan paling hemat dengan 32 mpg city dan 41 mpg highway. Mesin 2.0 liter empat silindernya masih sanggup memberi efisiensi tinggi, meski Civic kini tidak lagi terasa sekecil dulu dan sudah dibekali banyak perlengkapan standar.
Di kelas compact hybrid, Toyota Prius tetap jadi nama paling kuat. Mobil ini meraih 57 mpg city dan 56 mpg highway, unggul tipis atas hybrid kompak lain seperti Hyundai Elantra Hybrid Blue.
Toyota Prius Plug-In bahkan melompat lebih jauh di kategori compact plug-in hybrid car. Dengan 127 MPGe, model ini disebut sebagai kendaraan berbahan bakar bensin paling efisien secara keseluruhan, jauh meninggalkan pesaing terdekatnya.
Sedan menengah dan besar juga makin efisien
Di kategori mid-size gas car, Honda Accord masih bertahan sebagai sedan bensin yang irit. Mesin 1.5 liter turbocharged 192 hp-nya tetap mampu menghasilkan 29 mpg city dan 37 mpg highway.
Segmen midsize hybrid car justru diisi oleh dua nama besar, yaitu Toyota Camry Hybrid dan Hyundai Sonata Hybrid. Camry Hybrid mencatat 51 mpg city dan 53 mpg highway, sedangkan Sonata Hybrid membukukan 47 mpg city dan 56 mpg highway.
Kedua model itu menempuh jalan berbeda untuk efisiensi. Camry mengandalkan mesin 2.5 liter naturally aspirated empat silinder hybrid, sementara Sonata memakai mesin 2.0 liter yang lebih kecil dan lebih unggul di efisiensi jalan tol.
Untuk midsize plug-in hybrid, BMW 550e xDrive hadir dengan 68 MPGe. Mobil ini memakai mesin inline-six turbocharged yang dipadukan dengan motor listrik besar, menghasilkan 483 hp dan akselerasi 0-60 mph dalam 4,1 detik.
Di kelas full-size gas car, BMW 740i tercatat sebagai mobil bensin besar paling efisien. Meski memiliki sistem mild hybrid, mobil ini tetap digerakkan terutama oleh mesin 3.0 liter turbocharged inline-six dan mampu melampaui 30 mpg di jalan tol.
Toyota Crown Hybrid menjadi full-size hybrid car paling hemat dengan 42 mpg city dan 41 mpg highway. Model ini punya tampilan dan proporsi seperti crossover, tetapi tetap diklasifikasikan sebagai mobil oleh EPA dan mampu menembus konsumsi di atas 40 mpg gabungan.
BMW 750e xDrive menguasai kategori full-size plug-in hybrid car. Dengan 70 MPGe, model ini bahkan disebut lebih efisien daripada 550e xDrive, meski ukurannya lebih besar.
Sports car juga bisa irit
Mazda MX-5 Miata membuktikan bahwa mobil sport tidak harus boros. Dengan mesin 181 hp empat silinder, roadster ringan ini mencatat konsumsi yang setara dengan banyak compact crossover, yakni 26 mpg city dan 35 mpg highway.
Honda Prelude masuk daftar sports car hybrid dengan angka 46 mpg city dan 41 mpg highway. Kehadirannya sempat memicu perdebatan karena sebagian orang menganggapnya lebih mirip compact hybrid bergaya sporty, tetapi efisiensinya tetap menonjol.
Di kelas sports car plug-in hybrid, Ferrari 296 GTB memimpin dengan 47 MPGe. Di segmen ini, jumlah model plug-in hybrid memang sangat terbatas, dan Ferrari menjadi yang paling efisien di antara kelompok tersebut.
Data ini menunjukkan pola yang jelas: hybrid dan plug-in hybrid mendominasi kategori paling hemat, tetapi beberapa mobil bensin murni masih mampu bersaing keras. Bahkan di kelas yang lebih besar dan lebih bertenaga, efisiensi tetap bisa hadir tanpa menghilangkan karakter berkendara.









