
He Xiaopeng kini memegang kendali langsung atas bisnis robotika Xpeng saat perusahaan itu memasuki fase yang paling menentukan. Langkah ini menandai dorongan serius untuk mengubah Xpeng dari pembuat mobil pintar menjadi perusahaan “physical AI”.
Dalam surat internal kepada karyawan, chairman dan CEO Xpeng itu menyebut bisnis robotika sebagai titik balik bersejarah. Ia menilai unit tersebut sudah berada di ambang produksi massal dan komersialisasi, mirip dengan situasi delapan tahun lalu ketika Xpeng bersiap meluncurkan kendaraan pertama, G3 SUV.
Dorongan ke pasar embodied intelligence
Xpeng memandang robotika sebagai arena strategis yang harus dikejar cepat di tengah persaingan embodied intelligence yang sangat ketat. He mengatakan penunjukan dirinya sebagai “CEO” bisnis robotika adalah langkah penting dalam transisi perusahaan menuju physical AI.
Ia juga menempatkan otomotif, robotika, dan globalisasi sebagai tiga kurva pertumbuhan inti Xpeng untuk satu dekade ke depan. Untuk mengejar target itu, perusahaan akan menyalin secara penuh kemampuan rantai pasok, manufaktur, dan globalisasi yang sudah dibangun dari bisnis mobil ke unit robotika.
Jadwal produksi dan ekspansi
Menurut rencana terbaru perusahaan, Xpeng menargetkan produksi massal dan pengiriman awal robot humanoid canggih pada kuartal IV 2026. Setelah itu, robot humanoid tersebut akan masuk ke toko-toko offline Xpeng di seluruh China pada kuartal I 2027 untuk menjalankan tugas sebagai pemandu belanja.
Pada kuartal II 2027, robot itu akan mulai didorong ke pasar luar negeri yang lebih luas. Xpeng juga menargetkan robot humanoid tersebut akhirnya bisa masuk ke lebih banyak rumah tangga biasa pada 2028.
Beban besar di balik ambisi robotika
He mengatakan dirinya sudah menghabiskan setidaknya satu hari penuh setiap pekan selama setahun terakhir untuk bisnis robotika. Ia terlibat langsung dalam diskusi, pemikiran mendalam, dan pengambilan keputusan di unit tersebut.
Menurut He, kompleksitas bisnis robotika Xpeng sangat tinggi karena mencakup perangkat keras, model AI besar, rantai pasok, manufaktur presisi, hingga pemasaran. Kondisi itu membuat perusahaan harus membangun kolaborasi yang lebih dalam agar keunggulan grup bisa berubah menjadi daya eksekusi yang kuat saat perang produksi massal dimulai.
Persiapan pabrik dan teknologi
Xpeng sudah memulai pembangunan basis produksi massal robot humanoid seluas sekitar 110.000 meter persegi pada kuartal I tahun ini. Langkah itu memperlihatkan bahwa perusahaan tidak hanya menyiapkan produk, tetapi juga infrastruktur industri untuk mendukung skala produksi.
Pada Januari tahun ini, Xpeng juga menyerahkan prototipe robot ET1 versi pertama yang dikembangkan dengan standar otomotif. Perusahaan menyebut langkah itu sebagai bukti integrasi mendalam antara pengalaman rekayasa dan manufakturnya.
Iron humanoid dan sorotan publik
Di Tech Day pada November 2025, generasi baru robot humanoid Iron milik Xpeng tampil untuk pertama kalinya dengan gaya berjalan yang natural dan mulus. Demonstrasi itu menarik perhatian besar dari industri, tetapi juga memicu keraguan publik karena gerakannya dianggap terlalu realistis.
Untuk menjawab spekulasi tersebut, He kemudian menampilkan struktur internal robot itu secara terbuka. Generasi baru Iron menggunakan baterai all-solid-state, tiga chip Turing AI buatan sendiri, dan total daya komputasi 2.250 TOPS, serta terintegrasi dengan model besar VLA generasi kedua.
Perubahan personel di tengah akselerasi
Langkah He mengambil alih bisnis robotika datang saat tim tersebut juga mengalami perubahan penting di level personel. Awal bulan ini, Shi Xiaoxin, pemimpin produk inti di bisnis robotika Xpeng, meninggalkan perusahaan.
Shi dikenal sebagai anggota pendiri inti yang membangun proyek robot humanoid Iron dari nol. Kepergiannya menambah lapisan kompleks di tengah sprint Xpeng menuju produksi massal robot humanoid.
Source: cnevpost.com








