Wuling Eksion PHEV Susah Diajak Boros, Jakarta-Jogja Tak Isi Bensin Masih Sisa 553 Km

Author: Qoo Media

Wuling Eksion PHEV membuat perjalanan Jakarta-Jogja terasa sulit boros. Dalam rombongan uji jalan jarak jauh itu, mobil ini tetap irit meski diisi empat orang dewasa plus barang bawaan, AC menyala terus, dan gaya berkendara dibuat normal.

Hasilnya menarik bukan hanya karena konsumsi BBM yang efisien, tetapi juga karena mobil masih menyisakan jarak tempuh ratusan kilometer setelah perjalanan panjang. Dari total perjalanan 630,3 km, sisa jarak yang masih bisa dilalui dari energi yang tersisa tercatat 553 km.

Dibawa Lewat Rute Campuran

Uji jalan bertajuk Media Drive Wuling Eksion “Exploring Family Journeys” ini dirancang seperti perjalanan keluarga realistis. Rutenya melewati Jakarta, Purwokerto, Wonosobo, hingga Jogja dengan kombinasi tol, jalan perkotaan padat, dan jalur pegunungan yang menanjak serta berliku.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Cipali. Di segmen lurus dan panjang itu, pengemudi memakai mode energi Fuel Priority atau Hybrid.

Mesin Listrik Dipakai Saat Macet

Setelah keluar dari Gerbang Tol Pejagan, rombongan langsung menghadapi kepadatan jalur nasional menuju Bumiayu. Karakter berkendara berubah menjadi stop-and-go karena bercampur dengan truk besar, bus, dan motor.

Dalam kondisi seperti itu, mode EV Max atau EV First membuat mobil memprioritaskan motor listrik secara otomatis. Hasilnya, laju mobil terasa sangat senyap dan halus, sekaligus menghindari bensin terbuang saat merayap pelan.

Tanjakan Panjang Tidak Bikin Loyo

Medan berikutnya di Paguyangan hingga Ajibarang menampilkan tanjakan panjang, tikungan berliku, dan aspal yang tidak selalu mulus. Di jalur ini, Eksion PHEV tetap terasa enteng saat menyalip di tanjakan dan tidak menunjukkan gejala kehilangan tenaga.

Etape Jakarta-Purwokerto dituntaskan dengan catatan konsumsi BBM rata-rata 23,7 km/liter. Angka itu diraih setelah perjalanan panjang berjam-jam dari Jakarta hingga pusat kota Purwokerto.

Efisien Juga di Jalur Sulit

Etape kedua dari Purwokerto ke Wonosobo lalu ke Kulon Progo menjadi bagian yang lebih menantang. Jalurnya dipenuhi truk lambat dan beberapa titik aspal bergelombang, sehingga pengujian benar-benar mengandalkan suspensi, torsi tanjakan, dan efisiensi sistem Ling Power Hybrid.

Dalam mode Hybrid, SUV 7-penumpang ini tetap bisa menyalip dengan percaya diri meski membawa empat orang dewasa dan barang bawaan penuh. Saat memasuki dataran rendah Kulon Progo menuju Yogyakarta, jalan kembali landai, lebar, dan mulus.

Di segmen itu, konsumsi BBM rata-rata tercatat 23,1 km/liter. Angka kombinasi yang dicatat bahkan mencapai 24,9 km/liter.

Bekal Teknologi di Balik Efisiensi

Eksion PHEV mengandalkan mesin 1.5L dedicated hybrid engine, motor listrik 145 kW, baterai 20,5 kWh, dan Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Kombinasi itu dipakai untuk mengejar performa yang responsif sekaligus efisien di berbagai kondisi jalan.

Wuling juga menyebut SUV ini bisa menempuh jarak hingga 125 kilometer dalam mode listrik murni. Total jarak tempuhnya diklaim lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan pengukuran CLTC, sehingga cocok untuk perjalanan jauh tanpa kekhawatiran soal jarak tempuh.

Terbaru