Honda NWF150 2026 muncul sebagai salah satu skutik retro 150 cc yang paling menyita perhatian karena membawa fitur yang belum lazim di kelasnya. Model ini hadir di Tiongkok dengan radar blind spot dan dashcam bawaan, dua perangkat yang biasanya lebih akrab dengan kendaraan berukuran lebih besar atau segmen yang lebih mahal.
Daya tarik utamanya bukan hanya soal tampilan klasik, melainkan cara Honda menggabungkan gaya retro dengan paket keselamatan modern. Pendekatan ini membuat NWF150 menonjol di tengah pasar skutik yang selama ini lebih sering menempatkan desain sebagai nilai jual utama.
Fitur keselamatan jadi pembeda
Honda membekali NWF150 dengan radar gelombang milimeter di bagian belakang. Fungsinya untuk mendeteksi kendaraan yang berada di titik buta, lalu memberi peringatan melalui indikator di spion saat ada kendaraan mendekat.
Skutik ini juga sudah membawa dashcam 1080P bawaan yang merekam perjalanan secara otomatis. Fitur ini dapat berguna untuk dokumentasi perjalanan sekaligus sebagai rekaman saat terjadi insiden di jalan.
Paket keselamatan lainnya juga cukup lengkap untuk ukuran skutik 150 cc. Honda menyematkan ABS dual-channel dan Traction Control System atau TCS untuk membantu menjaga kendali di berbagai kondisi jalan.
Panel instrumen menggunakan layar TFT vertikal 7 inci. Tampilan ini memuat navigasi, informasi cuaca, serta tekanan ban melalui TPMS, sehingga aspek informasi pengendara ikut diperkuat.
Dari sisi konektivitas, NWF150 memakai sistem Wi-LINK yang mendukung Bluetooth dan NFC. Sistem ini juga mendukung berbagi kunci digital, menambah sisi praktis untuk penggunaan harian.
Retro di tampilan, modern di isi
Secara desain, Honda NWF150 tetap mempertahankan identitas skutik retro yang kuat. Garis bodinya membulat dan mengingatkan pada motor klasik era 70-an, dengan lampu utama bulat berteknologi LED.
Aksen krom di sejumlah bagian bodi memberi sentuhan premium. Jok memakai material sintetis berkualitas dengan pilihan warna coklat atau hitam untuk menegaskan nuansa klasik yang tetap rapi.
Honda juga memakai dek rata atau flat deck. Rancangan ini membuat motor lebih praktis untuk mobilitas perkotaan dan menambah kenyamanan saat digunakan sehari-hari.
Pilihan warna yang disediakan cukup beragam. Di pasar Tiongkok, model ini ditawarkan dalam Earl Grey, Glacier White, Black Matte, British Green, dan Blue Purple.
Mesin 149,7 cc dan jarak tempuh lebih dari 350 km
Di balik tampilannya yang retro, NWF150 menggunakan mesin eW15 berkapasitas 149,7 cc. Mesin ini memiliki konfigurasi 4-katup dan sistem pendingin cairan.
Tenaga maksimumnya mencapai 15,2 dk pada 8.500 rpm. Torsi puncaknya berada di angka 14,4 Nm pada 6.500 rpm, angka yang menempatkannya cukup kompetitif untuk kebutuhan harian dan perjalanan jarak menengah.
Honda menyebut kecepatan maksimum motor ini mencapai 107 km/jam. Sementara itu, tangki bahan bakar berkapasitas 8,3 liter diklaim memungkinkan jarak tempuh lebih dari 350 km dalam sekali isi penuh.
Data itu menunjukkan NWF150 tidak hanya mengandalkan fitur elektronik sebagai nilai jual. Skutik ini juga disiapkan untuk tetap fungsional sebagai kendaraan komuter dengan jangkauan yang relatif panjang.
Tiga varian dan posisi harga
Honda memasarkan NWF150 dalam tiga varian di Tiongkok. Varian Standard dibanderol sekitar Rp40,2 juta, varian Smart sekitar Rp45 juta, dan varian Pro sekitar Rp48,2 juta.
Perbedaan varian terletak pada kelengkapan fitur. Varian Smart mendapat tambahan konektivitas, sedangkan varian Pro menjadi versi paling lengkap dengan radar dan dashcam.
Strategi ini memberi pilihan yang lebih luas bagi konsumen. Pembeli bisa menyesuaikan kebutuhan, mulai dari versi dasar hingga model dengan teknologi keselamatan paling lengkap.
Potensi menarik perhatian pasar Indonesia
Kehadiran NWF150 memperlihatkan arah baru di segmen skutik retro. Jika sebelumnya motor bergaya klasik lebih kuat di sisi estetika, kini fitur keselamatan mulai menjadi nilai jual utama.
Di Indonesia, segmen skutik retro saat ini diisi oleh nama seperti Yamaha Grand Filano dan Vespa LX. Keduanya belum menawarkan radar blind spot maupun dashcam bawaan, sehingga NWF150 memiliki pembeda yang jelas bila suatu saat masuk ke pasar domestik.
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI menunjukkan penjualan skutik retro terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Konsumen muda di perkotaan cenderung mencari motor bergaya klasik yang tetap praktis untuk penggunaan harian.
Tren penggunaan dashcam juga mulai meluas dari kendaraan roda empat ke roda dua. Dalam konteks itu, langkah Honda menyematkan dashcam bawaan pada NWF150 memberi sinyal bahwa perangkat keselamatan dan dokumentasi perjalanan bisa menjadi fitur yang makin penting di segmen skutik masa depan.







