Toyota resmi membawa Hilux masuk ke era listrik lewat Hilux BEV, dan langkah ini langsung menarik perhatian karena menjadi pikap listrik pertama Toyota. Model ini juga menjadi kendaraan listrik berbasis sasis ladder frame pertama yang dikembangkan pabrikan Jepang tersebut.
Debut globalnya pada November 2025 menegaskan posisi Hilux BEV sebagai perubahan besar untuk lini pikap legendaris Toyota. Di sisi lain, model ini tetap mempertahankan karakter kendaraan kerja yang kuat, sehingga elektrifikasi tidak menghapus identitas utamanya.
Desain lebih futuristik, tetap berformat double cabin
Hilux BEV tampil lebih modern dibanding versi konvensionalnya, dengan lampu depan LED yang lebih ramping dan DRL. Emblem Toyota di bagian depan juga diganti dengan tulisan, bukan logo oval seperti biasa.
Toyota memakai konfigurasi Double Cabin atau dua baris bangku penumpang pada model ini. Pendekatan itu membuat Hilux BEV tetap relevan untuk penggunaan kerja sekaligus kebutuhan harian.
Tenaga besar untuk pikap listrik
Di sektor penggerak, Hilux BEV memakai sistem AWD permanen dengan dua motor listrik. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan 278 HP atau 208 kW, serta torsi 473 Nm.
Kemampuan angkutnya juga masih jadi perhatian utama. Toyota menyebut pikap listrik ini mampu menarik beban hingga lebih dari 1,7 ton.
Untuk menghadapi medan berat, Toyota memperkuat poros eAxle dan menambahkan pelindung bawah atau underguard. Hilux BEV juga menjadi kendaraan listrik pertama Toyota yang dibekali fitur Multi-Terrain Select.
Siap dipakai di jalan berat dan off-road
Multi-Terrain Select atau MTS bekerja dengan lima mode berkendara yang menyesuaikan karakter penggerak secara otomatis. Sistem ini dirancang untuk membantu traksi dan pengendalian saat melewati medan sulit maupun off-road.
Toyota juga mengklaim Hilux BEV sanggup melintasi genangan air hingga kedalaman 700 mm, setara dengan Hilux bermesin konvensional. Meski begitu, ground clearance-nya berada di angka 212 mm, sedikit lebih rendah dari varian konvensional karena baterai ditempatkan di bawah kendaraan.
Baterai 59,2 kWh dan jarak tempuh 380 km di kota
Hilux BEV menggunakan baterai lithium-ion 59,2 kWh dengan sistem pendingin cair. Berdasarkan standar WLTP, jarak tempuhnya mencapai 257 km dalam sekali pengisian daya.
Untuk penggunaan perkotaan, jarak tempuh yang diklaim bisa mencapai 380 km. Angka ini menjadi salah satu daya tarik utama karena memperlihatkan bahwa Hilux listrik tidak hanya disiapkan untuk tugas berat, tetapi juga mobilitas harian.
Pengisian daya juga dibuat cukup cepat. Toyota membekali Hilux BEV dengan DC fast charging 125 kW, sehingga baterai bisa terisi dari 10 ke 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Kabin modern dan fitur keselamatan lengkap
Bagian interior Hilux BEV mengadopsi bahasa desain terbaru Toyota yang mirip Land Cruiser generasi baru. Di dalam kabin tersedia head unit 12,3 inci dan panel instrumen digital 12,3 inci.
Layar tersebut memiliki empat pilihan tampilan, yaitu Casual, Smart, Tough, dan Sporty. Kombinasi ini memberi nuansa modern tanpa meninggalkan kesan utilitarian khas pikap.
Untuk keselamatan, Toyota menyematkan paket T-Mate generasi ketiga. Paket ini mencakup Blind Spot Monitor, Safe Exit Assist, hingga Parking Support Brake.
Kehadiran electric power steering juga membuka jalan bagi fitur Lane Assist untuk pertama kalinya pada Hilux. Ini membuat Hilux BEV bukan hanya berbeda karena motor listrik, tetapi juga lebih kaya teknologi bantuan pengemudi.
Harga dan peluang masuk pasar lain
Toyota saat ini telah membuka pemesanan Hilux BEV di Inggris dengan harga mulai 42.170 poundsterling atau sekitar Rp1 miliar. Di Australia, harga awalnya berada di level AUD74.990 atau sekitar Rp938 juta.
Hilux BEV juga berpotensi hadir di Indonesia. Indikasinya muncul setelah kode kendaraan HILUX BEV DC 4X4 dan Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebesar Rp674 juta tercantum dalam data Bapenda DKI Jakarta.







