Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap nilai barang bukti dalam operasi tangkap tangan terhadap Bupati Muara Enim Edison mencapai hampir Rp 2 miliar. Temuan itu membuat penanganan kasus ini naik dari sekadar penangkapan dalam OTT menjadi perkara dugaan suap yang melibatkan uang tunai lintas mata uang dan saldo rekening.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut total uang yang diamankan tim mencapai sekitar hampir Rp 2 miliar. Barang bukti itu terdiri atas uang rupiah, dolar, dan riyal, ditambah sejumlah saldo dalam rekening yang ikut diamankan penyidik.
Uang diduga terkait aliran penerimaan dari pihak swasta
Budi menjelaskan, beberapa rekening tersebut diduga dipakai sebagai penampungan. Rekening itu disebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh oknum di Pemerintah Kabupaten Muara Enim dari para pihak swasta.
KPK memilih mengamankan saldo di rekening itu karena dugaan fungsinya dalam aliran dana yang terkait perkara. Penjelasan detail soal barang bukti dijanjikan KPK dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Sebelumnya, KPK sempat menyampaikan pada Senin malam bahwa barang bukti yang disita baru sekitar ratusan juta rupiah. Keterangan terbaru ini memperlihatkan adanya pembaruan jumlah uang yang diamankan dari rangkaian OTT tersebut.
Sepuluh orang ditangkap, empat ditetapkan tersangka
Dalam OTT yang berlangsung di Sumatera Selatan dan Jakarta, KPK menangkap 10 orang. Mereka terdiri atas lima unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan lima orang dari unsur swasta.
Salah satu dari 10 orang itu adalah Bupati Muara Enim Edison. Ia ditangkap di Sumatera Selatan dan dibawa KPK ke Jakarta pada Selasa pagi.
Pada hari yang sama, KPK juga mengumumkan Edison menjadi salah satu dari empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Status itu diberikan dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
OTT tersebut juga menjadi operasi tangkap tangan ke-12 yang dilakukan KPK selama 2026. Fakta itu menambah perhatian publik terhadap pola penindakan lembaga antirasuah dalam tahun berjalan.
Sorotan publik mengarah ke pengadaan di Pemkab Muara Enim
Kasus ini menempatkan pengadaan di lingkungan Pemkab Muara Enim sebagai fokus utama penyidikan awal. Keterlibatan unsur pemerintah daerah dan pihak swasta dalam jumlah yang sama menunjukkan dugaan adanya relasi transaksi yang luas dalam perkara tersebut.
Kehadiran uang tunai dalam bentuk rupiah, dolar, dan riyal juga memberi gambaran bahwa aliran dana tidak hanya memakai satu mata uang. Sementara itu, pengamanan saldo rekening memperkuat dugaan bahwa jalur penerimaan tidak berhenti pada uang tunai yang disita saat OTT.
Dengan penetapan tersangka terhadap Edison dan tiga orang lainnya, KPK kini memiliki dasar hukum lebih kuat untuk melanjutkan pendalaman kasus. Konferensi pers lanjutan di Gedung Merah Putih KPK diperkirakan akan menjelaskan lebih rinci asal-usul uang, peran para pihak, dan konstruksi dugaan suap dalam kasus ini.
