Penjualan mobil pada bulan itu memang melambat tajam, tetapi satu model tetap berdiri jauh di atas yang lain: Toyota Kijang Innova. MPV andalan Toyota itu mencatat 6.658 unit dan kembali menunjukkan jarak yang lebar dari para pesaingnya di pasar nasional.
Kondisi pasar terlihat makin kontras karena segmen yang biasanya ramai justru bergerak ketat di bawah Innova. Suzuki Carry berada di posisi kedua dengan 3.793 unit, sementara Daihatsu Gran Max Pickup membuntuti sangat dekat lewat 3.565 unit.
Innova masih sulit dikejar
Capaian Kijang Innova membuatnya tak hanya memimpin daftar penjualan, tetapi juga memberi gambaran jelas soal kekuatan Toyota di pasar. Model ini unggul hampir dua kali lipat dari Carry dan masih meninggalkan Avanza yang berada di bawahnya dengan 3.486 unit.
Di daftar 20 besar, Toyota kembali menempatkan banyak model di posisi penting. Selain Innova dan Avanza, ada Toyota Calya, Rush, Veloz HEV, Hilux, Fortuner, dan Agya yang sama-sama masuk jajaran mobil terlaris.
Persaingan ketat di kelas pikap
Pasar mobil niaga ringan justru menyajikan duel paling menarik antara Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max Pickup. Kali ini Carry berhasil memimpin tipis, sesuatu yang jarang terjadi karena Gran Max PU selama ini dikenal lebih sering mengungguli rivalnya.
Gran Max Pickup hanya terpaut sekitar 200 unit dari Carry, sehingga persaingannya masih sangat rapat. Di bawah dua model itu, Daihatsu Gran Max blind van dan minibus mencatat 2.636 unit, sedangkan Mitsubishi L300 tertahan di 629 unit dan menjadi yang paling buncit di kelompok pikap.
Mobil listrik masih belum stabil
Di sisi kendaraan listrik, hanya dua model yang masuk daftar 20 besar, yaitu Jaecoo J5 EV dan Geely EX2. J5 EV menorehkan 2.943 unit dan bahkan menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia pada periode tersebut.
Namun, kontribusi itu belum cukup untuk menahan pelemahan pasar mobil listrik secara umum. Penjualan mobil listrik pada bulan lalu turun lebih dari 30 persen, dan kondisi itu membuat banyak merek BEV kesulitan mencetak hasil yang lebih kuat.
Situasinya terlihat dari absennya nama BYD di daftar 20 besar, padahal merek ini biasanya sering tampil di papan atas penjualan mobil listrik. Chery juga tidak muncul, sementara Sealion 7 sebagai model paling laris dari kelompok itu tidak menembus 1.000 unit dalam sebulan.
Toyota masih dominan di banyak segmen
Selain dominan di kelas MPV, Toyota juga memimpin beberapa segmen lain. Calya menjadi LCGC terlaris, sedangkan Rush menjadi LSUV terlaris dan meninggalkan Terios di belakangnya.
Daftar penjualan menunjukkan betapa luasnya sebaran model Toyota di pasar. Di bawah Innova dan Avanza, ada Calya dengan 2.785 unit, Rush dengan 2.704 unit, lalu Veloz HEV dengan 2.378 unit yang ikut memperkuat posisi Toyota di berbagai kelas.
Kondisi ini menegaskan bahwa penurunan pasar tidak otomatis meratakan persaingan. Di tengah pelemahan penjualan mobil dan tekanan pada segmen listrik, Kijang Innova tetap menjadi patokan utama yang paling sulit digeser.
Source: ridertua.com





