Honda CUV e Punya Navigasi Mirip Google Maps, Tapi Jarak 80 Km di Harga Rp54 Juta Memecah Pendapat

Honda CUV e mulai mencuri perhatian setelah unitnya bisa dicoba langsung dalam sesi test ride. Sorotan utamanya bukan hanya karena statusnya sebagai motor listrik baru dari Astra Honda Motor, tetapi juga karena kombinasi fitur canggih, harga premium, dan jarak tempuh yang memicu perdebatan.

Di satu sisi, motor listrik ini membawa panel instrumen modern yang bisa menampilkan navigasi layaknya Google Maps langsung di layar. Di sisi lain, banderol Rp54 juta hingga Rp59 jutaan dengan jarak tempuh sekitar 80 kilometer membuat publik terbelah dalam menilai nilai jualnya.

Fitur navigasi jadi pembeda

Daya tarik paling menonjol dari Honda CUV e ada pada panel instrumen TFT 7 inci berwarna penuh. Layar ini terintegrasi dengan sistem konektivitas Honda RoadSync Duo yang memberi akses navigasi digital langsung dari motor.

Sistem itu tidak hanya menampilkan petunjuk arah sederhana. Pengendara bisa melihat peta secara penuh, melakukan zoom, memilih tujuan, hingga mencari stasiun penukaran baterai terdekat lewat tampilan layar motor.

Fungsi RoadSync Duo berjalan melalui koneksi internet yang terhubung ke smartphone pengguna. Selain navigasi, sistem ini juga mendukung penerimaan panggilan telepon, kontrol musik, dan akses ke berbagai pengaturan kendaraan dari panel instrumen.

Saat motor dinyalakan, layar digital langsung menampilkan informasi penting secara lengkap. Data yang tersedia mencakup sisa baterai, estimasi jarak tempuh, mode berkendara, dan navigasi digital.

Kehadiran fitur seperti ini masih jarang ditemui pada motor listrik di Indonesia. Karena itu, Honda CUV e cepat mendapat perhatian sebagai produk yang mencoba membawa pengalaman berkendara lebih terkoneksi dan modern.

Performa disetel untuk kebutuhan kota

Honda membekali CUV e dengan motor listrik berkekuatan sekitar 6 kW atau setara lebih dari 8 tenaga kuda. Torsi maksimumnya mencapai 22 Nm, yang membuat akselerasi terasa responsif saat dipakai di lalu lintas perkotaan.

Tersedia tiga mode berkendara, yakni Standard, Sport, dan Econ. Masing-masing mode memberi karakter tenaga yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna saat berkendara harian.

Dalam pengujian, motor ini mampu menyentuh sekitar 70 km/jam di area test ride. Sementara dari spesifikasi yang ditampilkan, kecepatan maksimalnya diklaim bisa melampaui 80 km/jam.

Karakter berkendaranya disebut terasa natural dan mendekati motor bensin. Respons gas halus, pengereman mudah dikontrol, dan manuver di area sempit terasa ringan.

Setelan ini membuat CUV e terlihat memang diarahkan untuk penggunaan urban. Fokusnya bukan semata kecepatan puncak, melainkan kenyamanan kendali dan rasa berkendara yang mudah diadaptasi.

Nyaman dikendarai, tapi ada kompromi

Di balik kesan premium dan modern, Honda CUV e tetap menyisakan beberapa catatan. Salah satu yang paling terasa adalah karakter suspensi yang cenderung keras saat melintasi permukaan jalan bergelombang.

Hentakan dari suspensi masih cukup terasa ke tubuh pengendara. Namun setelan itu memberi keuntungan lain karena motor terasa lincah saat berpindah jalur dan tetap stabil ketika diajak menikung pada kecepatan menengah.

Posisi duduknya dirancang cukup ergonomis. Meski begitu, jok terasa cukup lebar, terutama bagi pengendara dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter.

Kompromi lain ada di sektor bagasi. Ruang penyimpanan di bawah jok tergolong kecil karena sebagian besar area ditempati dua unit baterai Honda Mobile Power Pack.

Total kapasitas baterainya sekitar 2,8 kWh, yang berasal dari dua baterai masing-masing 1,4 kWh. Dampaknya, bagasi hanya cukup untuk menyimpan jas hujan atau barang kecil lain.

Helm maupun sepatu tidak bisa dimasukkan ke bagasi karena ruangnya terbatas. Bagi pengguna yang terbiasa mengandalkan bagasi motor untuk membawa perlengkapan harian, hal ini bisa menjadi pertimbangan penting.

Harga dan jarak tempuh jadi sumber perdebatan

Honda CUV e dipasarkan mulai Rp54 juta untuk varian standar. Sementara tipe RoadSync Duo dibanderol sekitar Rp59 jutaan on the road Jakarta.

Harga tersebut sudah termasuk dua unit baterai Honda Mobile Power Pack. Meski demikian, sebagian konsumen menilai angkanya cukup tinggi jika dibandingkan dengan motor listrik lain yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh.

Honda mengklaim jarak tempuh maksimal sekitar 80 kilometer. Namun indikator kendaraan menunjukkan potensi penggunaan riil berada di kisaran 75 kilometer, sehingga isu efisiensi dan daya jelajah langsung menjadi perhatian.

Di titik inilah penilaian terhadap CUV e menjadi terbelah. Ada yang melihatnya sebagai motor listrik premium dengan fitur modern dan kualitas material khas Honda, tetapi ada pula yang menyoroti banderol dan jarak tempuhnya sebagai kompromi yang belum tentu cocok untuk semua pengguna.

Bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, konektivitas, dan sensasi berkendara yang mirip motor bensin, CUV e menawarkan paket yang berbeda dari kebanyakan motor listrik lain. Namun bagi yang menjadikan jarak tempuh dan kepraktisan penyimpanan sebagai prioritas utama, angka 75 sampai 80 kilometer serta bagasi kecil bisa menjadi titik pertimbangan sebelum membeli.

Terkait