Penjualan BYD di China turun tajam justru ketika pasar globalnya masih tumbuh. Pada Mei 2026, merek otomotif asal China itu mengirimkan 164.971 kendaraan di pasar domestik, turun 37,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontrasnya terlihat jelas di level global. Dalam bulan yang sama, BYD membukukan penjualan 376.990 unit kendaraan, sehingga pasar luar negeri menjadi penopang penting saat pasar dalam negeri melambat.
Data China EV DataTracker menunjukkan penjualan global BYD sudah tidak lagi turun secara tahunan. Perbaikan itu terjadi karena pengiriman kendaraan ke pasar internasional meningkat dan mulai menutup pelemahan di China.
Perubahan arah ini memperlihatkan tekanan yang dihadapi BYD di pasar domestik. Meski tetap menjadi pemain besar kendaraan listrik, perusahaan kini harus mengandalkan ekspansi internasional agar pertumbuhan tidak terlalu bergantung pada China.
Di saat yang sama, BYD tetap menambah lini produk untuk menjaga momentum bisnis. Salah satu yang menonjol adalah SUV listrik Sealion 08 yang baru masuk daftar pengurangan pajak pembelian di China.
Model ini hadir dalam beberapa konfigurasi, termasuk varian listrik murni dan plug-in hybrid. Untuk versi listrik, Sealion 08 memakai baterai lithium iron phosphate atau LFP dengan kapasitas 92,093 kWh dan 115,072 kWh.
Varian baterai terbesar diklaim sanggup menempuh hingga 900 kilometer berdasarkan standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle atau CLTC. Paket baterai 115,072 kWh itu berbobot 810,5 kilogram dan menyumbang lebih dari 30 persen bobot kendaraan.
BYD juga menyiapkan versi penggerak semua roda atau AWD dengan tenaga gabungan hingga 585 kW atau 784 hp. Varian ini disebut memiliki jarak tempuh hingga 800 kilometer menurut pengujian CLTC.
Selain itu, tersedia versi plug-in hybrid DM-i yang menggabungkan mesin 1,5 liter bertenaga 115 kW dengan motor listrik 200 kW. Varian ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Secara fisik, Sealion 08 memiliki panjang 5.115 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm dengan jarak sumbu roda 3.030 mm. BYD menawarkan konfigurasi lima dan enam penumpang, serta melengkapinya dengan kemudi roda belakang, suspensi udara DiSus-A, dan sistem bantuan pengemudi DiPilot 5.0.
Peluncuran model baru ini menjadi bagian dari strategi BYD memperluas jajaran kendaraan listrik dan hybrid. Di tengah pelemahan pasar domestik, kontribusi pasar luar negeri kini semakin penting untuk menjaga laju pertumbuhan perusahaan.






