Honda Icon e Dibanderol Rp28 Juta, Motor Listrik Mirip Beat Ini Bawa Bagasi 26 Liter dan Baterai Copot Pasang

Author: Qoo Media

Honda Icon e resmi dijual dengan harga Rp28 juta on the road Jakarta. Motor listrik terbaru Honda ini langsung menarik perhatian karena menawarkan format yang akrab bagi pengguna skutik harian, dengan karakter yang disebut mirip Honda Beat.

Daya tarik utamanya bukan hanya harga yang lebih terjangkau dibanding Honda CUV e. Model ini juga membawa kombinasi yang jarang diabaikan calon pembeli perkotaan, yakni bagasi 26 liter, baterai lepas-pasang, dan bodi ringkas untuk mobilitas harian.

Untuk penggunaan dalam kota, paket seperti ini punya nilai jual kuat. Honda Icon e disiapkan sebagai kendaraan praktis bagi pengguna yang membutuhkan motor kompak, mudah dikendalikan, dan tetap fungsional untuk membawa barang.

Secara desain, dimensinya ramping dengan tampilan modern. Tinggi joknya 742 mm, sehingga relatif mudah dijangkau berbagai postur pengendara, termasuk pengguna pemula dan perempuan.

Bobot total motor ini sekitar 89 kilogram. Angka itu membuat Honda Icon e terasa ringan saat dipakai, terutama ketika harus bermanuver di jalan sempit atau lalu lintas padat.

Karakter lincah menjadi salah satu sorotan utama dari motor listrik ini. Penempatan baterai di bawah membantu menciptakan pusat gravitasi yang rendah, sehingga pengendalian terasa mudah saat berbelok atau berpindah jalur.

Radius putarnya juga kecil. Kondisi ini memudahkan pengendara saat putar balik dan saat harus bergerak di ruang jalan yang terbatas.

Untuk kenyamanan, suspensi depan dan belakang disebut cukup empuk untuk kebutuhan jalan perkotaan. Karakter ini mendukung penggunaan harian, terutama di permukaan jalan yang tidak selalu mulus.

Meski ringkas, Honda Icon e tetap memberi ruang pijakan kaki yang panjang dan lebar. Bagian ini menjadi nilai tambah karena memudahkan pengguna membawa barang berukuran besar seperti tas belanja atau bahkan galon air.

Namun, ada catatan pada posisi berkendara untuk postur tertentu. Bagi pengendara dengan tinggi badan di atas 170 cm, posisi kaki cenderung menekuk karena dek bawah cukup tinggi akibat penempatan baterai.

Bagasi besar jadi pembeda

Salah satu keunggulan yang paling menonjol ada pada sektor kepraktisan. Honda Icon e memiliki ruang penyimpanan bawah jok berkapasitas 26 liter, yang diklaim mampu menampung sebuah helm.

Kapasitas ini tergolong besar untuk motor listrik perkotaan. Bahkan, sektor bagasi disebut menjadi salah satu keunggulan Honda Icon e jika dibandingkan dengan Honda EM1 e.

Selain bagasi utama, tersedia kompartemen depan. Honda juga menyematkan port USB Type-C untuk mengisi daya smartphone selama perjalanan.

Kombinasi bagasi besar dan ruang penyimpanan tambahan membuat motor ini tidak hanya menarik dari sisi desain. Fungsinya juga terasa relevan untuk rutinitas harian seperti berangkat kerja, berbelanja, atau aktivitas singkat di dalam kota.

Baterai bisa dilepas, pengisian lebih fleksibel

Honda Icon e memakai baterai dengan sistem lepas-pasang. Artinya, baterai dapat dibawa masuk ke rumah, kantor, atau lokasi lain yang memiliki sumber listrik untuk diisi ulang.

Fleksibilitas ini menjadi salah satu kelebihan penting. Pengguna tidak harus bergantung pada charging dock khusus untuk mengisi daya.

Selain melepas baterai, pengisian juga bisa dilakukan langsung melalui soket yang tersedia pada bodi motor. Opsi ganda ini memberi kemudahan bagi pengguna dengan kondisi parkir yang berbeda-beda.

Dalam kondisi penuh, Honda mengklaim Icon e mampu menempuh jarak hingga 53 kilometer. Sementara waktu pengisian dari kosong sampai penuh menggunakan charger bawaan membutuhkan sekitar 7 jam 20 menit.

Performa disetel untuk kebutuhan kota

Honda Icon e menggunakan motor listrik tipe hub drive yang ditempatkan langsung di roda belakang. Tenaga maksimalnya sekitar 2,4 hp, dengan torsi 85 Nm pada putaran rendah.

Setelan seperti ini menunjukkan fokus yang jelas pada pemakaian harian. Torsi besar di putaran bawah biasanya membantu motor terasa sigap saat mulai berjalan atau saat menghadapi lalu lintas stop-and-go.

Motor ini menyediakan dua mode berkendara, yaitu ECON dan Standard. Mode ECON dirancang untuk penghematan energi, sedangkan mode Standard memberi respons akselerasi yang lebih cocok untuk penggunaan sehari-hari.

Kecepatan maksimal yang diklaim mencapai 55 km/jam. Angka itu memang bukan untuk perjalanan jauh, tetapi dinilai cukup memadai untuk kebutuhan dalam kota seperti bekerja, berbelanja, atau mengantar anak sekolah.

Dengan harga Rp28 juta on the road Jakarta, Honda Icon e menempatkan diri sebagai opsi motor listrik yang menonjol di sisi kepraktisan. Bukan hanya karena tampilannya ringkas, tetapi juga karena menawarkan bagasi besar, pengisian fleksibel, dan pengendalian yang ramah untuk mobilitas perkotaan.

Terbaru