MPMX Tak Cuma Melatih, Program Ini Siapkan Modal Nyata Bagi SDM Disabilitas

MPMX mengambil posisi yang cukup menonjol dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia. Melalui program MPM Bisnis Inklusif Siap Aksi atau MPM Bisa, perusahaan ini tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga membuka jalur dukungan yang lebih konkret bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha.

Langkah ini menjadi penting karena sebagian penyandang disabilitas masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan, pelatihan pengembangan kapasitas, dan dukungan untuk membangun kemandirian ekonomi. Di titik inilah pendekatan pemberdayaan menjadi relevan, terutama ketika peluang belajar dan akses usaha masih belum merata.

Program yang dirancang untuk pelaku UMKM disabilitas

MPM Bisa merupakan program Corporate Social Responsibility atau CSR dari MPMX yang berada di bawah Life Skill Training Center (LSTC). Sejak berjalan pada 2015, LSTC telah berinisiatif menghasilkan sumber daya manusia kompeten untuk kebutuhan mekanik serta akses kemitraan pengemudi di MPMRent.

Program itu kini berkembang dengan fokus yang lebih luas, termasuk literasi keuangan dan pengelolaan risiko finansial pribadi. Natalia Lusnita, GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, mengatakan perusahaan ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagai pengetahuan terkait literasi.

Ia juga menegaskan bahwa keberlanjutan usaha dibangun melalui kesempatan yang setara, pemberdayaan, serta penciptaan dampak yang bisa dirasakan secara nyata. Dengan pendekatan tersebut, pelatihan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi diarahkan untuk mendorong perubahan yang lebih terukur.

Berjalan tiga bulan dengan tahapan berlapis

Rangkaian MPM Bisa berlangsung selama tiga bulan. Program ini dimulai dengan rekrutmen peserta sepanjang Mei 2026, lalu berlanjut ke pelatihan, mentoring, penjurian, pemberian hibah, hingga pelaporan.

Seluruh rangkaian itu dijadwalkan berakhir pada Juli 2026. Dalam prosesnya, MPMX juga menggelar pelatihan offline pada 9-10 Juni 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan program.

Materi yang diberikan mencakup Literasi Keuangan, Manajemen Risiko Finansial, Digital Security, Etika Digital, sampai Etika Bisnis. Susunan materi ini menunjukkan bahwa program tidak hanya membahas pengelolaan uang, tetapi juga kesiapan peserta menghadapi risiko digital dan membangun usaha dengan tata kelola yang lebih baik.

Karyawan MPMX ikut turun langsung

Pelatihan ini juga melibatkan karyawan MPMX sebagai volunteer fasilitator dan trainer. Para volunteer mendampingi peserta selama sesi pelatihan, sementara sebagian lainnya berbagi pengetahuan dan pengalaman sesuai kebutuhan peserta.

Keterlibatan internal perusahaan memberi dimensi tambahan pada program ini. MPM Bisa dirancang sebagai ruang belajar dua arah yang tidak hanya memberi manfaat bagi peserta, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi para volunteer selama program berlangsung.

Ada dukungan hibah untuk peserta terpilih

Selain pelatihan dan mentoring, MPMX menyiapkan dukungan dana hibah bagi tiga peserta terpilih. Hibah tersebut ditujukan untuk membantu modal pengembangan usaha agar peserta bisa membawa rencana bisnis mereka ke tahap yang lebih lanjut.

Pemilihan penerima hibah dilakukan melalui proses penilaian selama program. Penilaian itu melihat komitmen, konsistensi, dan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan materi pelatihan ke rencana pengembangan usaha.

Skema ini membuat MPM Bisa tidak berhenti pada pembekalan, melainkan bergerak ke tahap pendampingan yang lebih praktis. Bagi peserta disabilitas yang sedang membangun usaha, kombinasi pelatihan, mentoring, dan hibah dapat menjadi dukungan yang saling melengkapi.

Pendekatan MPMX menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas bisa dilakukan lewat ekosistem yang terstruktur. Dari literasi keuangan hingga hibah modal, program ini menempatkan kesempatan setara sebagai fondasi untuk memperkuat kapasitas ekonomi peserta.

Source: otomotif.katadata.co.id

Terkait