Kijang Innova Reborn kembali menunjukkan daya tarik yang sulit ditandingi. MPV lawas Toyota itu masih unggul dari Innova Zenix, dengan penjualan lebih dari 14 ribu unit dalam sebulan.
Capaian itu menarik karena pasar sudah punya pilihan yang lebih baru lewat Zenix yang menawarkan varian hybrid. Namun data penjualan sampai bulan lalu justru memperlihatkan bahwa konsumen Indonesia masih memberi tempat besar untuk model diesel yang sudah lebih lama beredar.
Reborn masih lebih laku dari Zenix
Selama periode Januari hingga Mei, total penjualan Kijang Innova disebut mencapai sekitar 27 ribu unit. Rinciannya, Reborn terjual 14.544 unit dan Zenix 13.194 unit.
Selisih itu memang tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menegaskan posisi Reborn sebagai varian yang masih lebih diminati. Di tengah gencarnya promosi model baru, nama lama ini tetap bertahan di atas kertas penjualan.
Pada bulan Mei saja, Kijang Innova disebut terjual lebih dari 6 ribu unit. Angka itu juga jauh melampaui Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max Pickup yang masing-masing hanya berada di kisaran 3 ribu unit.
Mesin diesel masih punya pasar
Salah satu alasan kuat di balik ketahanan Reborn ada pada statusnya sebagai MPV diesel. Model ini menjadi penerus minat pasar terhadap kendaraan diesel setelah Isuzu Panther tidak lagi diproduksi beberapa tahun lalu.
Sebelum itu, Reborn dan Panther sama-sama bermain di segmen yang serupa. Setelah Panther berhenti, Reborn praktis menjadi salah satu pilihan utama bagi konsumen yang masih mencari MPV diesel baru.
Permintaan terhadap mobil diesel juga belum hilang begitu saja. Di tengah ketatnya persaingan dan semakin ramainya mobil ramah lingkungan, segmen ini tetap punya peminat tersendiri.
Zenix membawa arah baru, tapi belum menyalip
Toyota kini menjual Innova Reborn berdampingan dengan Innova Zenix. Kehadiran Zenix menandai arah baru lewat opsi hybrid, yang sejalan dengan tren kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Di sisi lain, tekanan terhadap mobil diesel juga makin besar karena harga solar sempat melonjak drastis. Saat itu, konsumen diperkirakan makin melirik mobil hybrid, PHEV, atau listrik murni.
Meski begitu, kondisi pasar belum otomatis menggeser Reborn. Toyota tampaknya masih melihat ruang yang cukup besar untuk mempertahankan dua jalur sekaligus, yakni model diesel dan model hybrid.
Risiko regulasi dan nasib mobil diesel
Sebagai model lawas, Reborn tetap menghadapi risiko jika aturan emisi menjadi lebih ketat. Situasi seperti itu pernah terjadi di India, ketika Toyota harus menghentikan produksi MPV diesel karena regulasi emisi diperketat.
Di India, Toyota masih menjual Innova Crysta yang baru mendapat facelift beberapa hari lalu. Namun kondisi pasar di sana dan di Indonesia tidak sepenuhnya sama, karena Reborn masih punya peluang bertahan selama permintaan diesel tetap ada.
Toyota sendiri belum menunjukkan langkah untuk menyetop penjualan Reborn. Model ini masih dijual bersama Zenix, dan kontribusinya ikut menopang penjualan Kijang Innova secara keseluruhan.
Nama Innova masih jadi andalan Toyota
Secara total, penjualan Innova disebut masih melampaui model Toyota lain seperti Avanza dan Rush. Kondisi itu membuat Kijang Innova tetap bertahan di posisi teratas di pasar roda empat tahun ini.
Daya tahan nama Innova juga terlihat dari usianya yang panjang di pasar Indonesia. Dalam beberapa puluh tahun, model ini tetap dikenal sebagai MPV keluarga, sementara Avanza juga masih kuat sebagai MPV murah unggulan Toyota.
Source: ridertua.com






