Biaya harian memakai mobil listrik Chery untuk rute komuter perkotaan diklaim mulai sekitar Rp7.240 per hari. Angka itu muncul dari simulasi perjalanan pulang-pergi 40 km, yang disebut mewakili kebiasaan mobilitas warga penyangga Jakarta menuju pusat kota.
Rentang biaya itu menjadi sorotan karena mencakup beberapa model sekaligus, dari Chery Q hingga Chery J6T. Dalam simulasi yang sama, biaya penggunaan hariannya disebut berada di kisaran Rp7.240 sampai Rp17.040, tergantung model dan jarak tempuh.
Chery menempatkan hitungan ini sebagai bagian dari tawaran mobilitas dengan biaya operasional lebih rendah. Perusahaan menilai kendaraan listrik makin relevan sebagai opsi rasional untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia Budi Darmawan Jantania menyatakan Chery menghadirkan solusi mobilitas zero fuel melalui lini kendaraan listrik yang hemat dan memiliki biaya operasional terjangkau. Ia juga menyebut EV akan terus bertransformasi menjadi pilihan yang rasional untuk menunjang mobilitas masa depan.
Simulasi untuk rute komuter harian
Dasar perhitungannya diambil dari pola perjalanan masyarakat perkotaan Indonesia. Chery mencontohkan pekerja yang tinggal di Bekasi, Depok, Tangerang, atau Bogor dan bepergian ke pusat kota Jakarta dengan jarak harian sekitar 40 sampai 60 km pulang-pergi.
Dengan pola pemakaian itu, Chery Q menjadi model dengan estimasi biaya energi terendah dalam simulasi tersebut. Perusahaan menghitung biaya energinya sekitar Rp181 per km dengan acuan tarif pengisian daya rumah tangga.
Dari angka itu, penggunaan Chery Q untuk perjalanan 40 km per hari diklaim membutuhkan biaya Rp7.240. Jika jarak harian naik menjadi 60 km, biayanya disebut sekitar Rp10.860.
Untuk Chery E5, estimasi biaya energi yang dipakai berada di level sekitar Rp205 per km. Artinya, kebutuhan biaya energi hariannya berada di kisaran Rp8.200 untuk 40 km dan Rp12.300 untuk 60 km.
Sementara itu, Chery J6T memiliki estimasi biaya harian yang lebih tinggi dalam simulasi ini. Untuk perjalanan 40 km sampai 60 km per hari, biayanya disebut berkisar Rp11.360 hingga Rp17.040.
Perbandingan biaya harian dan bulanan
Jika disusun dalam gambaran sederhana, tiga model ini menunjukkan rentang biaya yang berbeda untuk pola komuter yang sama. Chery Q menjadi yang paling rendah, diikuti Chery E5, lalu Chery J6T.
| Model | Estimasi biaya per km | Biaya 40 km/hari | Biaya 60 km/hari |
|---|---|---|---|
| Chery Q | Rp181 | Rp7.240 | Rp10.860 |
| Chery E5 | Rp205 | Rp8.200 | Rp12.300 |
| Chery J6T | – | Rp11.360 | Rp17.040 |
Chery juga menyiapkan simulasi untuk penggunaan bulanan sejauh 1.200 km. Hasilnya, Chery Q diestimasi memerlukan biaya energi Rp217.200 per bulan.
Untuk jarak bulanan yang sama, Chery E5 disebut membutuhkan biaya energi Rp246.000. Adapun Chery J6T berada di angka Rp340.800 per bulan.
Data itu memberi gambaran bahwa selisih biaya antar model tetap terlihat ketika jarak tempuh diperbesar ke level bulanan. Semakin tinggi kebutuhan energi model yang dipakai, semakin besar pula pengeluaran yang harus disiapkan untuk pola perjalanan yang sama.
Konteks lini EV Chery
Saat ini Chery memiliki jajaran kendaraan listrik yang disebut cukup kuat di pasar, yakni Chery Q, Chery J6T, dan Chery E5. Ketiganya diposisikan untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang berbeda, tetapi sama-sama masuk dalam simulasi efisiensi biaya operasional harian.
Chery Q menonjol dalam hitungan ini karena mencatat biaya terendah untuk penggunaan komuter. Di sisi lain, Chery J6T yang memiliki karakter lebih berorientasi petualangan tetap disebut irit untuk dipakai harian berdasarkan simulasi biaya energinya.
Perhitungan yang dipublikasikan perusahaan ini menggunakan skema pengisian daya rumah tangga. Karena itu, angka biaya yang ditampilkan berfungsi sebagai estimasi energi berdasarkan pola penggunaan tertentu, yakni rute harian 40 sampai 60 km dan simulasi bulanan 1.200 km.
Bagi pengguna di kawasan urban dengan jarak tempuh serupa, angka Rp7 ribuan per hari pada Chery Q menjadi titik perhatian utama. Di atasnya, Chery E5 dan Chery J6T tetap menawarkan gambaran biaya operasional yang terukur untuk kebutuhan perjalanan pulang-pergi rutin.
Source: otodriver.com






