Pasar mobil listrik bekas kini membuka pilihan yang lebih terjangkau bagi konsumen dengan dana terbatas. Sejumlah model bahkan sudah ditawarkan di bawah Rp 150 juta, angka yang mulai menarik bagi calon pembeli yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Pilihan di rentang harga ini didominasi mobil berukuran kompak untuk penggunaan perkotaan dan mobilitas harian. Kondisi tersebut membuat segmen mobil listrik bekas kian relevan, terutama ketika harga unit baru masih menjadi pertimbangan utama banyak konsumen.
Penurunan harga mobil listrik bekas terjadi seiring makin banyaknya populasi kendaraan listrik di Indonesia. Kehadiran model-model baru dengan harga yang lebih kompetitif juga ikut menekan nilai jual kembali unit lama di pasar.
Bagi pembeli, situasi ini menciptakan peluang untuk mendapatkan mobil listrik dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding saat unit masih baru. Namun, pasar bekas tetap menuntut perhatian lebih pada kondisi kendaraan dan riwayat pemakaian.
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Senin (15/6/2026) dari berbagai situs jual beli online, ada beberapa mobil listrik bekas yang ditawarkan di bawah batas Rp 150 juta. Sebagian besar berasal dari segmen city car listrik yang memang dirancang untuk pemakaian praktis di area urban.
Daftar harga mobil listrik bekas di bawah Rp 150 juta
| Model | Tahun | Harga |
|---|---|---|
| DFSK Seres E1 L | 2023 | Rp 89 juta |
| Wuling Air EV Lite Standard Range | 2025 | Rp 100 juta |
| Wuling Air EV Standard Range | 2022 | Rp 105 juta |
| Wuling Air EV Standard Range | 2024 | Rp 107 juta |
| Wuling Air EV Long Range | 2023 | Rp 109 juta |
Dari daftar tersebut, DFSK Seres E1 L keluaran 2023 menjadi pilihan termurah dengan harga Rp 89 juta. Sementara itu, lini Wuling Air EV mendominasi daftar dengan beberapa varian dan tahun produksi yang berbeda.
Varian Wuling Air EV Standard Range tercatat muncul dalam dua tahun berbeda, yakni 2022 dan 2024. Harga yang terpantau masing-masing berada di level Rp 105 juta dan Rp 107 juta.
Untuk konsumen yang mencari varian dengan jarak tempuh lebih tinggi dalam lini yang sama, Wuling Air EV Long Range 2023 juga sudah masuk rentang harga terjangkau. Unit ini terpantau ditawarkan Rp 109 juta.
Ada pula Wuling Air EV Lite Standard Range 2025 yang dipasarkan di kisaran Rp 100 juta. Angka ini menunjukkan bahwa beberapa unit dengan tahun produksi relatif muda juga mulai masuk ke level harga yang lebih ramah kantong.
Meski terlihat menarik, harga mobil bekas tidak bersifat seragam. Nilainya bisa berbeda tergantung kondisi kendaraan, jarak tempuh, kelengkapan dokumen, riwayat perawatan, dan lokasi penjualan.
Faktor-faktor tersebut penting karena sangat memengaruhi nilai akhir saat transaksi. Dua unit dengan model dan tahun yang sama bisa memiliki banderol berbeda jika kondisi fisik, catatan servis, atau kepemilikan dokumennya tidak setara.
Pergerakan harga juga bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Kebijakan masing-masing penjual ikut menentukan angka jual yang muncul di berbagai platform online.
Karena itu, daftar harga ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran pasar terkini, bukan patokan mutlak. Calon pembeli tetap perlu membandingkan beberapa unit sebelum mengambil keputusan.
Tren turunnya harga mobil listrik bekas juga mencerminkan perubahan pasar yang semakin cepat. Saat pilihan model baru bertambah dan populasi kendaraan listrik meningkat, pasar sekunder bergerak lebih aktif dan memberi lebih banyak opsi bagi konsumen.
Di sisi lain, dominasi model kompak dalam daftar harga di bawah Rp 150 juta menunjukkan bahwa segmen ini masih menjadi pintu masuk utama menuju kendaraan listrik. Untuk kebutuhan komuter harian di dalam kota, model-model seperti ini menjadi yang paling banyak tersedia di pasar bekas.
Dengan banderol mulai Rp 89 juta sampai Rp 109 juta pada pantauan terbaru, mobil listrik bekas kini tidak lagi identik dengan harga tinggi. Rentang itu memberi alternatif nyata bagi konsumen yang ingin masuk ke ekosistem kendaraan listrik lewat pasar mobil bekas.
