Penjualan mobil LCGC masih belum pulih penuh, tetapi persaingan di dalam segmen ini justru memunculkan kejutan. Toyota Calya varian 1.2 G M/T berhasil unggul tipis atas Honda Brio Satya E CVT, meski harga Brio Satya itu sudah tembus Rp 200 jutaan.
Yang menarik, keunggulan Calya datang dari satu varian saja. Dari Januari hingga Mei 2026, varian tersebut mencatat penjualan 8.828 unit, sedangkan Brio Satya E CVT membukukan 8.732 unit.
Calya unggul tipis di tengah pasar yang lesu
Hasil itu terasa menonjol karena Calya selama ini sering berada di bawah Daihatsu Sigra dan Honda Brio Satya. Namun pada total penjualan LCGC berdasarkan varian hingga bulan Mei 2026, Calya justru menjadi yang paling laris di antara keduanya.
Selisihnya memang sangat tipis, sekitar 100 unit. Tetapi angka itu cukup untuk menempatkan Calya di atas rival yang selama ini kerap disebut lebih populer di kelas LCGC.
Harga jadi pembeda utama
Toyota Calya 1.2 G M/T dibanderol Rp 178,8 juta. Sementara itu, Honda Brio Satya E CVT dijual Rp 206,7 juta, atau lebih mahal Rp 32 jutaan dari Calya.
Meski lebih mahal, Brio Satya tetap menarik minat konsumen. Posisi Honda di segmen LCGC juga unik karena menjadi satu-satunya model yang secara konsisten menantang dominasi Toyota dan Daihatsu.
Segmen LCGC masih tertekan
Di balik performa beberapa model, pasar LCGC secara keseluruhan masih menurun. Dari Januari sampai Mei 2026, total penjualan segmen ini hanya 48.754 unit.
Angka itu turun 17 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat 58.506 unit. Pada penjualan retail, penurunan juga terjadi di sisi wholesales, dari 59.737 unit menjadi 46.055 unit, atau terkoreksi 23 persen.
Kondisi ini membuat persaingan antar model menjadi semakin penting. Di tengah pasar yang melemah, selisih kecil antar varian bisa langsung mengubah posisi di daftar penjualan.
Tekanan datang dari arah pasar baru
Segmen LCGC kini juga menghadapi tantangan dari mobil ramah lingkungan. Mobil listrik murah semakin banyak dijual, sementara mobil hybrid dan PHEV murah ikut menambah pilihan konsumen.
Kenaikan harga bensin juga ikut menekan pasar mobil secara umum. Situasi itu membuat penjualan mobil murah tidak lagi bergerak sekuat sebelumnya, meski jenis ini masih menjadi salah satu yang paling banyak dicari di Indonesia.
Pilihan di segmen ini makin terbatas
Saat ini hanya ada lima mobil LCGC yang dipasarkan dari tiga merek. Brio Satya berdiri sendiri melawan duet Sigra-Calya serta Agya-Ayla, sehingga pilihan konsumen memang tidak lagi sebanyak dulu.
Kondisi tersebut membuat Toyota dan Daihatsu tetap kuat, tetapi Honda masih mampu menjaga daya saingnya. Dalam situasi pasar yang menyusut, performa Brio Satya menunjukkan bahwa model ini masih punya tempat di tengah dominasi lawan-lawannya.
Source: ridertua.com






