ABS Lebih Aman Dari CBS, Tapi Ada Syarat Yang Sering Diabaikan Pengendara

Di pasar sepeda motor Indonesia, pertanyaan soal rem ABS atau CBS yang lebih aman makin relevan karena fitur keselamatan kini ikut jadi bahan pertimbangan utama. Dua teknologi ini sama-sama dirancang untuk membantu pengereman, tetapi karakter dan manfaatnya tidak sama.

CBS cenderung cocok untuk penggunaan harian yang simpel, sedangkan ABS lebih menonjol saat pengendara menghadapi situasi darurat atau jalan yang licin. Perbedaan cara kerja itulah yang membuat pilihan keduanya tidak bisa dilihat hanya dari harga atau popularitas.

Cara kerja yang berbeda

CBS atau Combi Brake System membagi tenaga pengereman antara roda depan dan belakang. Saat tuas rem belakang ditarik, sebagian gaya pengereman otomatis dialirkan ke roda depan agar distribusinya lebih seimbang.

Sistem ini membantu pengendara yang belum terbiasa memakai rem depan dan belakang secara optimal. Dalam pemakaian harian, CBS membuat pengereman terasa lebih mudah dan stabil tanpa teknik khusus.

ABS atau Anti-lock Braking System bekerja dengan sensor elektronik yang terus memantau putaran roda. Saat sistem mendeteksi roda berpotensi terkunci karena pengereman keras, tekanan rem akan diatur otomatis dalam hitungan milidetik.

Hasilnya, roda tetap berputar dan pengendara masih bisa menjaga arah motor untuk menghindari rintangan. Karena itu, ABS sering dianggap memberi kendali lebih baik saat pengereman mendadak.

Kondisi jalan menentukan manfaat

Dalam lalu lintas perkotaan dengan kecepatan menengah sekitar 40 hingga 60 km/jam, CBS dinilai cukup efektif. Sistem ini memberi rasa pengereman yang mudah dan stabil untuk kebutuhan harian.

Namun, CBS tidak punya kemampuan mencegah roda terkunci jika motor melaju kencang atau melewati jalan licin lalu rem ditekan terlalu keras. Di titik ini, keterbatasannya mulai terlihat jelas.

ABS justru menunjukkan performa terbaik pada kondisi yang lebih berisiko, seperti permukaan basah, berpasir, atau licin. Teknologi ini membantu menjaga traksi ban agar risiko tergelincir bisa ditekan.

Karena fungsi itulah ABS banyak dipakai pada motor sport, touring, hingga adventure. Karakter penggunaan motor-motor tersebut memang menuntut tingkat keselamatan lebih tinggi.

Soal biaya dan pilihan pembeli

Dari sisi harga, motor dengan CBS umumnya lebih terjangkau karena konstruksinya lebih sederhana. Biaya perawatannya juga disebut tidak jauh berbeda dari sistem rem konvensional.

Sebaliknya, motor berfitur ABS biasanya dijual sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta lebih mahal dibandingkan varian non-ABS atau CBS. Selisih ini menjadi pertimbangan penting bagi banyak calon pembeli.

Meski begitu, tambahan biaya tersebut kerap dianggap sepadan dengan peningkatan keamanan yang ditawarkan ABS. Pada akhirnya, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan berkendara, gaya pemakaian, dan anggaran yang tersedia.

Bagi pengendara yang lebih sering berada di jalan perkotaan dan mengejar kemudahan, CBS bisa jadi pilihan yang masuk akal. Namun untuk mereka yang ingin perlindungan lebih saat menghadapi pengereman keras atau kondisi jalan kurang ideal, ABS menawarkan keunggulan keselamatan yang lebih kuat.

Source: www.liputan6.com

Terkait