Kemacetan di kota bukan hanya menghabiskan waktu, tetapi juga membuat konsumsi BBM naik lebih cepat dari perkiraan. Dalam kondisi stop and go yang terus berulang, cara berkendara justru menentukan seberapa banyak bahan bakar yang terbuang.
Banyak pengendara masih mengira boros BBM hanya soal jenis kendaraan atau jarak tempuh. Padahal, saat mobil atau motor terjebak macet, kebiasaan kecil seperti menekan gas, mengerem, atau membiarkan mesin menyala terlalu lama bisa memberi dampak besar pada efisiensi.
Kebiasaan Berkendara Jadi Penentu Utama
Akselerasi dan pengereman mendadak termasuk penyebab paling umum BBM cepat habis di jalan padat. Saat kendaraan sering berhenti lalu bergerak lagi, mesin bekerja lebih keras dan pembakaran bahan bakar ikut meningkat.
Karena itu, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi penting agar laju kendaraan tetap stabil. Berkendara secara halus atau smooth driving membantu mesin bekerja lebih efisien dan mengurangi frekuensi menginjak rem.
Nomor 3 Sering Diabaikan Saat Macet Panjang
Salah satu cara hemat BBM yang paling sering diabaikan adalah mematikan mesin saat berhenti lama. Langkah ini berguna ketika kendaraan tidak bergerak lebih dari 1 menit, misalnya saat lampu merah panjang atau kemacetan total.
Mesin yang tetap menyala saat mobil atau motor diam tetap mengonsumsi bahan bakar tanpa menghasilkan jarak tempuh. Namun, tindakan ini tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi lalu lintas agar tetap aman sebelum mesin dimatikan.
Gigi dan Beban Kendaraan Juga Berpengaruh
Untuk motor dan mobil manual, penggunaan gigi yang tepat ikut menentukan efisiensi bahan bakar. Banyak pengendara bertahan terlalu lama di gigi rendah saat macet, padahal kondisi itu membuat mesin bekerja tidak efisien.
Pada kecepatan sangat pelan, gigi 1–2 lebih sesuai. Sementara untuk pergerakan lambat yang stabil, gigi 2–3 dapat membantu pembakaran bahan bakar menjadi lebih optimal.
Selain itu, beban kendaraan yang terlalu berat juga membuat mesin bekerja lebih keras. Barang yang tidak perlu sebaiknya dikeluarkan dari bagasi mobil atau jok motor agar kendaraan tetap ringan dan lebih hemat BBM.
Tekanan Ban dan AC Tidak Boleh Disepelekan
Ban yang kurang angin membuat kendaraan terasa lebih berat saat melaju. Kondisi ini meningkatkan hambatan gulir, membuat mesin bekerja lebih keras, dan akhirnya menambah konsumsi BBM.
Pemeriksaan tekanan ban idealnya dilakukan rutin, setidaknya seminggu sekali. Jika tekanannya sesuai standar pabrikan, kendaraan biasanya lebih ringan digerakkan dan lebih efisien bahan bakar.
Untuk mobil, penggunaan AC juga perlu diatur dengan bijak saat macet. AC yang terlalu dingin dapat membebani mesin, sehingga penggunaan tingkat sedang lebih disarankan, terutama ketika kendaraan berhenti lama.
Perawatan Mesin dan Pilihan Rute Ikut Menentukan
Mesin yang tidak terawat cenderung lebih boros BBM karena harus bekerja lebih keras. Servis berkala seperti ganti oli tepat waktu, membersihkan filter udara, dan mengecek sistem injeksi atau karburator membantu menjaga pembakaran tetap efisien.
Jika memungkinkan, jalur alternatif juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi waktu terjebak macet. Semakin lama kendaraan berhenti dan berjalan pelan, semakin besar bahan bakar yang terbuang.
Aplikasi navigasi dapat membantu mencari rute tercepat dan paling lancar di tengah padatnya lalu lintas kota. Dengan kombinasi kebiasaan berkendara yang lebih tenang, kendaraan yang terawat, dan pemilihan rute yang tepat, pengeluaran BBM saat macet bisa ditekan tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.
