Tekanan angin ban mobil tidak bisa diisi asal keras. Kondisi yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama bisa menimbulkan masalah saat mobil dipakai harian.
Hal ini penting karena ban menjadi satu-satunya komponen mobil yang bersentuhan langsung dengan aspal. Saat tekanan angin tidak sesuai, dampaknya bukan hanya ke kenyamanan, tetapi juga ke keamanan dan efisiensi mobil.
Banyak pemilik mobil masih belum memperhatikan tekanan angin ban yang ideal. Padahal, kondisi ini perlu dijaga agar mobil tetap aman melaju dan komponen lain tidak ikut terdampak.
Tekanan angin ban yang kurang bisa menimbulkan risiko pada pelek, terutama saat mobil melintasi jalan berlubang. Selain itu, mobil juga terasa lebih berat dan konsumsi BBM bisa menjadi lebih boros.
Yusuf dari Otomax Car, Tangerang, menjelaskan bahwa ban dengan tekanan kurang dapat membuat pelek rusak, peang, bahkan pecah ketika menghantam lubang di jalan. Kondisi itu juga membuat kerja mobil lebih berat saat digunakan.
Masalah tidak berhenti pada tekanan yang kurang saja. Tekanan angin yang berlebih juga punya efek negatif yang sering tidak disadari pengemudi.
Menurut Yusuf, tekanan ban yang terlalu tinggi bisa memunculkan getaran pada setir. Kenyamanan berkendara juga menurun karena bantingan mobil terasa lebih keras.
Artinya, mencari tekanan angin ban yang pas jauh lebih penting daripada sekadar membuat ban terasa keras saat ditekan. Ban yang terlalu keras belum tentu berada pada kondisi ideal untuk mobil.
Jangan Menebak Tekanan Ban
Acuan tekanan angin ban mobil sebenarnya sudah disediakan oleh pabrikan. Informasi itu dapat dilihat pada stiker yang menempel di frame pilar sebelah kanan.
Untuk menemukannya, buka pintu kanan depan di sisi pengemudi. Pada pilar B terdapat stiker yang memuat informasi tekanan angin ban yang dianjurkan.
Data pada stiker tersebut menjadi rujukan utama karena setiap mobil bisa memiliki kebutuhan tekanan angin yang berbeda. Perbedaan itu umumnya dipengaruhi oleh jenis mobil dan ukuran pelek yang digunakan.
Karena itu, tidak tepat menyamakan tekanan angin semua mobil. Tekanan yang cocok untuk satu model belum tentu sesuai untuk model lain.
Mengandalkan kebiasaan umum atau perkiraan dari tampilan ban saja juga tidak cukup. Ban bisa terlihat normal, tetapi tekanannya belum tentu sesuai rekomendasi.
Dampak Tekanan Kurang dan Berlebih
Tekanan ban yang kurang sering dianggap sepele, padahal efeknya cukup besar saat mobil dipakai di berbagai kondisi jalan. Risiko paling serius muncul ketika roda menghantam permukaan jalan yang berlubang.
Dalam kondisi itu, pelek bisa menerima beban benturan lebih besar. Akibatnya, pelek berpotensi rusak, peang, atau bahkan pecah.
Selain itu, tekanan yang kurang membuat mobil terasa berat saat berjalan. Efek lanjutannya adalah kebutuhan BBM meningkat karena mobil bekerja lebih keras.
Sementara itu, tekanan yang berlebih membawa masalah berbeda. Mobil memang bisa terasa lebih ringan, tetapi kenyamanan menurun karena bantingan suspensi terasa keras.
Getaran pada setir juga bisa muncul ketika tekanan terlalu tinggi. Kondisi ini bisa mengganggu rasa nyaman saat berkendara, terutama dalam perjalanan harian.
Tekanan Ideal Bergantung Mobil
Tidak ada satu angka tunggal yang bisa dipakai untuk semua mobil. Kebutuhan tekanan angin ban mengikuti spesifikasi kendaraan dan ukuran pelek yang terpasang.
Itu sebabnya stiker pada pilar pintu menjadi informasi yang penting untuk diperhatikan. Pemilik mobil sebaiknya menjadikan data tersebut sebagai patokan sebelum menambah atau mengurangi angin ban.
Kebiasaan mengisi angin sampai ban terasa sangat keras justru perlu dihindari. Cara seperti itu bisa membuat tekanan melampaui kebutuhan kendaraan.
Sebaliknya, membiarkan ban dalam kondisi kurang angin juga bukan pilihan aman. Selain memengaruhi konsumsi BBM, kondisi ini meningkatkan risiko kerusakan saat mobil melintasi jalan yang rusak.
Menjaga tekanan ban tetap sesuai anjuran menjadi langkah sederhana, tetapi dampaknya besar untuk keamanan dan kenyamanan. Dengan patokan yang sudah tersedia di mobil, pengemudi tidak perlu lagi menebak-nebak tekanan angin yang pas.







