Luxeed RX Mirip Ferrari Purosangue, Klaim Mantan Desainer Ferrari Justru Dipertanyakan

Kemunculan Luxeed RX langsung menyita perhatian setelah dokumen Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) mengungkap SUV baru hasil kolaborasi Huawei dan Chery di bawah payung HIMA. Sorotan utamanya bukan hanya karena statusnya sebagai model baru, tetapi juga karena desainnya yang ramai dibandingkan dengan Ferrari Purosangue.

Perbincangan itu semakin meluas karena peluncuran model ini dibayangi polemik soal tim desain di balik pengembangannya. Di saat tampilannya dianggap sangat khas dan berkarakter sporty, klaim mengenai sosok perancangnya justru memunculkan pertanyaan dari publik.

Sebagai produk yang diposisikan sebagai FUV atau Fashion Utility Vehicle, Luxeed RX hadir dengan proporsi bodi yang rendah dan orientasi desain yang menonjolkan kesan dinamis. Bagian depan memakai grille tertutup, lampu utama berbentuk huruf L, serta intake udara tiga bagian pada bumper depan.

Di bagian belakang, mobil ini mengusung diffuser berukuran besar yang memperkuat citra performa. Kombinasi siluet rendah dan detail eksterior itu membuat banyak pihak segera mengaitkannya dengan Ferrari Purosangue.

Dimensi dan teknologi yang dibawa

Di luar polemik desain, Luxeed RX juga datang dengan sejumlah detail teknis yang cukup menonjol. SUV ini dibekali empat sensor LiDAR, sebuah konfigurasi yang menandakan fokus kuat pada teknologi pendukung berkendara.

Luxeed RX juga mengadopsi teknologi die-casting dengan sistem pengendalian termal elektromagnetik yang diklaim sebagai terobosan baru. Detail ini menempatkan model tersebut bukan hanya sebagai produk gaya, tetapi juga sebagai kendaraan yang ingin menonjolkan sisi rekayasa.

Secara ukuran, Luxeed RX memiliki panjang 5.020 mm, lebar 2.007 mm, dan tinggi 1.585 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.000 mm, memberi gambaran bahwa model ini berada di kelas SUV besar dengan proporsi yang lebar dan rendah.

Ukuran tersebut ikut menjelaskan mengapa tampilannya terlihat mencolok dan berkarakter. Dimensi yang besar, dipadukan garis bodi rendah, membuat kesan sporty pada mobil ini menjadi lebih kuat.

Pilihan penggerak dan posisi pasar

Untuk sektor penggerak, Luxeed RX akan tersedia dalam beberapa pilihan sistem tenaga. Kehadiran beberapa opsi ini menunjukkan bahwa model tersebut disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar yang berbeda.

Meski rincian lengkap sistem tenaga belum diuraikan, pendekatan multiopsi itu memberi sinyal bahwa Luxeed RX tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga fleksibilitas produk. Hal ini penting bagi model yang hendak masuk ke segmen SUV premium berkarakter sporty.

Kolaborasi Huawei dan Chery sendiri menambah daya tarik tersendiri pada model ini. Dengan membawa nama Luxeed di bawah HIMA, RX muncul sebagai bagian dari gelombang kendaraan Tiongkok yang mencoba memadukan teknologi tinggi, desain kuat, dan positioning yang lebih aspiratif.

Kontroversi di balik desain

Perdebatan terbesar muncul setelah Zhao Changjiang, Direktur Eksekutif sekaligus Wakil Presiden Eksekutif Luxeed, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan telah merekrut seorang mantan kepala desainer Ferrari. Ia juga menyebut Luxeed menggandeng tim penyetel sasis yang pernah bekerja untuk BMW dan Aston Martin.

Pernyataan itu lalu mendapat bantahan terbuka dari Ingrid Sun, Direktur Public Relations Ferrari Greater China. Melalui media sosial, Sun mempertanyakan kebenaran klaim tersebut dengan menulis, “Saya ingin bertanya, siapa nama mantan kepala desainer Ferrari yang dimaksud?”

Respons itu memperkuat keraguan publik yang sudah lebih dulu muncul. Sejumlah warganet menyoroti bahwa posisi kepala desainer Ferrari diketahui relatif tidak berubah selama lebih dari satu dekade terakhir.

Menariknya, hingga 11 Juni, unggahan yang berisi tantangan terbuka dari Ingrid Sun dilaporkan sudah tidak lagi ditemukan di akun media sosialnya. Namun hilangnya unggahan itu tidak menghentikan diskusi, karena perhatian publik telanjur terfokus pada hubungan antara klaim desain dan kemiripan visual mobil ini dengan model Ferrari.

Pada akhirnya, Luxeed RX kini menjadi bahan pembicaraan bukan hanya karena spesifikasi dan teknologi yang dibawanya, tetapi juga karena narasi di balik penciptaannya. Di satu sisi, model ini tampil sebagai SUV besar dengan empat LiDAR, teknologi die-casting, dan desain agresif, sementara di sisi lain kontroversi soal sosok desainer justru membuat kemunculannya kian sulit diabaikan.

Source: otodriver.com

Terkait