Becak Listrik Garapan Pindad Mulai Terlihat, Tukang Becak Lansia Tak Perlu Ngayuh Berat Lagi

Penampakan becak listrik buatan PT Pindad mulai terlihat setelah rencana penggantian becak konvensional dengan becak bertenaga listrik disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Kendaraan roda tiga ini hadir sebagai versi modern dari becak kayuh yang selama ini akrab di jalanan sejumlah daerah.

Daya tarik utamanya ada pada cara pengoperasian yang tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga pengemudi. Pindad Electric Pedicab dibekali akselerator elektrik dan mampu melaju hingga kecepatan maksimal 15 km/jam.

Gagasan penggunaan becak listrik ini sebelumnya disampaikan Prabowo pada November 2025. Saat itu, ia menyatakan becak di Indonesia ke depan perlu memakai motor listrik sebagai sumber penggerak.

Prabowo juga meminta para menteri terkait memikirkan langkah realisasi rencana tersebut. Dalam pernyataannya pada 17/11, ia menyinggung agar pengemudi becak berusia di atas 70 tahun tidak lagi dibebani pekerjaan mengayuh seperti sebelumnya.

PT Pindad kemudian menindaklanjuti arahan itu dengan mengembangkan kendaraan yang diberi nama Pindad Electric Pedicab. Model ini dirancang sebagai kendaraan kecil roda tiga dengan penggerak motor elektrik.

Menurut keterangan Pindad di Instagram, produk tersebut merupakan pengembangan dari becak konvensional yang biasanya dikayuh pengemudi seperti mengoperasikan sepeda. Namun, versi baru ini ditambah sejumlah fitur modern untuk mendukung kemudahan penggunaan.

Fitur yang dibawa

Pindad menyebut becak listrik ini dilengkapi display LED dan tuas pedal assisted. Selain itu, tersedia pula lampu depan, lampu belakang, lampu sein, rangka kanopi lipat, tuas gas, dan suspensi.

Pada rincian fitur lain, becak ini juga disebut memiliki digital speedometer dan rem cakram. Kehadiran fitur-fitur tersebut menunjukkan pendekatan yang lebih modern dibanding becak tradisional yang selama ini minim perangkat pendukung.

Meski sudah mengusung motor elektrik, karakter dasar becak tidak sepenuhnya dihilangkan. Pindad Electric Pedicab tetap memakai pedal kayuh sehingga masih bisa dioperasikan dengan cara yang familier bagi pengemudi becak.

Penggunaan pedal itu juga didukung electric pedal assist. Sistem ini membuat becak bisa dikayuh dengan lebih ringan, sehingga beban fisik pengemudi dapat berkurang saat kendaraan digunakan.

Selain pedal bantu, becak ini mempunyai akselerator elektrik seperti pada sepeda motor atau sepeda listrik. Artinya, pengemudi bisa menjalankan kendaraan dengan digas tanpa terus-menerus mengandalkan kayuhan penuh.

Kecepatan maksimal yang disebut untuk kendaraan ini mencapai 15 km/jam. Angka itu menempatkan becak listrik sebagai moda berkecepatan rendah yang tetap sesuai dengan karakter operasional becak di area perkotaan atau lingkungan padat.

Arah modernisasi becak

Pindad menilai kehadiran Electric Pedicab sebagai bagian dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Perusahaan itu menyebut inisiatif ini sebagai langkah strategis pemerintah untuk modernisasi kendaraan komersial.

Di saat yang sama, proyek ini juga dikaitkan dengan dorongan terhadap perkembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Karena itu, becak listrik tidak hanya diposisikan sebagai alat angkut tradisional yang diperbarui, tetapi juga bagian dari arah transisi teknologi transportasi.

Modernisasi ini menjadi penting karena becak selama ini identik dengan kerja fisik berat pengemudi. Dengan tambahan motor elektrik dan pedal assist, konsep becak dipertahankan, tetapi beban operasionalnya dibuat lebih ringan.

Penampakan unit becak listrik itu juga menegaskan bahwa rencana yang semula disampaikan di level kebijakan sudah masuk tahap produk nyata. Kehadiran kendaraan ini memberi gambaran bentuk implementasi dari wacana penggantian becak konvensional.

Secara desain, Pindad tetap mempertahankan format roda tiga yang menjadi ciri utama becak. Namun, penambahan komponen seperti speedometer digital, rem cakram, lampu sein, dan kanopi lipat menunjukkan adanya penyesuaian dengan kebutuhan kendaraan masa kini.

Becak listrik buatan Pindad itu kini menjadi sorotan karena membawa dua fungsi sekaligus. Di satu sisi, ia menawarkan solusi operasional yang lebih ringan bagi pengemudi, dan di sisi lain menjadi simbol dorongan modernisasi transportasi komersial berbasis listrik di Indonesia.

Source: oto.detik.com

Terkait