Onvo L60 mendapat penyegaran besar di China saat penjualannya justru sedang tertekan. SUV listrik ukuran menengah dari submerek Nio itu kini dibekali LiDAR, fitur hiburan belakang yang lebih lengkap, dan total 106 pembaruan di enam aspek utama.
Model terbaru ini resmi meluncur pada 11 Juni 2026. Fokus utamanya ada pada teknologi berkendara cerdas dan peningkatan kenyamanan kabin, dua area yang kini makin menentukan daya saing mobil listrik di pasar China.
Harga dan varian
Onvo L60 tersedia dalam tiga varian. Versi Pro dijual 192.800 yuan atau sekitar US$28.400, lalu turun menjadi 135.800 yuan atau sekitar US$20.000 jika memakai skema Battery-as-a-Service atau BaaS.
Varian Max+ dibanderol 202.800 yuan atau sekitar US$29.800, sedangkan harga BaaS-nya 145.800 yuan atau sekitar US$21.400. Varian tertinggi Ultra+ dijual 222.800 yuan atau sekitar US$32.800, dengan harga BaaS 165.800 yuan atau sekitar US$24.400.
BaaS adalah skema sewa baterai. Konsumen membeli mobil tanpa baterai lalu membayar biaya langganan baterai secara terpisah, sehingga harga awal mobil listrik menjadi lebih rendah.
Ubahan desain dan dimensi
Dari sisi tampilan, Onvo L60 tetap mempertahankan gaya coupe yang ramping. Ubahan paling terlihat ada di bagian depan, terutama bumper yang dibuat lebih sederhana.
Dimensinya tercatat panjang 4.828 mm, lebar 1.930 mm, dan tinggi 1.616 mm. Jarak sumbu rodanya 2.950 mm, dengan tambahan warna baru Interstellar Grey.
Sistem cerdas yang jadi sorotan
Pembaruan paling penting ada pada sistem berkendara cerdas. Menurut CarNewsChina, Onvo L60 kini memakai cip Shenji NX9031 5 nanometer yang dikembangkan sendiri oleh Nio untuk mendukung pembaruan teknologi jangka panjang.
Mobil ini juga memakai Nio World Model dan arsitektur cerdas Coconut. Kombinasi itu mendukung bantuan navigasi end-to-end dan penukaran baterai otonom, sehingga sistem mobil bisa membantu navigasi secara lebih terpadu sekaligus mendukung proses tukar baterai otomatis.
Untuk konsumen yang tidak memilih LiDAR, Onvo tetap menyediakan versi berbasis kamera murni. Versi ini menggunakan cip Nvidia Orin-X dengan kemampuan komputasi 254 TOPS.
Kabin dibuat lebih premium
Bagian interior ikut mendapat banyak perhatian. Kabin memakai tema kulit Nappa Anlan Blue, sementara di depan tersedia layar 17,2 inci beresolusi 3K yang menjalankan sistem operasi SkyOS milik Nio.
Penumpang belakang mendapat layar lipat 17,3 inci beresolusi 3K, sunroof dua tahap dengan penutup, dan plafon beludru halus. Ada juga kotak pemanas dan pendingin 6 liter, serta freezer bawaan 52 liter.
Ruang bagasi mencapai 763 liter. Dari jumlah itu, kompartemen bawah lantai menyumbang 139 liter, sehingga kapasitas muatnya terasa lebih praktis untuk penggunaan harian.
Performa dan jarak tempuh
Onvo L60 dibangun di atas platform generasi ketiga Nio, NT3.0, dengan arsitektur silikon karbida 900 volt. Versi motor tunggal menghasilkan tenaga 240 kW atau 322 hp, sedangkan versi dua motor berpenggerak semua roda mencapai 340 kW atau 456 hp.
Pilihan baterainya tetap 60 kWh dan 85 kWh. Berdasarkan standar CLTC di China, jarak tempuhnya berada di kisaran 530 km hingga 740 km, tergantung konfigurasi yang dipilih.
Tekanan penjualan masih jadi pekerjaan rumah
Pembaruan besar ini datang di tengah kondisi pasar yang tidak ringan bagi Onvo L60. Pada Mei, penjualannya di China hanya 2.023 unit, turun 67,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan LiDAR, kabin yang lebih mewah, dan skema BaaS yang menurunkan harga awal, Onvo mencoba membuat L60 lebih menarik di mata pembeli. Tantangannya tetap besar karena pasar mobil listrik China sangat padat dan konsumen semakin sulit terkesan hanya oleh daftar fitur yang panjang.
Source: voi.id






