Sunroof Maung Ditambah 3 Hari Jelang Pelantikan, Agar Prabowo Bisa Sapa Warga Langsung

Author: Qoo Media

Fitur sunroof pada Maung MV3 Garuda Limousine ternyata bukan bagian dari rancangan awal mobil kepresidenan itu. Penambahan fitur tersebut diminta hanya tiga hari menjelang pelantikan Presiden Prabowo Subianto agar kepala negara bisa menyapa masyarakat secara langsung dalam kegiatan kenegaraan.

Informasi itu diungkap PT Pindad melalui akun Instagram resminya. Menurut perusahaan, MV3 Garuda Limousine semula dikembangkan sebagai kendaraan dengan konfigurasi full armour tanpa sunroof, sebelum akhirnya disesuaikan dengan kebutuhan Presiden.

Kehadiran sunroof kemudian menjadi salah satu elemen yang paling terlihat publik saat Prabowo menggunakan Maung Garuda Indonesia 1. Dari atap kendaraan itu, Prabowo beberapa kali tampak mengeluarkan badan untuk menyapa dan menyalami warga.

Momen tersebut antara lain terlihat ketika Prabowo melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kendaraan kepresidenan itu dipakai di tengah sambutan masyarakat yang menunggu iring-iringan presiden.

Dirancang dari seri MV3

Saat ini Prabowo menggunakan mobil kepresidenan MV3 Garuda Limousine buatan PT Pindad. Model ini merupakan varian pengembangan terbaru dari seri MV3 yang desainnya dikembangkan langsung mengikuti arahan Presiden Prabowo.

Meski disiapkan sebagai kendaraan kepala negara, Maung Garuda tetap membawa karakter kendaraan taktis yang kental. Pindad menekankan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangannya.

Secara dimensi, Garuda Limousine memiliki panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter. Bobot kendaraan ini mencapai 2,95 ton, namun tetap dirancang agar nyaman digunakan presiden.

Di sektor performa, mobil ini dibekali mesin bertenaga 199 dk. Tenaga itu dipadukan dengan transmisi otomatis delapan percepatan.

Kecepatan puncaknya diklaim mencapai 100 km/jam. Angka itu dinilai cukup untuk menunjang kebutuhan perjalanan presiden, meski tidak berorientasi pada kecepatan tinggi.

Fokus pada perlindungan

Pindad membekali bodi kendaraan ini dengan composite armor. Material tersebut disebut mampu menahan tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193.

Perlindungan juga diperkuat lewat kaca antipeluru berstandar level B5/B6. Sementara itu, ban berukuran 21 inci menggunakan tipe Run Flat Tyre sehingga kendaraan tetap bisa melaju meski mengalami kebocoran.

Fakta bahwa kendaraan ini awalnya dirancang full armour tanpa sunroof menunjukkan adanya kompromi desain untuk kebutuhan seremonial dan interaksi publik. Penambahan sunroof dilakukan agar presiden tetap bisa tampil menyapa warga tanpa harus meninggalkan kendaraan resmi yang berlapis perlindungan.

Langkah itu sekaligus menjelaskan mengapa fitur sunroof menjadi sangat penting dalam pemakaian sehari-hari kendaraan kepresidenan tersebut. Sunroof bukan sekadar fitur kenyamanan, melainkan bagian dari fungsi protokoler saat presiden hadir di tengah masyarakat.

Permintaan kendaraan khusus lain

Belum lama ini, Prabowo juga menyampaikan permintaan lain kepada PT Pindad terkait kendaraan kepresidenan. Ia meminta dibuatkan mobil khusus untuk menyapa masyarakat dengan desain menggunakan kaca.

Dalam pernyataannya bulan lalu, Prabowo menyebut ingin ada mobil presiden dengan kursi, namun tetap memungkinkan dirinya terlihat berdiri dari luar. Permintaan itu diarahkan langsung kepada PT Pindad.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit Puji Santosa menyatakan perusahaan siap menyiapkan desain mobil kepresidenan transparan sesuai keinginan Presiden. Kepada Antara, Sigit mengatakan pihaknya telah menerima permintaan langsung tersebut.

Sigit memastikan Pindad akan terus menyiapkannya. Namun, ia belum mengungkap spesifikasi rinci maupun waktu penyelesaian kendaraan berbahan kaca khusus itu.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan kepresidenan saat ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga visibilitas presiden di ruang publik. Setelah sunroof ditambahkan pada Maung MV3 Garuda Limousine, arah pengembangan berikutnya tampak mengakomodasi interaksi yang lebih terbuka dengan masyarakat.

Dengan begitu, Maung Garuda tidak hanya tampil sebagai simbol kendaraan resmi kepala negara, tetapi juga sebagai alat pendukung agenda penyapaan publik. Penyesuaian yang diminta menjelang pelantikan itu menjadi detail penting yang menjelaskan mengapa desain mobil kepresidenan Prabowo berbeda dari konsep awalnya.

Source: oto.detik.com
Terbaru