Suzuki Landy Berubah Arah, Kembaran Toyota Voxy Ini Kini Lebih Irit dan Muat 8 Penumpang

Suzuki Landy kembali mencuri perhatian setelah menerima ubahan minor dan pembaruan mesin. MPV menengah yang menjadi kembaran Toyota Voxy ini kini tampil dengan fokus yang tetap menonjol pada fungsi, tetapi membawa beberapa detail baru yang membuat posisinya menarik di kelasnya.

Sorotan terbesarnya ada pada perubahan dapur pacu dan konfigurasi kabin. Landy kini memakai mesin hybrid 1.800 cc dan untuk pertama kalinya menawarkan opsi 8 kursi, sebuah kombinasi yang mempertegas perannya sebagai MPV keluarga dengan orientasi praktis.

Suzuki Landy selama ini memang bukan nama yang akrab di banyak pasar luar Jepang. Model ini pada dasarnya bermain di segmen yang sama dengan Nissan Serena serta Toyota Noah atau Voxy, dan selama ini porsi utamanya memang berada di pasar domestik Jepang.

Belakangan, muncul kabar bahwa model ini mulai didorong untuk menggaet minat di luar Jepang. India menjadi pasar yang disebut sedang berkembang pesat dan dinilai potensial untuk menerima MPV ini.

Jika langkah itu benar-benar diperluas, Landy akan melengkapi jajaran MPV Suzuki di India. Di sana, Suzuki sudah memiliki Ertiga dan Invicto, sementara Invicto sendiri merupakan model kembaran lain dari Toyota Innova Zenix.

Kembaran Toyota Voxy dengan sentuhan Suzuki

Landy dibangun dari basis yang serupa dengan Toyota Noah dan Toyota Voxy. Kesamaan ini tidak lepas dari kerja sama Toyota dan Suzuki yang memang memungkinkan kedua merek berbagi platform untuk sejumlah model.

Karena itu, karakter dasar Landy sulit dipisahkan dari saudara dekatnya tersebut. Namun, Suzuki tetap memberi sentuhan sendiri, terutama lewat pendekatan yang lebih menekankan fungsi ketimbang gaya yang terlalu menonjol.

Untuk versi 2026 yang muncul pada kuartal kedua, ada sejumlah pembaruan yang terlihat jelas. Salah satu yang paling mencolok ada pada desain area bonnet yang kini berubah dengan karakter lebih berotot.

Perubahan itu memberi wajah Landy kesan yang lebih kuat tanpa mengubah identitas dasarnya sebagai MPV boxy khas Jepang. Dalam konteks mobil keluarga, langkah ini cukup penting karena memberi penyegaran visual tanpa mengorbankan kepraktisan.

Mesin hybrid 1.8 liter gantikan 2.0 liter

Pembaruan terbesar justru datang dari sektor teknis. Suzuki Landy kini memakai mesin hybrid 1.800 cc dengan tenaga puncak yang diklaim mencapai 136 daya kuda.

Tenaga itu disalurkan melalui transmisi e-CVT. Paket ini juga dijanjikan mampu menghasilkan efisiensi konsumsi bahan bakar hingga 23,2 kilometer untuk setiap liter bensin.

Penggunaan mesin 1.800 cc menjadi penanda penting dalam evolusi model ini. Artinya, mesin 2.000 cc yang dipakai generasi Landy sebelumnya resmi tidak lagi digunakan.

Perubahan itu menunjukkan arah baru Landy yang makin menekankan efisiensi. Di segmen MPV menengah, kombinasi kabin lega dan konsumsi bahan bakar irit menjadi nilai jual yang makin relevan.

Selain varian standar, tersedia juga versi dengan transmisi E-Four AWD. Pada varian ini, roda belakang mendapat tambahan motor listrik dan dilengkapi mode berkendara Snow.

Varian AWD tersebut dipasarkan khusus untuk pasar domestik Jepang. Kehadiran opsi ini menegaskan bahwa Landy tetap mempertahankan fleksibilitas untuk kebutuhan pengguna di kondisi jalan dan cuaca yang lebih beragam.

Kabin makin fungsional

Di sektor interior, pembaruan Landy tidak hanya soal jumlah kursi. Suzuki juga menyebut ada sejumlah fitur kabin yang dirancang untuk memudahkan penumpang selama perjalanan.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Suzuki yang lebih mengutamakan aspek fungsi. Jadi, meski basisnya sama dengan Voxy atau Noah, Landy tetap diarahkan sebagai MPV yang menonjolkan kemudahan penggunaan sehari-hari.

Opsi 8 jok menjadi tambahan yang penting karena memperluas skenario pemakaian. Bagi keluarga besar atau kebutuhan angkut penumpang lebih banyak, konfigurasi ini memberi nilai praktis yang lebih tinggi.

Pada saat yang sama, Landy tetap berada di kelas MPV menengah yang menuntut keseimbangan antara kenyamanan, efisiensi, dan kapasitas kabin. Itu sebabnya perubahan minor pada model ini tetap punya arti besar untuk calon pengguna.

Di Jepang, harga Suzuki Landy dibuka mulai dari kisaran 3 jutaan yen. Nilai itu disebut setara sekitar Rp430 jutaan, menempatkannya sebagai MPV menengah dengan positioning yang masih dekat dengan model sekelas dari pabrikan Jepang lain.

Dengan wajah yang lebih segar, mesin hybrid baru, serta opsi kabin 8 penumpang, Landy menunjukkan bahwa model kembaran Toyota Voxy ini tidak sekadar berganti emblem. Suzuki justru mencoba menegaskan identitasnya sendiri lewat efisiensi, fleksibilitas, dan fungsi yang dibuat makin kuat.

Source: otodriver.com

Terkait