Daihatsu Hijet Bangkit dengan 4WD, Kei Van Rp128 Jutaan Ini Makin Sulit Diremehkan

Daihatsu menghadirkan pembaruan besar untuk Hijet Cargo dan Atrai di Jepang, dengan sorotan utama berupa hadirnya sistem 4WD elektronik pada lini kei van ini. Kabar ini menarik karena model yang lama menghilang dari pasar Indonesia itu justru terus berkembang di negara asalnya, termasuk dengan harga awal yang setara Rp128,6 juta.

Pembaruan tersebut juga membawa opsi mesin turbo, transmisi CVT, serta pilihan tenaga listrik pada varian tertentu. Dengan kombinasi itu, Hijet terbaru menunjukkan bahwa kendaraan niaga dan penumpang berukuran mungil tetap punya ruang besar di pasar Jepang.

Model terbaru ini diperkenalkan sebagai versi 2026 dan menjadi lanjutan dari generasi yang sudah beredar sejak 2021. Fokus ubahannya bukan pada pergantian total model, melainkan pada peningkatan fitur keselamatan dan perluasan pilihan varian.

Daihatsu Motor Co. melakukan langkah ini setelah lebih dulu memberi penyegaran pada Hijet Truck. Langkah itu juga penting untuk menjaga daya saing Hijet Cargo dan Atrai di tengah rival seperti Suzuki Every dan Every Wagon.

Harga mulai Rp128,6 juta

Rentang harga menjadi salah satu daya tarik utama dari keluarga Hijet terbaru ini. Untuk varian terbawah, Hijet Cargo Special RWD manual dipasarkan mulai Rp128,6 juta atau USD 7.200.

Di sisi lain, varian Atrai RS turbo 4WD dibanderol hingga Rp225,5 juta atau USD 12.600. Untuk konsumen yang membutuhkan konfigurasi lebih unik, Atrai Deck Van bahkan mencapai Rp251,9 juta atau USD 14.100.

Daihatsu juga menyiapkan versi listrik untuk lini ini. e-Hijet Cargo dan e-Atrai dipasarkan dengan harga Rp351,9 juta atau USD 19.700.

Pilihan mesin dan sistem penggerak

Hijet Cargo dan Atrai terbaru tetap mengandalkan mesin 660 cc, sesuai karakter kei car di Jepang. Daihatsu menawarkan dua pilihan output, yakni mesin naturally aspirated 46 hp dan mesin turbocharged 63 hp.

Pilihan transmisinya terdiri dari manual 5-percepatan atau CVT. Tenaga kemudian disalurkan ke roda belakang atau ke seluruh roda melalui sistem 4WD elektronik yang kini menjadi salah satu nilai jual terbarunya.

Kehadiran 4WD elektronik memberi nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan traksi lebih baik dalam berbagai kondisi jalan. Fitur ini juga memperkuat posisi Hijet sebagai kendaraan kompak yang tidak hanya ekonomis, tetapi juga lebih fleksibel untuk penggunaan harian maupun kebutuhan kerja.

Tetap kecil, praktis, dan relevan

Di Jepang, kei van seperti Hijet masih bertahan karena menjawab kebutuhan transportasi yang sangat spesifik. Dimensi kompak membuat mobil ini cocok untuk jalan perkotaan yang sempit dan area parkir yang terbatas.

Selain itu, efisiensi mesin 660 cc tetap menjadi daya tarik penting. Format kei car juga membuat model seperti Hijet lebih mudah diterima karena sesuai regulasi setempat dan menawarkan biaya kepemilikan yang lebih ramah dibanding MPV atau SUV berukuran besar.

Daihatsu juga mempertahankan sisi praktis lewat pilihan bodi dan fungsi yang beragam. Ada varian Sloper untuk akses kursi roda, serta Deck Van yang membawa kombinasi kabin dan bak kecil untuk kebutuhan angkut ringan.

Fleksibilitas inilah yang membuat Hijet tidak hanya relevan sebagai kendaraan niaga. Di pasar domestik Jepang, model seperti Atrai juga menarik untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan mungil serbaguna dengan kabin fungsional.

Interior dibedakan menurut karakter model

Pada sisi kabin, Atrai mendapat sentuhan yang lebih modern dibanding Hijet Cargo. Model ini kini dibekali cluster digital bernama Active Multi Information Meter.

Sementara itu, Hijet Cargo tetap mempertahankan panel instrumen analog. Perbedaan ini menegaskan posisi masing-masing model, dengan Atrai mengarah ke penggunaan yang lebih personal, sedangkan Hijet Cargo lebih menonjolkan fungsi kerja.

Walau tidak lagi dipasarkan di Indonesia seperti era 1980-an dan 1990-an, nama Hijet masih punya sejarah kuat bagi banyak penggemar otomotif. Pembaruan terbaru ini memperlihatkan bagaimana Daihatsu tetap serius mengembangkan segmen kei van melalui kombinasi harga terjangkau, fitur keselamatan yang ditingkatkan, mesin turbo, sistem 4WD elektronik, dan bahkan opsi listrik untuk kebutuhan pasar Jepang.

Source: www.suara.com

Terkait