Lonjakan industri kendaraan energi baru atau NEV di China kian menarik minat perusahaan multinasional untuk memperdalam kehadiran mereka. Perubahan itu tidak lagi sebatas mencari pasar penjualan, tetapi juga masuk lebih jauh ke riset, manufaktur, lisensi, hingga pengembangan rantai pasokan.
Arah tersebut mengemuka dalam KTT Multinasional Qingdao ketujuh yang berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Rabu (17/6). Forum di Qingdao, Provinsi Shandong, itu dihadiri lebih dari 700 perwakilan dari departemen pemerintah, organisasi internasional, perusahaan multinasional, dan asosiasi bisnis.
China bukan sekadar pasar
Bagi banyak pelaku global, daya tarik utama China terletak pada kombinasi skala pasar, kecepatan inovasi, dan kekuatan ekosistem industrinya. Faktor itu membuat sektor NEV China dinilai bukan hanya besar, tetapi juga strategis bagi perusahaan yang ingin terhubung dengan perkembangan industri otomotif global.
Wakil presiden urusan pemerintahan global Avanci, Uta Schneider, menyebut China sebagai salah satu pasar terpenting bagi perusahaannya. Menurut dia, China adalah produsen otomotif terbesar di dunia dan berada di garis depan kendaraan listrik serta kendaraan terkoneksi.
Schneider mengatakan, tanpa China, misi Avanci untuk menyederhanakan perizinan global tidak akan lengkap. Ia juga menilai China sebagai penggerak utama dalam inovasi paten penting standar, dengan banyak perusahaan lokal menjadi pemegang paten yang signifikan.
Menurut Schneider, posisi China bagi Avanci melampaui fungsi pasar. Ia menyebut negara itu sebagai mitra penting dalam membentuk cara lisensi konektivitas diterapkan secara global.
Avanci yang berkantor pusat di Amerika Serikat merupakan perusahaan lisensi paten yang menyediakan layanan lisensi untuk produsen kendaraan pintar di berbagai negara. Pada 2018, hanya dua tahun setelah berdiri, perusahaan itu mulai menawarkan layanan lisensi kepada perusahaan teknologi dan produsen otomotif China.
Perkembangan bisnis Avanci di China juga menunjukkan pendalaman komitmen tersebut. Perusahaan itu telah membuka kantor di Beijing dan Shenzhen, sementara tim lokalnya terus bertambah dan sejumlah produsen NEV China telah bergabung dengan platform lisensi kendaraannya.
Schneider mengaku terkesan dengan kecepatan dan skala inovasi sektor otomotif China. Dari Eropa, ia melihat kendaraan buatan China semakin sering muncul di jalan-jalan dan mampu bersaing dengan pemain global dalam kualitas, inovasi, dan nilai.
Skala industri yang mengubah peta persaingan
Daya tarik itu lahir dari pertumbuhan industri NEV China yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan berkelanjutan, industri ini membangun rantai pasokan yang terintegrasi penuh dan memadukan daya saing biaya dengan inovasi yang bergerak cepat.
Pada 2025, produksi dan penjualan NEV domestik masing-masing telah melampaui 16 juta unit. NEV juga menyumbang lebih dari 50 persen total penjualan mobil baru di pasar domestik China.
Skala tersebut memberi ruang besar bagi perusahaan global untuk ikut bertumbuh bersama ekosistem lokal. Karena itu, semakin banyak perusahaan multinasional yang menaikkan investasi mereka di sektor NEV dan komponen otomotif di China.
Perubahan yang terjadi juga bersifat struktural. Banyak perusahaan asing kini tidak lagi hanya menjual produk di China, melainkan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem inovasi NEV setempat.
Strategi yang ditempuh pun makin terlokalisasi di seluruh rantai nilai. Cakupannya mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur, hingga aplikasi dan layanan purnajual.
Investasi dan kemitraan makin dalam
Salah satu contoh datang dari Smart, merek yang dikembangkan bersama oleh Mercedes-Benz dan Geely Holding Group. Proyek kendaraan listrik Smart resmi didirikan tahun ini di Jinan, ibu kota Shandong.
CEO global Smart, Tong Xiangbei, mengatakan merek itu berhasil mendapatkan pijakan di pasar China dan Eropa. Menurut dia, pencapaian itu ditopang oleh rantai pasokan lokal yang lengkap serta kebijakan yang mendukung.
Langkah serupa terlihat pada Tesla. Produsen mobil asal Amerika Serikat itu telah mendirikan Shanghai Megafactory di Area Khusus Zona Perdagangan Bebas Percontohan Lin-gang, Shanghai, untuk memproduksi baterai penyimpanan energi.
Volkswagen bersama pabrikan China FAW juga mendirikan pusat penelitian dan pengembangan NEV di Hefei, Provinsi Anhui. Di saat yang sama, keduanya terus memperluas jajaran kendaraan listrik mereka di pasar China.
Penguatan hubungan ini tidak berhenti di dalam negeri China. Beberapa perusahaan multinasional juga menggunakan kemitraan dengan perusahaan China untuk memperluas jejak global mereka di industri NEV.
Tahun lalu, Stellantis dan CATL memulai pembangunan pabrik baterai lithium iron phosphate atau LFP berskala besar di Spanyol. Langkah itu menunjukkan bahwa kolaborasi dengan perusahaan China kini juga menjadi bagian dari strategi internasional untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok kendaraan listrik.
Arah perkembangan ini menegaskan perubahan peran China dalam industri otomotif global. Bagi perusahaan multinasional, China kini menjadi pusat penting untuk pasar, inovasi, teknologi lisensi, riset, produksi, dan ekspansi global di sektor NEV.







