Di tengah persaingan industri otomotif yang makin padat, bos baru Toyota justru mengirim sinyal berbeda: terlalu banyak model dan trim tidak selalu menjadi keuntungan. Kenta Kon menilai ragam varian yang terus bertambah bisa membebani pengembangan dan menambah biaya, meski di permukaan tampak mampu mendorong penjualan.
Pernyataan itu penting karena Toyota selama ini dikenal agresif menjaga banyak pilihan produk di berbagai pasar. Namun, Kon melihat ada titik ketika variasi justru membuat pekerjaan insinyur dan tim pengembangan menjadi lebih berat, terutama saat mereka harus menangani model dan turunan yang jumlahnya terus naik.
Biaya pengembangan ikut naik
Kon menyampaikan pandangannya setelah mengunjungi beberapa pusat riset dan pengembangan Toyota. Ia melihat para insinyur kewalahan menghadapi beragam model dan turunannya.
“Jika Anda pergi ke divisi pengembangan, Anda akan melihat masalah seperti meningkatnya jumlah spesifikasi dan varian berbeda yang dibuat, yang berpengaruh pada kenaikan biaya. Jika ada area di mana pekerjaan tidak dilakukan secara efisien, maka kita perlu memeriksanya lebih teliti,” kata Kenta dikutip dari Motor1, Jumat, 19 Juni.
Ucapan itu memberi isyarat bahwa Toyota mulai meninjau ulang strategi portofolio produknya. Langkah itu berpotensi mengarah pada pemangkasan atau penghentian sejumlah model dan trim untuk menekan biaya pengembangan di masa depan.
Toyota mulai bergerak pelan
Arah itu sebenarnya sudah terlihat perlahan. Pada akhir Mei, Toyota memutuskan menyetop rencana untuk menghadirkan versi produksi LF-ZC.
Keputusan tersebut diambil karena permintaan pasar yang dinilai sangat dinamis. Toyota juga menilai rencana itu bisa menambah beban kerja pada fase perencanaan dan produksi kendaraan.
Situasi ini menunjukkan bahwa Toyota tidak hanya melihat jumlah model dari sisi pasar. Perusahaan juga menghitung ulang dampaknya terhadap efisiensi internal, terutama ketika variasi produk terlalu banyak dan memakan sumber daya.
Tugas berat menanti bos baru Toyota
Kenta Kon datang sebagai suksesor Koji Sato dan langsung membawa agenda koreksi di tubuh perusahaan. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas produksi mobil hybrid.
Di saat yang sama, Toyota tetap menjaga strategi multi-jalur di tengah ketidakpastian pasar EV. Perusahaan masih akan menawarkan pilihan bensin, Hybrid Electric Vehicle atau HEV, Plug-In Hybrid atau PHEV, dan bahkan diesel di masa depan.
Pilihan yang luas itu memang memberi fleksibilitas bagi konsumen. Tetapi dari sudut pandang manajemen, terlalu banyak turunan produk juga bisa membuat biaya pengembangan, perencanaan, dan produksi semakin sulit dikendalikan.
Karena itu, pandangan Kon menarik perhatian. Ia tidak menolak keberagaman produk, tetapi menempatkan efisiensi sebagai ukuran penting saat Toyota menghadapi pasar yang berubah cepat dan tekanan biaya yang terus meningkat.
