Sebuah jet car legendaris yang lahir dari mimpi kecepatan hampir saja masuk lelang, tetapi lot itu justru ditarik tanpa penjelasan terbuka. Mobil itu adalah Flying Caduceus, mesin darat unik yang membawa sejarah motorsport ke arah yang sangat berbeda dari kebanyakan mobil kencang lainnya.
Bonhams sempat menawarkan mobil ini sebagai bagian dari National Automobile Museum Auction di Reno, Nevada, dengan estimasi harga $70,000 hingga $90,000. Mobil tahun 1960 itu dijadwalkan dijual tanpa reserve, namun statusnya kemudian berubah menjadi withdrawn sebelum lelang berlangsung.
Jet car yang didahului zamannya
Flying Caduceus punya tempat khusus dalam sejarah karena dianggap luas sebagai mobil balap darat bertenaga jet pertama yang memang dirancang sejak awal untuk memecahkan rekor kecepatan. Dr. Nathan Ostich mengembangkan konsep ini pada akhir 1950-an, saat mesin piston masih mendominasi upaya-upaya kecepatan ekstrem.
Targetnya juga tidak main-main. Ostich membayangkan kendaraan yang mampu melampaui 500 mph atau 805 km/jam, sementara speedometer mobil itu sendiri menampilkan batas di atas 700 mph.
Masalah terbesar bukan tenaga
Kendala utama proyek ini ternyata bukan mencari mesin yang cukup kuat. Menurut catatan era tersebut yang dikutip rumah lelang, ban justru menjadi masalah paling serius karena ban konvensional akan hancur pada putaran roda yang dibutuhkan untuk lari 500 mph.
Firestone kemudian ikut terlibat dan mengembangkan paket roda serta ban khusus agar mobil ini mampu bertahan terhadap gaya ekstrem. Upaya itu menunjukkan betapa proyek ini bukan sekadar soal memasang mesin jet ke rangka mobil, melainkan juga soal menyelesaikan persoalan teknik yang belum pernah benar-benar ditangani sebelumnya.
Mesin dari bomber nuklir
Tenaga Flying Caduceus datang dari turbojet General Electric J47-19. Varian mesin ini awalnya dikembangkan untuk memberi dorongan tambahan saat lepas landas pada Convair B-36 Peacemaker.
B-36 sendiri adalah bomber nuklir utama Amerika pada awal 1950-an, yang membawa empat mesin ini di samping enam mesin piston. Satu unit J47-19 menghasilkan 5,200 pounds of thrust, setara sekitar 6,930 hp, dan itulah dorongan yang menggerakkan jet car ini.
Mesin tersebut dipasang ke dalam sasis tubular berdiameter empat kaki yang dibalut bodi aluminium. Paketnya juga mencakup suspensi independen empat roda, rem cakram, dan parasut sepanjang delapan kaki untuk membantu memperlambat kendaraan.
Dampaknya lebih besar dari angka top speed
Walau tidak pernah mencapai tujuan utamanya, Flying Caduceus tetap mencatatkan capaian penting. Dalam pengujian, mobil ini mencapai 359.7 mph atau 579 km/jam, dan hasil itu membuktikan bahwa mobil balap darat bertenaga jet memang memungkinkan.
Pencapaian tersebut ikut membuka jalan bagi proyek-proyek berikutnya seperti Spirit of America milik Craig Breedlove, program Thrust milik Richard Noble, hingga Thrust SSC yang dikemudikan Andy Green. Thrust SSC masih memegang rekor kecepatan darat saat ini.
Karena itu, Flying Caduceus kerap dipandang sebagai salah satu kendaraan paling berpengaruh yang jarang dikenal publik. Entah kembali ke lelang atau tetap berada di tangan pribadi, posisinya dalam sejarah kecepatan darat sudah sulit digantikan.
Source: www.carscoops.com






