Perjalanan Jakarta-Semarang dengan Geely EX2 diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 570.000 untuk sekali jalan. Angka itu merupakan gabungan dari tarif tol Rp 440.000 dan estimasi biaya pengisian daya sekitar Rp 130.000.
Perhitungan ini penting bagi calon pengguna mobil listrik yang ingin membandingkan kebutuhan biaya perjalanan antarkota. Sebab, selain tarif jalan tol, mobil listrik juga membutuhkan perencanaan energi yang cukup agar perjalanan tetap lancar.
Geely EX2 sendiri merupakan mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia dengan baterai berkapasitas 40,8 kWh. Pabrikan mengklaim jarak tempuhnya bisa mencapai 395 kilometer berdasarkan metode pengujian NEDC.
Sementara itu, jarak Jakarta-Semarang melalui Tol Trans Jawa berada di kisaran 441 kilometer. Karena jarak tempuh mobil lebih pendek dari total rute, pengemudi perlu melakukan pengisian daya setidaknya di tengah perjalanan.
Rincian biaya tol
Komponen biaya terbesar pada rute ini tetap datang dari tarif jalan tol. Untuk kendaraan Golongan I dari Jakarta menuju Semarang, total tarif yang harus disiapkan mencapai Rp 440.000.
Rincian tarif tersebut terdiri dari Tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp 27.000 dan Tol Cikopo-Palimanan Rp 132.000. Setelah itu ada Tol Palimanan-Kanci Rp 13.500 dan Tol Kanci-Pejagan Rp 31.500.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Tol Pejagan-Pemalang dengan tarif Rp 66.000 dan Tol Pemalang-Batang Rp 53.000. Selanjutnya, pengendara melewati Tol Batang-Semarang Rp 111.500 dan Tol Semarang ABC Rp 5.500.
Jika seluruh ruas itu dijumlahkan, totalnya tepat Rp 440.000. Nilai ini menjadi dasar utama dalam menghitung total ongkos perjalanan satu arah dari Jakarta ke Semarang.
Estimasi kebutuhan listrik
Selain tol, kebutuhan energi juga perlu dihitung dengan cermat. Acuan yang digunakan berasal dari hasil pengujian Kompas.com pada rute Jakarta-Cibodas-Jakarta sejauh sekitar 190 kilometer.
Dalam pengujian tersebut, konsumsi energi Geely EX2 tercatat 11,6 kWh per 100 kilometer. Angka itu setara dengan efisiensi sekitar 8,6 kilometer per kWh.
Dengan memakai angka konsumsi tersebut, kebutuhan energi untuk rute 441 kilometer dapat dihitung. Hasilnya adalah 441 kilometer dibagi 8,6 kilometer per kWh, atau sekitar 51,27 kWh.
Artinya, energi yang dibutuhkan untuk menuntaskan perjalanan berada di kisaran 52 kWh. Jumlah ini lebih besar dari kapasitas baterai 40,8 kWh, sehingga pengisian daya tambahan di perjalanan menjadi kebutuhan yang realistis.
Ketersediaan infrastruktur pengisian di Tol Trans Jawa juga sudah cukup membantu. Terdapat 53 rest area di sepanjang jalur itu yang telah dilengkapi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU.
SPKLU yang tersedia mencakup tipe AC maupun DC fast charging. Keberadaan fasilitas ini memberi opsi bagi pengemudi untuk menyesuaikan strategi isi daya selama perjalanan.
Hitungan biaya isi daya
Jika tarif pengisian daya diasumsikan Rp 2.500 per kWh, biaya listrik untuk kebutuhan sekitar 52 kWh bisa dihitung langsung. Perkaliannya menghasilkan angka sekitar Rp 130.000.
Biaya ini menjadi komponen kedua setelah tol. Dalam skenario tersebut, pengguna Geely EX2 tidak hanya perlu memperhitungkan apakah baterai cukup, tetapi juga memilih titik isi daya yang paling efisien di sepanjang rute.
Ketika ongkos listrik Rp 130.000 digabungkan dengan total tarif tol Rp 440.000, total biaya perjalanan mencapai sekitar Rp 570.000. Estimasi itu berlaku untuk satu kali perjalanan dari Jakarta ke Semarang.
Meski begitu, angka tersebut bukan nilai mutlak. Biaya aktual dapat berubah tergantung kondisi lalu lintas, kecepatan berkendara, penggunaan fitur kendaraan, serta tarif pengisian daya yang dipilih saat singgah di SPKLU.
Bagi pengguna yang sedang merencanakan perjalanan jauh, hitungan ini memberi gambaran awal yang cukup jelas. Dengan kapasitas baterai 40,8 kWh, efisiensi 8,6 kilometer per kWh, dan dukungan 53 rest area ber-SPKLU di Tol Trans Jawa, perjalanan Jakarta-Semarang dengan Geely EX2 tetap memungkinkan dilakukan dengan perencanaan daya yang tepat.
Source: otomotif.kompas.com






