Di pasar Eropa, duel Suzuki Burgman 400 dan Honda Forza 350 menarik karena keduanya sama-sama menargetkan pengendara yang ingin nyaman saat touring tanpa harus naik ke motor touring besar. Keduanya menawarkan posisi berkendara santai, perlindungan angin yang baik, dan kepraktisan khas maxi scooter.
Perbandingan ini juga menunjukkan dua arah karakter yang berbeda. Burgman 400 tampil sebagai maxi scooter klasik yang menekankan kenyamanan dan stabilitas, sedangkan Forza 350 membawa pendekatan lebih modern, lebih ringan, dan lebih lincah untuk pemakaian harian maupun perjalanan jauh.
Suzuki Burgman 400: fokus pada kenyamanan dan rasa tenang
Burgman 400 memakai mesin 1 silinder 399cc DOHC 4-klep berpendingin cairan. Mesin ini menghasilkan tenaga 28,1 hp pada 6.300 rpm dan torsi 35 Nm pada 4.900 rpm, dengan karakter yang lebih menonjol di putaran bawah dan menengah.
Karakter itu membuat Burgman terasa santai saat dipakai touring atau membawa penumpang. Dimensinya yang besar, bodi lebar, jok luas, dan windshield yang tinggi juga memperkuat kesan sebagai skutik premium untuk perjalanan jauh.
Di jalan, Burgman lebih menonjolkan stabilitas daripada kelincahan. Bobot 218 kg membantu motor ini terasa mantap saat melaju di jalan tol atau saat menghadapi angin samping.
Kapasitas bagasi 42 liter menjadi salah satu nilai praktis yang menonjol, meski Honda Forza 350 punya ruang lebih besar. Fitur pendukungnya meliputi traction control, ABS, lampu LED, panel instrumen dual analog + LCD display, serta kompartemen penyimpanan luas.
Harga Burgman 400 di Eropa berada di kisaran 6.995–7.989 Pound sterling, atau sekitar Rp 164,9–188,3 jutaan. Dengan banderol itu, Burgman menawarkan paket yang lebih menekankan rasa nyaman, karakter matang, dan sensasi touring klasik.
Honda Forza 350: lebih ringan dan lebih modern
Honda Forza 350 mengandalkan mesin 1 silinder 330cc SOHC 4-klep eSP+ berpendingin cairan. Meski kapasitasnya lebih kecil, mesin ini mampu menghasilkan tenaga 28,8 hp pada 7.500 rpm dan torsi 31,5 Nm pada 5.250 rpm.
Kombinasi tenaga yang kompetitif dan bobot 186 kg membuat Forza 350 terasa lebih gesit. Di perkotaan, handling-nya lebih ringan dan mudah dikendalikan, sementara di jalan tol motor ini tetap disebut stabil.
Desain Forza juga lebih futuristis. Garis bodinya tajam, windshield elektrik, dan pencahayaan LED penuh memberi kesan sport touring modern yang lebih agresif dibanding Burgman yang tampil konservatif.
Efisiensi menjadi salah satu kekuatan utama Forza 350. Konsumsi BBM-nya berada di kisaran 3,4 liter per 100 km, atau sekitar 29,4 km/liter dalam tabel perbandingan, sehingga membuatnya dikenal sebagai salah satu maxi scooter yang hemat di kelasnya.
Fitur yang dibawa juga cukup lengkap. Forza 350 hadir dengan Smart Key, windshield elektrik, traction control HSTC, ABS Dual-Channel, panel instrumen layar TFT modern, dan ruang bagasi 48 liter.
Angka-angka yang membedakan keduanya
Perbedaan paling jelas terlihat pada karakter dasar masing-masing motor. Burgman 400 unggul di torsi, kapasitas tangki 13,5 liter, dan rasa stabil, sedangkan Forza 350 unggul pada bobot yang lebih ringan, bagasi lebih besar 48 liter, serta konsumsi BBM yang lebih irit.
Tinggi jok juga memberi nuansa berbeda. Burgman berada di 755 mm, sementara Forza 350 lebih tinggi di 780 mm, yang ikut membentuk posisi berkendara dan rasa motor saat dikendarai.
Secara harga, Forza 350 juga lebih terjangkau dengan banderol mulai 5.999 Pound sterling atau sekitar Rp 141,4 jutaan, tergantung negara dan versi. Selisih ini membuat Forza 350 terlihat lebih menarik bagi pembeli yang mencari kombinasi fitur modern, efisiensi, dan harga yang lebih ramah.
Pada akhirnya, Burgman 400 dan Forza 350 sama-sama kuat di segmen maxi scooter touring, tetapi dengan pendekatan yang berbeda. Burgman lebih cocok untuk pengendara yang mengejar kenyamanan klasik dan stabilitas, sedangkan Forza 350 lebih pas untuk mereka yang ingin motor touring modern yang ringan, efisien, dan praktis.
