PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatat lonjakan penjualan retail 25 persen pada Mei 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. Hasil itu membuat Daihatsu tetap mempertahankan posisinya sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia.
Kinerja tersebut menarik perhatian karena terjadi saat ekonomi global dan nasional masih lesu. Di tengah tekanan pasar, Daihatsu justru membukukan kenaikan dan memperkuat pangsa pasarnya.
Berdasarkan data performa perusahaan, penjualan retail Daihatsu pada Mei 2026 mencapai 12.531 unit. Capaian itu mendorong market share merek tersebut naik menjadi 17,4 persen.
Peningkatan juga terlihat di sisi produksi. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total produksi Daihatsu mencapai 169.000 unit mobil, naik 11 persen dari 152.400 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menilai kondisi pasar tahun ini membaik dibanding tahun lalu. Ia menyebut pertumbuhan terjadi pada wholesales dan retail sekaligus, yang menandakan adanya indikasi positif di pasar otomotif.
Menurut Sri Agung, pertumbuhan itu banyak ditopang oleh segmen mobil medium high dan kendaraan komersial. Segmen pick up dan semi komersial ikut memberi kontribusi, meski Low Cost Green Car atau LCGC mengalami penurunan kontribusi secara umum.
Meski begitu, Sri Agung menyebut volume Daihatsu dan Toyota di kelas LCGC tidak mengalami penurunan. Ia menjelaskan bahwa karakter konsumen Daihatsu yang banyak berada di luar kota turut menjaga performa di segmen tersebut.
Daihatsu juga mendapat dorongan dari pembeli mobil kedua. Kategori ini mencakup pembelian tambahan, penggantian unit, dan pemesanan berulang yang membuat aktivitas pasar tetap bergerak.
Kontribusi fleet atau armada juga disebut cukup signifikan dalam mendongkrak penjualan. Sri Agung menjelaskan bahwa repeat order dan kebutuhan replacement ikut membantu memperkuat penjualan perusahaan.
Secara komposisi penjualan, Daihatsu menyebut 65 persen masih berasal dari first car buyer dan 35 persen dari second buyer. Sementara itu, kontribusi fleet terhadap total penjualan naik dari 15 persen menjadi 19 persen.







