Pemilik motor listrik Alpha One yang merasa unitnya kurang bertenaga saat menanjak kini punya opsi lain selain menjual motor. Lewat paket modifikasi tertentu, performa motor ini diklaim bisa berubah drastis hingga sanggup mencapai 140 km/jam.
Kabar ini menarik karena keluhan soal tenaga lemah dan kecepatan terbatas cukup sering melekat pada Alpha One standar. Di sisi lain, basis motornya dinilai masih punya potensi besar sehingga peningkatan performa bisa dilakukan tanpa harus mengganti kendaraan secara keseluruhan.
Ulasan mengenai ubahan ini muncul dalam kunjungan kanal YouTube Om Faiz ke bengkel motor listrik EV Story di Bekasi. Bengkel itu disebut menangani berbagai pekerjaan motor listrik, mulai dari perbaikan kelistrikan, mekanikal, sampai remap software controller.
Menurut pengelola EV Story, jantung penggerak Alpha One sebenarnya masih sangat mumpuni. Motor ini memakai dinamo hub drive 4 kW, tetapi performanya belum keluar penuh karena suplai daya dari controller bawaan pabrik dibatasi.
Kunci ubahan ada di controller dan baterai
Dalam proyek ini, komponen utama yang diganti meliputi controller, baterai, serta panel meter atau speedometer. Perubahan paling krusial datang dari penggantian controller bawaan 60 volt menjadi controller Nanjing 72 volt.
Langkah itu membuat motor menerima suplai daya yang jauh lebih besar dibanding setelan standar. Efeknya tidak hanya terasa pada akselerasi, tetapi juga pada kemampuan motor saat menghadapi tanjakan dan beban kerja lebih berat.
Baterai standar 60 volt 45 Ah juga tidak dipertahankan. EV Story menggantinya dengan dua unit baterai 72 volt 50 Ah yang dipasang paralel.
Dengan konfigurasi tersebut, kapasitas totalnya mencapai sekitar 7,2 kWh. Pengelola bengkel menjelaskan, kenaikan voltase dan kapasitas ini membuat efisiensi motor ikut membaik, bukan sekadar menambah tenaga.
Hasilnya, jarak tempuh juga naik signifikan dibanding versi bawaan. Dengan setup baru, motor disebut bisa dipakai hingga sekitar 190 kilometer pada kondisi jalan relatif datar dan penggunaan normal.
Tenaga naik, karakter motor berubah
Perbedaan paling terasa setelah modifikasi ada pada lonjakan daya yang disalurkan ke motor listrik. Dalam kondisi standar, Alpha One hanya menyalurkan sekitar 4,5 kW akibat pembatasan controller bawaan.
Setelah ubahan dilakukan, daya yang dikirim ke motor meningkat hingga sekitar 10 kW. Kenaikan ini membuat karakter motor berubah jauh dari sebelumnya.
Alpha One yang tadinya dikenal kurang bertenaga saat menanjak kini disebut lebih mudah melibas medan berat. Bagi pemilik yang sudah cocok dengan bentuk dan ergonominya, perubahan ini menjadi nilai penting karena masalah utama ada di performa, bukan di kenyamanan berkendara.
Kemampuan itu disebut bukan sekadar klaim di atas kertas. Unit yang diuji telah dipakai menempuh perjalanan dari Malang menuju kawasan Bromo, melintasi lautan pasir, lalu keluar melalui Probolinggo.
Setelah itu, motor juga digunakan untuk touring menuju Bali dan Banyuwangi. Rute tersebut menghadirkan kondisi jalan yang beragam, sehingga bisa memberi gambaran soal kemampuan motor setelah di-upgrade.
Top speed tembus 140 km/jam
Salah satu hasil paling mencolok dari modifikasi ini adalah peningkatan kecepatan puncak. Sistem berkendara dibagi menjadi tiga level mode.
Pada mode pertama, kecepatan dibatasi sampai 75 km/jam. Mode kedua sanggup mencapai sekitar 100 km/jam.
Sementara itu, mode ketiga atau level tertinggi diklaim mampu menyentuh 140 km/jam. Angka ini jauh melampaui spesifikasi standar pabrikan dan menjadi sorotan utama dari keseluruhan proyek modifikasi.
Dalam pengujian langsung, motor juga disebut bisa melesat lebih dari 120 km/jam. Akselerasinya digambarkan sangat responsif, terutama saat masuk ke kecepatan menengah hingga tinggi.
Biaya modifikasi dan hitung-hitungan pemilik
Untuk mendapatkan peningkatan performa tersebut, dana yang dibutuhkan tentu tidak kecil. EV Story menyebut paket modifikasi yang mencakup baterai baru, controller, speedometer digital, dan charger khusus 72 volt membutuhkan biaya sekitar Rp19 juta.
Meski begitu, ada peluang menekan pengeluaran dari penjualan komponen bawaan. Berdasarkan pengalaman yang dibagikan dalam video, dua baterai standar dan dua charger bawaan Alpha One masih memiliki nilai jual sekitar Rp12 juta.
Dengan skema itu, biaya efektif yang harus ditanggung pemilik bisa terasa lebih ringan. Opsi ini menjadi relevan bagi pengguna yang ingin tenaga lebih besar dan jarak tempuh lebih panjang tanpa harus membeli motor listrik baru.
Bagi pemilik Alpha One yang sudah terlanjur nyaman dengan motornya tetapi kecewa pada performa standar, jalur upgrade ini memberi alternatif yang cukup jelas. Fokusnya bukan mengganti unit yang dianggap lemot, melainkan membuka potensi yang selama ini tertahan oleh setelan bawaan.
