Persaingan SUV listrik di Indonesia sebentar lagi mendapat penantang baru. Leapmotor B10 dipastikan meluncur di GIIAS 2026 dan menjadi model perdana merek asal China itu yang dipasarkan melalui PT Indomobil National Distributor.
Menjelang debutnya, arah harga Leapmotor B10 mulai terlihat. Indomobil sudah memberi sinyal bahwa SUV listrik ini disiapkan untuk masuk ke segmen menengah yang saat ini dihuni Geely EX5, BYD Atto 3, dan Chery Omoda E5.
Harga pembuka dibidik di bawah Rp500 juta
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, mengatakan harga resmi B10 masih dihitung. Ia menyebut ada sejumlah faktor yang ikut memengaruhi, mulai dari kondisi ekonomi global sampai pergerakan kurs mata uang.
“Harga resminya nanti kita perkenalkan di GIIAS 2026. Ini memang karena masih ada perhitungan,” kata Tan Kim Piauw saat ditemui di Bandung, Rabu (17/6/2026).
Meski angka final belum diumumkan, distributor sudah menyiapkan target harga perkenalan. “Kami memiliki target harga perkenalan di GIIAS 2026 itu di bawah Rp500 juta ya, untuk yang B10 ini,” lanjutnya.
Sinyal tersebut membuat B10 diposisikan untuk bersaing langsung di pasar SUV listrik menengah. Segmen ini menjadi salah satu arena paling ramai di pasar kendaraan listrik nasional.
Jejak awal sudah muncul di data NJKB
Kehadiran Leapmotor B10 sebenarnya sudah tercium lebih dulu lewat data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam dokumen itu, Leapmotor B10 BEV (4×2) AT tercatat memiliki nilai jual Rp390 juta.
Angka NJKB itu bukan harga jual ke konsumen. Nilai tersebut hanya menjadi dasar pengenaan pajak, sehingga harga on the road tetap akan lebih tinggi.
Dengan tambahan pajak, distribusi, dan biaya lain, harga OTR B10 diperkirakan akan berada di level Rp500 jutaan. Perkiraan itu masih sejalan dengan target harga perkenalan yang telah disampaikan Indomobil.
Indonesia hanya dapat satu varian
Di tahap awal, pasar Indonesia juga tidak akan mendapat banyak pilihan trim. Leapmotor Indonesia hanya menyiapkan satu varian untuk B10, berbeda dari beberapa negara lain yang menawarkan lebih dari satu tipe.
Keputusan itu diambil setelah perusahaan membaca karakter konsumen kendaraan listrik di Tanah Air. Faktor jarak tempuh disebut masih menjadi pertimbangan utama saat masyarakat memilih mobil listrik.
Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, mengatakan perusahaan ingin langsung membawa tipe terbaik ke pasar lokal. “Untuk pasar di Indonesia, salah satu penentu yang di-consider masyarakat Indonesia adalah range (jarak tempuh). Jadi kita mau kasih tipe terbaik,” ujarnya.
Langkah itu membuat konsumen Indonesia berpeluang langsung memperoleh versi dengan spesifikasi lebih tinggi. Sementara di negara lain, varian dasar masih tersedia sebagai pilihan awal.
Siap menambah ketat persaingan SUV listrik
Masuknya Leapmotor B10 menambah daftar SUV listrik asal China yang meramaikan Indonesia dalam dua tahun terakhir. Minat konsumen terhadap kendaraan listrik keluarga terus naik, dan segmen ini makin padat diisi model-model baru.
Jika target harga di bawah Rp500 juta benar terwujud, B10 akan punya posisi yang menarik di tengah persaingan. Konsumen yang sedang membandingkan Geely EX5, BYD Atto 3, dan Chery Omoda E5 akan mendapat satu opsi lagi saat GIIAS 2026 dibuka.
Untuk saat ini, seluruh perhatian tertuju pada pengumuman resmi di ajang tersebut. Di sanalah Leapmotor akan membuka harga final B10 sekaligus menandai langkah awalnya di pasar Indonesia.
