Di tengah tren mesin turbo dan sistem hibrida yang makin ramai dipakai pabrikan global, Lexus justru mengambil langkah berbeda pada sedan mewahnya. Merek asal Jepang itu mempertahankan mesin lama pada Lexus IS 350, dan keputusan ini malah menguatkan reputasinya sebagai salah satu sedan paling andal.
Pilihan itu menarik perhatian karena dilakukan saat banyak rival berlomba menambah teknologi baru di ruang mesin dan kabin. Lexus justru menekankan kematangan mekanis, dengan fokus pada daya tahan jangka panjang dan risiko kerusakan besar yang lebih kecil.
Mesin lawas yang tetap dipertahankan
Lexus resmi menghadirkan penyegaran IS 350 pada 18 Mei 2026. Sedan ini tetap memakai mesin 2GR-FKS berkapasitas 3.500 cc, sebuah V6 naturally aspirated tanpa turbocharger.
Mesin tersebut sudah digunakan selama sekitar 12 tahun. Meski usianya tidak muda, unit ini dikenal minim masalah besar dan menjadi alasan utama Lexus tidak buru-buru menggantinya.
Tenaga yang dihasilkan mencapai 311 hp. Penyalurannya dibantu transmisi otomatis delapan percepatan untuk mengirim tenaga ke roda kendaraan.
Lexus mempertahankan mesin ini demi menjaga durabilitas di mata konsumen. Pendekatan itu sejalan dengan pandangan bahwa mesin yang matang butuh waktu pengembangan panjang sebelum benar-benar terbukti halus dan tahan lama.
Toyota sebagai induk perusahaan dinilai memahami pentingnya basis mesin yang sudah teruji. Hasilnya adalah jantung penggerak yang sanggup bertahan hingga ratusan ribu kilometer perjalanan.
Saat teknologi modern justru memicu lebih banyak masalah
Pendekatan Lexus juga didukung tren yang terlihat dalam studi keandalan terbaru. J.D. Power melalui Dependability Study mencatat kualitas mobil modern mengalami tekanan, dengan rata-rata 204 keluhan per 100 kendaraan.
Masalah terbesar kini datang dari sistem hiburan layar sentuh dan konektivitas ponsel pintar. Sebanyak 58% pemilik mobil dilaporkan mengeluhkan sistem nirkabel yang kerap terputus saat digunakan.
Laporan itu juga menunjukkan mobil mewah massal mengalami penurunan keandalan paling tajam. Sistem plug-in hybrid atau PHEV disebut lebih sering masuk bengkel dibanding mobil bensin konvensional.
Sebaliknya, mobil bermesin bensin murni justru mencatat peningkatan kualitas. Fakta ini menguatkan pandangan bahwa sistem yang lebih rumit belum tentu memberi pengalaman pemakaian yang lebih bebas masalah.
Fitur digital ada, tapi tidak berlebihan
Di bagian kabin, Lexus IS 350 terbaru tetap mendapat pembaruan teknologi. Mobil ini memakai layar sentuh 12,3 inci yang sudah terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto.
Sistem audio standar dibekali 10 speaker. Konsumen yang ingin kualitas lebih tinggi juga bisa memilih paket premium Mark Levinson dengan 17 speaker.
Namun Lexus sengaja tidak menyematkan pembaruan sistem jarak jauh atau over-the-air. Keputusan ini diambil setelah banyak kompetitor mengalami malafungsi akibat pembaruan perangkat lunak.
Pendekatan tersebut membuat IS 350 tidak terlalu bergantung pada perangkat elektronik pintar yang kompleks. Lexus memilih teknologi yang dianggap esensial dan benar-benar dibutuhkan pengemudi.
Kombinasi tombol fisik dan layar modern juga tetap dipertahankan. Tata kendali seperti ini dinilai membantu ergonomi kabin sekaligus mengurangi risiko gangguan digital saat mobil digunakan.
Harga dan catatan yang tetap perlu diperhatikan
Di pasar Amerika, Lexus IS 350 F Sport Design dipasarkan dengan harga $52.328. Angka ini menempatkannya sebagai sedan premium dengan fokus yang tidak hanya pada kemewahan, tetapi juga ketenangan kepemilikan.
Meski punya reputasi sangat andal, model ini bukan berarti tanpa catatan sama sekali. Beberapa pemilik generasi sebelumnya pernah melaporkan keausan ban bagian dalam yang tidak merata.
Ada juga riwayat recall komponen airbag Takata pada masa lalu. Namun persoalan itu hanya berdampak pada unit yang diproduksi dalam periode dua tahun pertama.
Di luar catatan tersebut, IS 350 tetap dipandang sebagai salah satu pilihan menarik untuk pemilik yang mengutamakan daya tahan. Nilai jual kembali yang stabil ikut menjadi daya tarik tambahan di pasar mobil bekas.
Konsistensi ini juga membantu Lexus menjaga loyalitas pelanggan. Di saat industri bergerak cepat menuju elektrifikasi dan digitalisasi penuh, sedan seperti IS 350 justru menonjol karena menawarkan sesuatu yang makin jarang: mesin konvensional yang sudah benar-benar matang dan terbukti awet.
