Citroen kembali menarik perhatian lewat e-C3X terbaru yang kini hadir dengan skema Battery-as-a-Service. Model ini membuat harga beli awal lebih rendah, sementara baterai dibayar terpisah lewat paket berlangganan berdasarkan jarak tempuh.
Strategi itu ditujukan untuk memperluas akses ke mobil listrik sekaligus membuat biaya operasional lebih mudah diprediksi. Melalui program ini, konsumen tidak harus langsung memiliki baterainya saat membeli mobil.
Melansir Gaadiwaadi, harga perkenalan e-C3X dimulai dari 6,89 lakh rupee atau sekitar Rp130 jutaan. Biaya penggunaan baterainya dipatok 2,26 rupee per kilometer, sedangkan harga ex-showroom reguler mencapai 10,25 lakh rupee atau sekitar Rp194 jutaan.
Desain crossover kompak dengan sentuhan baru
Secara tampilan, e-C3X tetap membawa karakter crossover kompak. Citroen memberi penyegaran pada desain eksterior, termasuk lampu utama LED, lampu siang hari LED terpisah, lampu kabut depan, emblem X terbaru, dan pelek alloy 15 inci berdesain diamond-cut.
Mobil ini juga dibekali pelindung bawah bodi depan dan belakang, spion elektrik yang dapat dilipat otomatis, serta ground clearance 170 mm. Pabrikan mengklaim radius putarnya hanya 4,98 meter, yang membuatnya lebih mudah bermanuver di jalan perkotaan.
Citroen tetap mempertahankan suspensi khas dan kursi yang dirancang khusus untuk memberi kenyamanan berkendara. Sebagai mobil listrik murni, e-C3X juga diklaim menawarkan pengalaman yang minim getaran dan hampir tanpa suara.
Kabin lebih modern dan terhubung
Masuk ke kabin, nuansa baru terlihat lewat tema dasbor Electric Blu dan material jok yang diperbarui. Tergantung varian, konsumen bisa memilih jok kulit sintetis dua warna dengan aksen biru atau pelapis berbahan kain.
Di bagian tengah dasbor, Citroen menempatkan layar sentuh 10,25 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel. Panel instrumen digital TFT 7 inci juga mendapat grafis khusus kendaraan listrik dengan sentuhan warna biru.
Fitur lain yang disematkan mencakup pengisian daya ponsel nirkabel, kaca spion tengah elektrokromik, dan teknologi Connected Car 2.0. Sistem ini menawarkan lebih dari 40 fungsi kendali jarak jauh untuk membantu pemilik mengakses berbagai fitur mobil dari jarak jauh.
Untuk konsumen yang menginginkan kelengkapan tambahan, Citroen juga menyediakan paket audio premium JBL dan dashcam depan-belakang. Dashcam itu terintegrasi dengan sejumlah fungsi keselamatan prediktif, termasuk peringatan keluar jalur, pemantauan jarak kendaraan di depan, serta notifikasi keberadaan pejalan kaki atau pengguna jalan yang rentan.
Tenaga, baterai, dan keselamatan
Di sektor penggerak, e-C3X memakai motor listrik dengan tenaga 57 PS dan torsi 143 Nm. Baterainya diklaim mampu membawa mobil menempuh jarak 320 km, dengan waktu pengisian dari 10 persen ke 80 persen dalam 57 menit.
Citroen juga menempatkan baterai di lantai kendaraan untuk membantu menurunkan pusat gravitasi. Susunan ini disebut ikut meningkatkan stabilitas saat mobil bermanuver.
Dari sisi keselamatan, struktur bodi e-C3X diklaim memadukan baja berkekuatan tinggi dan baja berkekuatan sangat tinggi. Perlengkapan standar meliputi enam airbag, ABS dengan EBD, ISOFIX, penguncian pintu otomatis berbasis kecepatan, sistem peringatan kecepatan tinggi, serta perlindungan khusus untuk baterai.
Pilihan warna dan varian
Citroen menyiapkan enam pilihan warna eksterior untuk e-C3X. Pilihan itu terdiri dari Polar White, Steel Grey, Cosmo Blue, Perla Nera Black, Garnet Red, dan Deep Forest Green.
Di bagian interior, ada beberapa kombinasi yang ditawarkan untuk tiap varian. Shine dan Live-O mendapat dasbor Electric Blu dengan jok kulit sintetis dua warna beraksen biru, sedangkan varian Live memakai dasbor Electric Blu dengan jok kain hitam.
