Di pasar Taiwan, dua skutik kompak ini sama-sama menyasar kebutuhan mobilitas harian, tetapi dengan arah karakter yang berbeda. Yamaha RS NEO tampil sebagai opsi ringan dan praktis, sedangkan SYM JET SR bermain di sisi sporty dengan rasa berkendara yang lebih agresif.
Perbedaan itu terasa sejak dari pendekatan dasarnya. RS NEO mengutamakan kemudahan, bobot ringan, dan efisiensi, sementara JET SR menawarkan tenaga lebih besar dan handling yang lebih tajam untuk pengendara yang ingin sensasi lebih aktif di jalan kota.
Yamaha RS NEO: ringan, irit, dan mudah dikendalikan
Yamaha RS NEO dibekali mesin 1 silinder 125cc Blue Core SOHC 2-katup berpendingin udara. Mesin ini menghasilkan tenaga sekitar 7,4 hp dan torsi 9 Nm, dengan karakter halus dan responsif di putaran bawah hingga menengah.
Kombinasi itu membuat RS NEO cocok untuk stop-and-go di perkotaan. Bobotnya hanya 93 kg, sehingga motor ini mudah dibawa bermanuver oleh rider pemula maupun pengguna yang mengutamakan kemudahan harian.
Desainnya juga dibuat sederhana tetapi tetap modern. Garis bodinya ramping, dimensinya kompak, dan posisi duduknya nyaman untuk dipakai harian dalam waktu lama.
Dek kaki yang lega memberi nilai praktis tambahan saat membawa barang. Di sisi lain, handling RS NEO terasa ringan dan mudah ditebak, sehingga tidak merepotkan saat menghadapi jalan padat.
Fitur yang tersedia meliputi lampu LED, panel instrumen digital, Smart Key pada varian tertentu, USB charger, serta sistem Start & Stop. Yamaha juga mencantumkan konsumsi BBM RS NEO di angka 57,9 km/liter.
SYM JET SR: sporty, agresif, dan lebih bertenaga
SYM JET SR membawa mesin 1 silinder 124,6cc 4-katup berpendingin udara. Outputnya lebih besar, yakni 11 hp dengan torsi 10,58 Nm, sehingga akselerasinya terasa lebih kuat dibanding RS NEO.
Karakter ini membuat JET SR lebih pas untuk pengendara yang menginginkan respons cepat di lalu lintas perkotaan. Desainnya juga mendukung identitas tersebut lewat garis bodi tajam, lampu LED sporty, dan siluet yang terinspirasi motor sport.
Pada sektor pengendalian, JET SR dikenal lebih tajam dari kebanyakan skutik harian. Suspensi yang lebih sporty dan posisi berkendara yang mendukung manuver aktif membuatnya terasa menyenangkan saat dipakai di jalan berliku maupun lalu lintas padat.
Fitur yang ditawarkan juga cukup lengkap. Tersedia lampu full LED, panel instrumen digital, USB charging port, ABS atau CBS tergantung tipe, serta sistem keyless pada tipe tertentu.
Harga JET SR di Taiwan berada di kisaran 91.500 hingga 99.500 Dolar Baru Taiwan, atau sekitar Rp 51,3 juta sampai Rp 55,8 juta. Posisi ini menempatkannya di atas RS NEO, yang dijual sekitar 80.000 Dolar Baru Taiwan atau sekitar Rp 44,8 jutaan.
Perbandingan yang paling terasa di penggunaan harian
Jika dilihat dari tabel teknis, RS NEO unggul pada bobot yang jauh lebih ringan dan efisiensi bahan bakar. Sementara itu, JET SR menawarkan tenaga dan torsi lebih besar, meski konsekuensinya bobot motor juga lebih berat, yaitu 124 kg.
Keduanya sama-sama memakai transmisi CVT dan pendingin udara. Namun, pilihan karakter membuat keduanya menyasar pengguna yang berbeda, meski sama-sama berada di segmen skutik kompak perkotaan.
RS NEO lebih cocok untuk mobilitas sederhana, biaya operasional rendah, dan kemudahan penggunaan. JET SR lebih menarik bagi pengguna muda yang mencari skutik sporty dengan tampilan agresif dan performa yang lebih hidup.
