Perseteruan terbuka antara Li Auto dan Nio menunjukkan bahwa masa depan EREV di China belum benar-benar sepakat menuju satu arah. Di satu sisi, Li Auto masih melihat segmen kendaraan listrik jarak jauh itu relevan, sementara Nio makin percaya diri bahwa kendaraan listrik murni berbasis baterai sudah mengambil alih panggung utama.
Polemik ini bukan sekadar adu komentar dua eksekutif besar. Perdebatan tersebut muncul di tengah perubahan preferensi pasar kendaraan energi baru di China yang bergerak cepat, dengan data penjualan dan penetrasi NEV yang memberi sinyal berbeda kepada dua kubu.
Li Auto Bela EREV
Pendiri, Chairman, dan CEO Li Auto, Li Xiang, menanggapi anggapan bahwa EREV mulai kehilangan daya tarik melalui akun Weibo pribadinya pada 17 Juni. Ia menilai pandangan itu tidak tepat dan berisiko meremehkan segmen EREV secara keseluruhan.
Li juga menekankan bahwa BEV dan EREV menyasar konsumen yang berbeda. Karena itu, ia meminta pelaku industri berhenti membandingkan keduanya dengan cara yang menjatuhkan salah satu teknologi.
Dalam pandangannya, pasar China masih memberi ruang besar bagi model non-BEV. Ia menyoroti bahwa lebih dari 40 persen konsumen kendaraan di China masih memilih mobil bermesin bensin, termasuk di segmen SUV premium lima penumpang yang masih diisi model seperti BMW X5 dan Mercedes-Benz GLE.
Nio Makin Percaya Diri ke BEV
Respons datang dari Presiden submerek Onvo milik Nio, Shen Fei, pada 18 Juni. Ia menegaskan bahwa Nio tetap akan memusatkan perhatian pada penguatan penjualan kendaraan listrik murni sepanjang paruh kedua tahun ini.
Shen merujuk data terbaru yang menunjukkan penetrasi kendaraan energi baru di China mencapai rekor 62,9 persen pada Mei. Dari angka itu, pangsa pasar EREV turun menjadi 7 persen, sedangkan BEV naik hingga 67 persen.
Bagi Nio, tren tersebut menjadi bukti bahwa kendaraan listrik berbasis baterai semakin dominan. Shen juga menyebut bahwa selama enam bulan berturut-turut, model SUV besar dengan penjualan tertinggi berasal dari kategori BEV.
Ia bahkan menggelar jajak pendapat di Weibo untuk membandingkan pilihan publik antara SUV lima penumpang bertenaga baterai penuh dan model dengan teknologi jarak jauh. Langkah itu memperlihatkan kepercayaan diri Nio terhadap arah pasar yang mereka pilih.
Data Penjualan Mempertegas Perbedaan Arah
Data China Passenger Car Association atau CPCA ikut memperkuat perdebatan ini. Pada Mei 2026, penjualan ritel EREV tercatat 85.000 unit, turun 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski naik 11,2 persen dari bulan sebelumnya.
Di sisi lain, penjualan ritel BEV mencapai 637.000 unit pada periode yang sama. Angka itu naik 3,9 persen secara tahunan dan menunjukkan posisi BEV yang terus menguat di pasar.
Secara keseluruhan, penjualan ritel kendaraan energi baru pada Mei mencapai 950.000 unit. Namun, angka itu tetap turun 7,5 persen dibanding tahun sebelumnya dan menandai kontraksi tahunan selama lima bulan berturut-turut.
Pandangan Nio juga sejalan dengan pernyataan Pendiri, Chairman, dan CEO Nio, William Li. Ia sebelumnya menyebut masa keemasan SUV tiga baris berbasis EREV telah berakhir dan industri kini memasuki era baru yang didominasi kendaraan listrik murni.
Posisi Bisnis Kedua Pabrikan
Di pasar, Nio tengah menikmati momentum positif dari jajaran SUV listriknya. Model ES8 yang dibanderol mulai 406.800 yuan mencatat penjualan 11.475 unit pada Mei dan mempertahankan volume di atas 10.000 unit selama tujuh bulan berturut-turut.
SUV premium terbaru ES9 juga mendapat sambutan baik. Model yang dipasarkan mulai 498.000 yuan itu bahkan memiliki waktu tunggu pengiriman varian tertinggi selama 16 hingga 17 minggu.
Li Auto berada di posisi yang lebih berat. Pada Mei lalu, perusahaan hanya mengirimkan 33.350 kendaraan, turun 18,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tekanan juga terlihat pada lini EREV mereka. Empat model utama, yakni Li L6, Li L7, Li L8, dan Li L9, terus mencatat penurunan penjualan secara tahunan selama setahun terakhir.
Untuk merespons kondisi itu, Li Auto melakukan penyegaran besar pada keluarga L-Series. Li L9 terbaru telah meluncur pada 15 Mei, Li L8 generasi baru yang berubah dari enam kursi menjadi lima kursi dijadwalkan hadir pada 23 Juni, dan Li L6 versi pembaruan akan mulai dipasarkan pada Juli.
Source: voi.id






